PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 102


__ADS_3

"kau mau kemana? "


tanya Jordan setelah Sarah keluar dari kamar mandi.


"aku mau ke kamar Morgan "


jawab Sarah.


"lalu aku? "


"kau kan sudah besar, pulang sana"


usir Sarah.


"tidak, aku mau masih mau tetap di sini"


ucap Jordan kesal.


"yasudah, tidur saja di sini. "


Sarah segera pergi ke kamar Morgan.


"eh, tunggu"


Jordan pun berdiri dan mengejar Sarah.


Sarah membuka perlahan pintu kamar Morgan, anak itu sudah tertidur pulas. Sarah pun mendekatkan diri dan duduk di tepi ranjang Morgan. Sebelum merebahkan diri nya, Sarah mengencup pelan dahi Morgan.


Sarah menaikkan selimut Morgan, lalu memeluk Morgan yang tidur seperti bayi.


Jordan yang sendari tadi hanya berdiri memperhatikan, ia pun memberi kode kalau ia ingin tidur bersamanya.


tapi Sarah menolak nya, Sarah memberi kode kalau kasur Morgan terlalu kecil untuk 3 orang.


Jordan hanya menghela nafas, ia pun memilih duduk di sofa yang ada di sana. Jordan hanya duduk sembari melihat Sarah dengan kesal.


Sarah pun terkekeh dan membiarkan Jordan duduk di sana semalaman.


______________


pagi hari nya, Morgan terbangun terlebih dahulu. ia melihat ke samping, pantas saja tidur nya nyenyak, karna Mami nya sendiri ada bersama nya.


"Mami... mami"


Morgan mencoba membangunkan Sarah.


Sarah yang merasa tidur nya terganggu. mengusap ngusap mata nya. ia membuka matanya perlahan. dan sadar.


"eh Morgan sudah bangun? "


ucap Sarah dengan suara khas bangun tidur nya.


Morgan menganguk.


"Mami tidak pergi bekerja? sekarang sudah jam 8 loh"


Sarah menggeleng pelan.


"Hari ini Mami tidak akan bekerja, Mami mau bersama anak mami"


Sarah mencium dahi Morgan.


"Mami sudah minta izin dengan guru Morgan kan?" tanya Morgan.


"belum, nanti Mami akan suruh bibi Wanda"


jawab Sarah.


Sarah melihat sekeliling, lalu ia teringat dengan Jordan. kemana dia? Sarah tidak melihat Jordan di sofa. mungkin dia sudah pulang.


"Morgan ayo mandi"


Sarah segera mengendong Morgan, ia membawa anak nya ke kamar mandi dan memandikan nya. seban luka Morgan masih basah.


Setelah mandi, Sarah memakaikan baju Morgan dan mengoleskan salep ke luka Morgan, lalu membawa nya turun ke bawah untuk serapan.


"selamat pagi Nyonya, Tuan muda"


Sapa Paman Han saat melihat Sarah


"pagi"


balas Sarah seperti biasa.


Sarah meletakan Morgan di meja makan. lalu ia pergi ke dapur untuk membuat Sarapan.


Saat kedapur, Sarah melihat Wanda yang sedang memasak.


"kenapa cepat sekali memasak nya? "


tanya Sarah.


Wanda menoleh sebentar


"tuan Jordan tadi bilang untuk memasak Sarapan lebih awal dan tidak perlu membangun kan bu direktur. dan tuan Jordan juga berpesan untuk tidak bekerja hari ini"


"hmm.. baikah, berarti dia sudah pergi dari tadi? "


Wanda menangguk.


Setelah Sarapan, Sarah memberi beberapa dokumem kepada Wanda sebelum ke perusahaan, ia juga mengingatkan kepada Wanda untuk mengirim email kepada nya.


Wanda pergi ke perusahaan sendiri, dan Gerry tetap di rumah menjaga Sarah dan Morgan.


setelah Wanda pergi. Sarah mengendong Morgan dan membawa nya ke sofa depan tv.

__ADS_1


lalu Sarah mengambil remote TV dan mencari siaran TV favoritnya. akhirnya cara menemukan siaran drama yang biasa ditontonnya. lalu Sarah menikmati nya sendiri.


"Mami, morgan Tidak suka film ini"


protes Morgan.


seketika Sarah menepuk jidat nya, ia baru sadar kalau Morgan ada bersama nya. lalu dengan cepat Sarah mengambil remote dan mengganti siaran TV kartun kesukaan Morgan.


seharian penuh, Sarah sama sekali tidak menyentuh laptop nya. ia bermain bersama Morgan terus.


Saat malam hari nya, Sarah menidurkan Morgan lebih awal. lalu ia pergi ke kamar nya dan mengambil handpone nya. Sarah menelfon Jordan, ia merindukan pria itu. karna seharian ini Jordan tidak menelfon nya ataupun ke rumah nya.


sudah panggilan ketiga, tapi Jordan masih tidak mengangkat telfon nya. dan saat Sarah ingin menelfon nya lagi, tiba tiba Saja ada yang menelpon nya.


Sarah menangkat telfon itu.


"halo, maaf ini siapa ya? "


tanya Sarah


"anda sudah lupa dengan saya Nona? "


tanya seorang pria dari sebrang sana.


"maaf tapi saya tidak tahu"


"saya Gara, apa anda masih ingat ?"


"ooo... tuan Gara, ada apa menelfon saya malam malam begini? "


"tidak, Saya hanya mengingatkan kalau besok konferensi pers nya akan di mulai jam 09.00 pagi "


seketika Sarah teringat bahwa ia ada konferensi pers bersama Gara besok. tapi Sarah langsung memikirkan Masalah Morgan.


"hmm.. tapi anak Saya sedang sakit. apa bisa konferensi pers nya di batalkan? "


tanya Sarah meskipun ia yakin itu mustahil


"memangnya anak Nona sakit apa? "


tanya Gara.


"ah itu, kaki nya sakit dan tidak boleh berjalan jadi saya ingin menjaganya dengan hati hati "


"oh kalau begitu tidak apa, saya akan batalkan konferensi pers nya. dan sampaikan salam saya kepada anak Nona ya"


ucap nya Ramah


Sarah sedikit terkejut mendengarnya. tapi syukurlah ia tidak perlu pergi besok dan bisa menjaga Morgan lagi.


"terima kasih Tuan Gara, pasti sulit bagi anda untuk membatalkan konferensi pers ini"


"tidak apa, ini tidak sulit bagi saya kok. kalau begitu selamat malam Nona"


Tut....


sarah Mematikan telfon nya.


Sarah menghela nafas panjang, ia pun berniat untuk kembali ke kamar Morgan, dan saat berbalik ia terkejut melihat Jordan yang tiba tiba sudah ada di kamar nya.


"siapa?"


tanya Jordan mendekat


"oh, rekan bisnis ku"


jawab Sarah kaku.


Jordan tersenyum, lalu mengusap pelan kepala Sarah.


"Sarah, 5 hari lagi aku akan pergi ke. China"


ucap Jordan santai


Sarah terdiam sebentar.


"apa? ke China? untuk apa? kenapa cepat sekali? " tanya Sarah tak Sabaran raut wajah nya menjadi muram.


"Sarah, ada pekerjaan penting yang harus aku lakukan di sana. " jawab Jordan.


"apakah lama? "


tanya Sarah


"mungkin"


Jawab Jordam


Sarah langsung memeluk Jordan dengan erat. ia takut kahilangan Jordan lagi. ia takut kalau Jordan pergi dan tidak akan kembali.


Jordan membalas pelukan Sarah, ia mengusap-ngusap punggung Sarah untuk menemangkannya.


"selama aku pergi, kau akan tetap di rumah. biar Wanda yang mengurus perusahaan. mengerti?" kata Jordan yang masih memeluk Sarah.


Sarah melepas pelukan nya.


"berjanji lah kau akan kembali"


"iya, aku janji"


Jordan mengeluarkan sebuah kartu, lalu memberikan nya kepada Sarah.


"apa ini? "


tanya Sarah.

__ADS_1


" Black card"


jawab Jordan


"untuk apa? aku sudah punya kok"


Jordan tertawa kecil


"iya, aku tahu kau juga punya Black card. tapi ini bukan Black card biasa. "


"maksud nya? "


"coba perkatikan kartu itu. apa ada yang berbeda? "


Sarah pun mempeehatikan kartu itu, ternyata kartu itu memang agak berbeda karna sedikit tebal.


"coba kau tekan ini"


Jordan menunjuk bagian tepi kartu itu.


Sarah langsung menekan bagian kartu yang di tunjuk Jordan tadi. dan tiba tiba muncul sinar laser dari ujung kartu.


"hati hati, sinar ini berbahaya. kau bisa menggunakan nya di saat ke adaan darurat. sinar ini bisa membelah besi sekaligus. dan jika ada yang menyentuh mu maka gunakan sinar ini untuk memotong tangan nya. "


jelas Jordan.


"canggih sekali. kau beli dimana? "


tanya Sarah polos.


Jordan tertawa sebentar.


"ini tidak di jual, aku sendiri yang membuat nya"


"ah, yang benar? aku tidak percaya "


ucap Sarah ragu.


Jordan kembali tertawa.


"yang penting sekarang kau simpan benda ini baik baik, dan gunakan di saat mendesak"


Mereka pun lanjut mengobrol hingga larut. dan saat mengantuk Sarah menyuruh Jordan pulang untuk beriatirahat. tapi Jordan menolak nya dan mereka tidur seperti kemarin malam. Sarah dan Morgan tidur di kasur sedangkan Jordan tidur di sofa kamar Morgan.


____________


5 hari berlalu begitu cepat. kesehatan Morgan pun sudah lebih baik, luka nya sudah mulai mengering. tapi tulang kaki nya masih belum terlalu kuat untuk berjalan.


Acara konferensi pers itu pun tidak terjadi, dan para Wartawan sudah tidak meributkan hal itu lagi. mereka sudah mendapat berita baru mengenai Popstar dan aktor baru.


Selama 5 hari itu pun Sarah dan Morgan tidak aman. banyak para penjahat yang mencuri masuk ke rumah Sarah, tapi untung nya Jordan sudah melipat gandakan keamanan. ia pun mendapat bantuan dari Mr. Daniel.


Mr. Daniel tahu kalau Jordan akan pergi ke China dan karna itu Mr. Daniel akan ikut turun tangan dan menjaga Sarah sementara Jordan pergi.


"Nak, pergilah. aku berjanji akan menjaga istri dan anak mu seperti menjag nyawa ku sendiri"


ucap Mr. Daniel


 


sebelum pergi ke bandara, Jordan pergi ke rumah Sarah terlebih dahulu. ia berpamitan dengan Sarah dan juga Morgan.


"Paman, jangan lupa oleh olehnya nya yah"


pesan Morgan.


"iya, Morgan tenang saja. "


Jordan mengusap lembut rambut Morgan..


"aku pergi dulu, jaga diri mu baik baik ya"


Jordan tersenyum.


Sarah hanya menangguk.


"Morgan, Pama iya pergi dulu ya"


"iya, hati hati paman! "


Morgan melambaikam tangan nya.


____________


selama Jordan pergi, Sarah benar benar merasa bosan. ia sama sekali tidak keluar rumah sesuai janji nya dengan Jordan.


Sarah fokus kepada Morgan, ia ingin menjaga dan memberikan kasih sayang sepenuh nya kepada putra nya itu.


____________


halo semua.


maaf ya kalau up nya lama dan cerita nya terbelit-belit.


karna ini cerita pertama author yang berhasil


tadi, author sempet baca komen. dan rata rata banyak yang komen kalau ceritanya terbelit-belit


tapi kalian gak perlu khawatir, karna author udah punya jalan keluar nya. dan author janji akam up setiap hari nya.


'Kritikan mu semangat ku untuk menulis.'


dari kritikan kalian, author bisa belajar untuk menulis lebih baik lagi


terima kasih semua

__ADS_1


__ADS_2