
kabar hari ini:
...... Salah satu gedung Mall yang belum 100% jadi hangus terbakar pada siang ini pukul 14.30 di ketahui penyebab kebakaran adalah aliran listrik lift yang gagal dan menyebab kan konslet hingga terjadi ledakan pada pukul 09.00 pagi tadi, api mulai menyebar cepat saat menjelang siang hari. ada banyak korban dari para pekerja proyek yang ada di tempat saat ledakan itu terjadi. saat ini api dari gedung masih belum bisa di padamkan, karna ada banyak aliran listrik yang belum di sambung membuat ledakan itu menjadi-jadi. area Mall tersebut sudah penuh di kepung oleh polisi dan pemadam kebakaran, api yang menyala pada gedung membuat cuaca panas di hari ini. para pemadam kebakaran masih berusaha untuk memadamkan api, sementara para polisi mengamankan area dan menjauhkan nya dari orang-orang sekitar. untungnya api tersebut tak menjalar dan tak mengenai gedung lain karna letaknya yang cukup jauh terpisah. .......
Ctip.....
tampak seorang pria mematikan televisi nya yang menyiarkan berita tersebut, dari pagi sampai sekarang semua media sibuk membicarakan hal itu.
"setidaknya kita sudah maju satu langkah"
ucap pria itu.
"ini lah permainan yang sesungguhnya "
pria itu tertawa keras hingga mendengung ke seluruh ruangannya, kemudian pria itu kembali menyeruput kopi nya.
___________________
citt...
tampak sebuah mobil yang berhenti di depan sebuah perusahaan yang cukup besar, seorang pria keluar dari mobil itu lalu berjalan cepat memasuki perusahaan.
pria itu terus berjalan sampai tiba ke sebuah ruang rapat yang akan ia datangi. pria itu membuka pintu lalu masuk. orang-orang yang ada di dalam menoleh dan melihat pria itu masuk.
"bagaimana? "
tanya Pria itu
"masih tetap sama, berawal dari aliran Listrik nya yang gagal. tapi aku merasa ada yang janggal, sebelum ledakan terjadi aku sempat datang ke wilayah konstruksi dan masuk ke gedungnya. aku bahkan sempat memperhatikan lift yang saat itu masih di kerjakan oleh para pekerja proyek, tidak ada masalah mereka bekerja dengan baik waktu itu tapi entah kenapa terjadi ledakan listrik hari ini"
jawab dari salah satu pria yang ada di sana, yg tak lain adalah Gibran.
"kemungkinan besar ledakan ini bukan kecelakaan, melainkan sudah di rencanakan"
tukas Tuan Saga yang juga ada di ruang rapat.
Jordan menggumpalkan tangan nya, rasanya benar-benar kesal.
"dimana Hana? "
tanya Jordan
"dia masih berada di wilayah konstruksi "
jawab Gibran
Tiba-tiba Tuan Saga menghela nafas kasar
"kerugian kali ini bukan lah main-main"
guman nya.
"kerugian yang di alami ketiga perusahaan memang sangat besar tapi kerugian terbesar ada di perusahaan investor nya yaitu bank Wushi. jika di lihat dari persen siapnya gedung seluruh pihak perusahaan mengalami kerugian sekitar puluhan miliar "
jelas Glen yang juga ada di sana.
"ngomong-ngomong dimana direktur Whusi? "
tanya Tuan Saga.
"direktur Whusi baru mengetahui beritanya siang ini, jadi untuk memastikan direktur Whusi pergi ke area konstruksi "
Glen menjawab.
"apa! "
pekik Jordan.
"aku akan ke ke sana"
Jordan dengan segera pergi meninggalkan ruang rapat dan meninggalkan Glen di sana, ia kembali masuk ke mobilnya lalu membawanya dengan kecepatan di atas normal
Jordan menggoroh saku di celananya lalu mengeluarkan handpone nya, sambil menyetir Jordan menelfon seseorang
"apa Sarah bersama mu?! "
tanya nya di telfon
__ADS_1
"..."
"terus berada di sampingnya! "
"..."
Jordan mematikan telfon nya lalu melajukan mobilnya ke tempat konstruksi dengan kecepatan tinggi.
kecepatan mobil nya menurun saat melihat ada keramaian di depan, bahkan api dari gedung besar itu masih menyala dengan asap hitam nya.
dengan cepat Jordan keluar dari mobil dan berlari ke arah kerumunan, dengan susah payah Jordan melewati kerumunan itu sampai ke garis perbatasan yang di buat polisi.
"maaf pak, anda di larang untuk masuk lebih dekat" polisi itu menahan Jordan.
dengan kesal Jordan mengeluarkan kartu identitas nya lalu memberikan nya kepada polisi itu. setelah polisi melihatnya, Jordan pun di izinkan untuk masuk.
"hati-hati pak"
ucap Polisi itu saat Jordan masuk
Jordan menatap sekitar area, eghh di sini saja sudah terasa panas bagaimana dengan keadaan Sarah. Jordan menghampiri pemadam kebakaran yang sedang mimun di belakang mobil pemadam.
"maaf, apa anda melihat wanita dengan pakaian kantor disini? "
tanya Jordan.
"wanita dengan pakaian kantor? ah saya lihat tadi ada beberapa wanita seperti itu di sana"
petugaa itu menunjuk tenda yang ada di ujung area.
"terima kasih "
Jordan segera berlari lalu masuk ke tenda itu.
namun sedetik kemudian raut wajah Jordan berubah kesal, tertanya wanita yang ada di tenda ini bukan lah wanita yang Jordan Cari
"apa yang kau lakukan disini? "
tanya Jordan tidak senang.
"aku kesini untuk melihat keadaan "
"lalu kenapa malah di dalam tenda? "
tanya Jordan lagi
"aku ke tenda karna cuacanya yang panas, dan apinya juga belum padam "
jelas Hana
"setelah api nya padam, besok siang datang kerungan ku untuk menjelaskan semunya. "
tajam Jordan lalu pergi keluar meninggalkan Hana.
tepat saat Jordan keluar, ada ambulan yang datang lalu ada beberapa orang lagi yang membawa seseorang masuk ke ambulan. melihat ambulan itu membuat Jordan sesak di tambah lagi Jordan melihat seseorang yang ia kenal masuk ke ambulan.
"Sarah! "
Jordan berlari ke arah ambulan dan yang benar saja, orang yang terbaring lemah di dalam ambulan itu adalah wanita yang ia cari.
"Sarah"
ucap Jordan dengan gemetar lalu masuk ke dalam ambulan.
selama perjalanan Jordan mengusap-ngusap tangan Sarah yang terbaring lemah, sesekali Jordan mengusap puncak kepala nya.
"bagaimana ini bisa terjadi? "
tanya Jordan yang masih menatap Sarah
"Saya tidak tahu Tuan, Nyonya pingsan saat kami melihat kebakaran "
jawab Gerry
"berapa lama kalian di sana"
tanya Jordan lagi.
__ADS_1
"kurang dari satu jam, Tuan"
"kenapa tidak ikut rapat? "
"Nyonya menolak dan memilih untuk ke sana terlebih dahulu "
Jordan menghela nafas kasar.
kuharap, kau baik-baik saja Sarah
batin Jordan
citt.....
ambulan berhenti di rumah sakit, Jordan dan Gerry pun ikut menurunkan Sarah yang masih tak sadarkan diri.
dengan gelisah Jordan menunggu di ruang tunggu bersama Gerry, sementara Sara masih UGD dengan dokter.
"bagaimana keadaan nya? "
tanya Jordan langsung saat dokter nya keluar.
"pasien akan di pindahkan ke ruang rawat, Tuan bisa ikut ke ruangan saya" jawab sang dokter
Tanpa basa-basi Jordan mengikuti dokter itu ke ruangan nya, sesampainya di sana Jordan duduk di depan dokter itu dengan gelisah.
"pasien terlalu banyak menghirup udara kotor terlebih lagi asap dari api/kebakaran, itu menganggu pernapasan dan kekuatan fisik nya yang lemah "
jelas Dokter.
Jordan mengangguk dan masih setia mendengarkan penjelasan dari Dokter
"apa lagi di saat seperti ini anda harus benar-benar menjaga nya, karna di kehamilan muda itu sangat rawan untuk pingsan"
seketika sekujur tubuh Jordan menjadi kaku, apa katanya tadi? kehamilan muda? Jadi Sarah benar-benar hamil? Pikir Jordan tak percaya
"anda suaminya kan? "
tanya Dokter memastikan
sontak Jordan mengangguk cepat.
"dari reaksi Tuan, sepertinya Tuan baru tahu kalau istri Tuan sedang hamil. tapi kandungan nya lemah, itu karena dinding rahim nya seperti sudah terkena benturan yang cukup kuat dan itu cukup mempengaruhi pertumbuhan janin nya. dari hasil yang saya periksa mungkin istri Tuan akan mengalami keram perut akibat pergerakan janin untuk kedepan nya. dan saya juga tidak yakin jika janin akan tumbuh selamat. tapi anda tidak perlu khawatir, jika anda bisa merawat istri anda dengan baik dan mrnjaga kesehatan nya masih ada kemungkinan untuk janin nya lahir dengan selamat. " jelas Sang Dokter lagi.
perlahan kedua sudut bibir Jordan terangkat, terbentuk sebuah senyuman kebahagian di bibirnya. meskipun kandungan nya lemah, yang penting masih bisa di selamatkan. Jordan bahagai, sangatt bahagia.
"Tuan bisa menemui istri Tuan di ruang rawat nya"
tanpa berkata-kata lagi, Jordan keluar dari ruangan Dokter dan pergi manuju ke ruang rawat Sarah dengan bibir yang masih tersenyum seperti tadi.
dengan perlahan Jordan membuka pintu, dan kemudian Jordan melihat istrinya yang masih terbaring lemah disana. Jordan duduk di kusi sebelah ranjang Sarah.
Jordan memperhatikan wajah istrinya yang terlelap seperti bidadari, dengan perlahan Jordan mengencup dahi istrinya.
Kemudian Jordan beralih ke perut istrinya yang masih tertutupi selimut, Jordan membuka selimut itu dan mengangkat baju istrinya sampai terlihat perutnya.
Jordan mengusap pelan perut istrinya yang sedikit membuncit itu, dengan perlahan Jordan mencium nya.
"jagoanku, bagaimana kabarmu nak? "
bisik Jordan ke perut Sarah.
"jangan menyusahkan ibumu ya, dan teruslah berkembang di dalam sana. mengertikan?"
Jordan memberi nasehat kepada calon anaknya.
"pasti kakak mu senang, dia akan punya teman baru setelah ini jadi kau harus tumbuh dan datang kedunia ini bersama kami"
ucap Jordan.
"jagoanku kuat kan"
bisik Jordan sekali lagi.
Jordan merasa bahagia, hari ini sudah banyak yang terjadi. awalnya mendapat kabar buruk, tapi sekarang ada kabar baik. terima kasih tuhan, memang tidak ada manusia yang tahu dengan rencana tuhan.
_______________
__ADS_1
tbc