PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 35


__ADS_3

Jordan Sudah berada di Hotel, ia sedang mengemas kan barang barang nya


"Jordan kau mau kemana? "


tanya Gibran heran


"kita pulang"


jawab Jordan singkat yang masih sibuk memasukan baju nya


"ke indonesia? sekarang juga? ayo lah Jordan jangan begini, sarah kan baru melahirkan tidak mungkin kau mau meninggalkan nya, memang nya ada masalah apa di indonesia? "


Gibran terus bertanya


Dengan kesal Jordan menghentikan aktivitas nya dan menatap Gibran dengan tajam


"perusahaan ku hampir mau bangkrut!"


Gibran tetdiam lalu mencerna baik baik apa yang di katakan Jordan barusan


"ba.. bagaimana bisa? "


tanya Gibran gagap


"tidak tahu, tiba tiba Saham perusahaan ku menurun secara drastis, dan mendengar hal itu ayah ku masuk rumah sakit"


jawab Jordan dengan tenang


"beliau masuk rumah sakit? "


tanya Gibran lagi


"iya karna Syok, dan ayah terkena serangan jantung "


jawab Jordan dan masih dalam keadaan tenang.


"ya tuhan.... kalau begitu ayo cepat kita bergegas"


Gibran pun ikut memberes kan pakaian nya.


setelah itu mereka pergi ke bandara, Jordan sengaja tidak membawa pesawat pribadi nya karna ia tidak mau semua orang tahu kalau ia sedang berada di Eropa.


Hati Jordan terasa hancur, Harus kah ia meninggal kan Sarah dan anak nya?


iya. Hasil tes DNA nya adalah Positifi. bayi itu adalah anak Jordan. darah daging Jordan. tapi kenapa Jordan meninggal kan Sarah? kenapa Jordan tidak bersama Sarah? Kenapa Jordan tidak membawa Sarah kembali ke Indonesia?


karna itu terlalu beresiko. jika Jordan membawa sarah kembali ke Indonesia maka semakin banyak orang yang akan membenci sarah, Dan semakin nekat wanita itu untuk mencelakai Sarah.


wanita itu?


pasti kalian semua tau.


lagi pula ia tidak bisa membiarkan perusahaan nya bangkrut begitu saja, ia masih punya ayah dan ibu dan adik perempuan yang harus ia jaga. dan Jordan rasa Diana pasti bisa menjaga Sarah dengan baik, sementara Jordan menyelesaikan masalah yang ada di indonesia.


Sudah Jordan perkirakan semua nya, dan Jordan juga tau dalang di balik semua ini, namun ia ingin mengikuti permainan Wanita itu, dia yang memulai nya, maka Jordan akan mengikuti permainan nya.


mungkin saat ini Jordan tidak bisa berkutik, ia berada di bawah. tapi Jordan belum mengeluar kan kartu nya


****

__ADS_1


sesampainya Di Indonesia Jordan langsung pergi ke perusahaan, dan yang benar saja keaadaan perusahaan sangat kacau, tidak ada yang beres satu pun


Namun Jordan adalah orang yang tenang dan selalu menyelesaikan masalah dengan baik baik dan bijak.


Walau pun sulit Jordan tetap saja mempertahankan Perusahaan nya hingga kembali seperti semula. dan mungkin akan lebih baik dari itu.


***


Sarah membuka mata nya perlahan pandangan nya yang kabur kini telah terlihat terang.


"pagi"


sapa Diana hangat sambil menggendong bayi nya Sarah


sarah tersenyum lalu ia berusaha duduk dan di bantu oleh suster yang ada di samping nya


setelah itu Diana memberikan bayi Sarah ke dalam dekapan nya.


Sarah menyambut bayi nya dengan hati hati, ia menatap lekat lekat bayi nya itu, sangat imut


Sarah sudah cukup lama melihat, menggendong dan bicara pada bayi nya itu, dan setelah itu Suster mengamabil bayi nya untuk istirahat


saat suster Sudah pergi Diana baru membuka Suara


"Sarah... "


"iya? "


sarah menoleh


"ada satu hal yang ingin aku bicarakan"


Diana mulai serius


tanya sarah prnasaran


"kau masih ingat kan? kalau kau sevelum ini kecelakaan? "


"i.. iya"


"akibat kecelakaan itu... Rahim mu pecah, jadi... kemungkinan besar,.. kau akan sulit untuk hamil lagi"


kata kata Diana benar benar menusuk hati Diana, namun Sarah hanya tertawa gentir


Sarah memegang perut nya yang sudah datar itu, lalu berkata


"tidak masalah jika aku tidak bisa memiliki anak lagi, yang terpenting...bayi ku selamat, bayi itu saja sudah Cukup bagi ku, tapi jika Tuhan berkehendak lain maka aku akan sangat bersyukur "


Suara Sarah merendah, menahan air mata nya supaya tidak jatuh dan berusaha tegar.


Diana malah menagis,


"kenapa kau menangis? "


tanya Sarah sambil mengerut kan kening nya


"kau ini, benar benar wanita yang kuat, tangguh sarah jika aku berada di posisi mu mungkin aku akan bunuh diri"


Diana menghapus air mata nya.

__ADS_1


Sarah hanya tertawa, lalu pikiran nya melayang,


ya Sarah memikirkan pria itu, pria yang menolong nya, kemana dia?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


........😐


__ADS_2