PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 94


__ADS_3

"Aku Gara, Gara Ardilan. Presdir perusahaan Bank Nagin Royal (BNR) "


ucap nya memperkenalkan diri.


seakan semua nya terdiam Bank Nagin Royal? itu adalah Bank yang pernah menduduki posisi Bank Terbesar Se-Asia.


Perusahaan Bank Nagin Royal? tunggu dulu! siapa nama nya? Gara? Gara Ardinal? apa dia adalah putra dari Direktur Dion yang dulu? apa dia adalah Gara yang di rumorkan itu?'


batin Sarah.


"Saya Sagara"


sapa Tuan Saga


"aku Mario"


"dan aku Gibran"


kemudian mereka ber-4 saling berjabat tangan.


Rencana B selasai.


"Glen, mulai bergerak"


Gibran berbisik pada Earpone nya.


"baik"


****


"Awas! jangan ada yang bergerak! angkat tangan kalian! "


tiba tiba saja ada segerombolan polisi yang masuk ke ruangan, mereka datang membawa pistol yang tersodor ke arah kerumunan.


"maaf pak ada apa? "


penjaga hotel yang ada di situ pun menghampiri para polisi itu.


"ada sekelompok pencuri yang masuk ke sini, mereka membawa senjata. dan mungkin saja mereka menyamar" jelas polisi itu.


Semua orang terkejut, mereka saling melihat satu sama lain. Mereka saling berbisik dan khawatir


"Tidak ada yang boleh bergerak atau keluar dari sini, tetap di tempat dan jangan bergerak"


para polisi pun mendekati semua orang, mereka memeriksa semua orang satu persatu.


"Tetap berada di belakang ku"


Girban menarik tangan Sarah untuk berdiri di belakang nya, sementara dia berdiri di depan Sarah bersama Tuan Saga dan istrinya.


sementara itu...


"Hana, bagaimana bisa ada pencuri yang masuk ke sini? bukan nya kau sudah mengatur keamanan nya? "


tanya Jia berbisik kepada Hana.


"aku juga tidak tahu bu, "


jawab Hana.


Hana berfikir, bagaimana bisa ada pencuri yang masuk dan merusak acara Pertunangan nya? bukan kah tadi dia sendiri yang sudah mengatur keamanan dengan ketat sebelum acara dimulai? ah benar benar sial.


Dorr...


Tiba tiba Saja ada suara ledakan pistol dari sudut depan ruangan, membuat semua orang terkejut dan riuh.


"tenang-tenang semua nya. tetap tenang dan jangan bergerak, semua nya harap menjaga jarak satu salama lain, dan mulai maju ke depan satu satu"


instruksi polisi. sementara itu sebagian polisi mencari pelaku dan memeriksa dari mana suara ledakan itu berasal.


"Aaa... tolong! "


tiba tiba Saja ada seseorang yang berteriak.

__ADS_1


semua orang segera menoleh ke sumber rsuara.


"Bibi!"


Hana berteriak, ia kaget karna tiba tiba ada seseorang yang memegang tangan Jia dan mengarahkan pistol di kepala nya.


"jangan macam-macam atau orang tua ini tidak akan selamat" ancam penjahat itu.


"Hey, jangan macam-macam kepada istriku"


Johan menajamkan suaranya, ia memegang sebotol anggur di tangan nya yang siap ia lemparkan kapan saja.


"tuan, anda tenang dulu. biar kami yang mengurus nya. kami akan menyelamatkan istri anda" Salah seorang polisi menahan Johan.


"jangan maju satu langkah pun dan Turun kan senjata mu! "


penjahat itu mengancam polisi yang ingin mendekatinya.


Polisi itu menjatuh kan pistol nya, ia mendekati penjahat dan Jia dengan perlahan, sementara ada beberapa polisi lain nya yang di belakang penjahat itu yang siap untuk menangkapnya perlahan.


penjahat itu mengetahui ada seseorang yang ada di belakang nya, belum sempat polisi yang di belakangnya itu menyentuh nya Penjahat itu dengan cepat menghindar.


Sayang nya penjahat itu tidak beruntung, ia sudah tertangkap terlebih dahulu. namun Jia masih di dalam genggaman nya.


polisi dengan paksa menarik tangan penjahat itu yang bikin memegang pistol. tapi penjahat itu tidak mau melepaskan nya dan berusaha sehingga penjahat itu tidak sengaja menembak Polisi yang sedang mengambil senjata dari nya.


Dorrr....


suara ledakan itu kembali keluar, peluru yang keluar dari pistol berhasil menembak lengan polisi itu.


Sarah yang berada di belakang menjadi ketakutan, ia berjalan mundur kebelakang, dan saat ingin berbalik ia malah menabrak orang dan tidak sengaja memeluk nya.


pelukan itu sangat hangat, membuat menjadi tenang dan nyaman, Sarah yakin kini yang sedang ia peluk adalah Jordan, Sarah pun mempererat pelukan nya dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang milik Jordan.


"Sarah? "


Suara itu mengagetkan Sarah, suara itu bukan suara Jordan tapi sangat familiar, Sarah cepat cepat melepas pelukan nya dan menoleh ke atas untuk melihat wajah nya, ternyata benar yang ia peluk saat ini bukan lah Jordan, melainkan Gara.


tanya Gara.


Sarah menggeleng cepat, ia berjalan mundur ketakutan. apa ini? kenapa dia bisa memeluk Gara? pikir nya.


di saat yang Sama, Gibran menoleh kebelakang, ia tidak menemukan Sarah di belakangnya, tapi ia melihat Sarah yang tengah berdiri bersama Gara tidak jauh dibelakang nya.


Ck, Sial!


Gibran segara mendekati mereka.


"Sarah, kau baik baik Saja? "


tanya Gibran.


Sarah mengangguk lemah.


"ikut aku"


Gibran segera menarik tangan Sarah, ia melirik Gara sebentar lalu membawa Sarah pergi.


"kita mau kemana? "


tanya Sarah


"ke tempat yang aman"


Gibran menekan tombol lift lalu masuk bersama Sarah.


"Gibran,katakan dengan jelas. kita mau kemana?! " tanya Sarah dengan nada tinggi.


ting...


lift pun terbuka.


"pergi lah"

__ADS_1


ucap Gibran, lalu kembali masuk ke lift meninggalkan Sarah sendiri.


Sarah melihat sekitar, ini adalah atap hotel. tempat ini sudah dihiasi dengan sangat indah menggunakan mawar putih mawar kesukaan Sarah kemudian Sarah langsung teringat dengan satu nama yaitu Jordan dan kenapa Gibran membawa nya kemari? apa jangan-jangan ini adalah rencana mereka


"Sarah.. "


mendengar ada yang memanggil nya Sarah segera menoleh


"Jordan? "


Sarah terkejut melihat Jordan di belakangnya ya segera mendekat dan menatap Jordan dengan tajam


"apa apaan ini? "


Sarah menekan kalimatnya


" untuk mu"


Jordan memberi Setangkai Mawar Putih yang ia pegang kepada Sarah


Sarah tidak mengambilnya. Iya bertambah kesal kepada Jordan. Bagaimana mungkin dia melakukan ini? Sarah tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan Jordan Kenapa Jordan selalu bertindak di luar dari pemikiran Sarah.


"Sarah, pertunangan nya tidak akan terjadi "


ucap Jordan dengan tenang.


Sarah mengerutka dahi nya.


"jadi, ini semua rencana mu? "


Jordan hanya mengangguk lalu tersenyum


"lalu yang di bawah? bagaimana dengan mereka? "tanya Sarah.


"mereka semua akan baik baik saja "


jawab nya, lalu ia menarik Sarah kedalam pelukan nya.


"kau pasti terkejut dan takut"


Jordan mengusap kepala Sarah dengan lembut lalu memcium puncak kepala nya.


"kau yakin mereka akan baik baim Saja?para penjahat itu membawa senjata Jordan, dia menyakiti ibu mu" Ucap Sarah sambil membalas pelukan Jordan.


"tidak, mereka tidak akan berani melukai ibu ku. kau tenang saja. "


"kanapa kau melakukan ini? "


"aku melakukan nya untuk mu"


"lalu kenapa tidak dari dulu? "


Jordan melepas pelukan nya, ia menggenggam tangan Sarah dengan erat.


"Dulu aku tidak berdaya, aku hanya pengusaha kecil yang sukses, aku tidak punya dukungan dan kekuasaan, dan saat itu kau juga sedang hamil, aku tidak mau ada yang menakitimu, karna itu aku melakukan ini, untuk menjauhkan mu dan Morgan dari bahaya, dan beruasa mengumpulkan kekuasaan dan kekuatan. kau tahu? hidup di dunia ini tidaklah mudah, terkadang kita harus menjauhkan orang orang yang kita cintai untuk kebaikan nya, dan kita adalah seorang pembisnis, untuk bertahan hidup di lingkungan pembisnis harus ada usaha yang melelahkan, ingat satu hal Sarah, aku melukan ini semua demi kebaikan mu dan Morgan. kau percaya kepada ku kan? "


Jordan menatap Sarah lekat lekat


Sarah mengangguk lalu tersenyum


"ya, aku percaya kepada mu"


Sarah kembali memeluk Jordan, dan Jordan membalas pelukan nya dengan erat. sangat lega rasanya, ada perasaan senang di hati Sarah.


sesaat Sarah teringat dengan apa yang ia katakan kepada Jordan dulu saat insiden itu setelah ia menandatangani surat perceraian nya ia berkata. :


'Jika suatu hari nanti kita bertemu,kita hanyalah orang asing'


Sarah tertawa pelan, ia malah memakan omongannya sendiri, dan perlahan ia akan terbiasa dengan keadaan ini.


_______________


hallo semuaa nya, maaf ya kalo up nya lama banget.

__ADS_1


__ADS_2