
pagi ini Sarah sedang sibuk mengurus bayi besar yang terus menagis dan manja. ini juga salah nya karna ia terlalu kuat menggosok punggung Jordan dan luka nya yang di tangan nya terkena air sehingga kembali terbuka dan berdarah.
"Akh... Sarah, sakit"
rintih nya saat sarah memberika obat pada luka nya.
"tahan sebentar"
kemudian Sarah kembali membalut luka nya dengan hati hati
"ini semua karna mu"
protes Jordan
"akuu? bukan kah kau yang menyiram ku duluan? "ucap Sarah kesal
kemudian mereka kembali berdebat untuk saling menyalahkan satu sama lain.
"ya ya ya! ini semua salah ku"
akhirnya Sarah yang mengalah
Sarah memakaikan Jordan celana panjang nya lalu ia memilih kemeja nya yang agak besar untuk dia pakai, Sarah memakaikam kemeja itu tapi ia tidak memasang kancing nya.
setelah itu datanglah seorang pelayan yang membawa Sarapan untuk Jordan.
"ini, makanlah dulu.aku mau membereskan pakaian kotor"
ucap Sarah.
"suapi aku! "
pinta Jordan sambil cemberut
"Jordan, hanya tangan kiri mu yang terluka dan tangan kanan mu masih bisa bekerja untuk menyuapi diri mu sendiri"
"Ck, baiklah"
Akhirnya Jordan memakan Sarapan nya sendiri di meja kerja nya yang ada di kamar itu
Sarah memasuki kamar mandi, ia membereskan pakaian kotor Jordan dan melihat diri nya yang berantakan dan basah Sarah langsung membuka baju nya dan segera mandi.
*Bebrapa menit kemudian...
"Sarah... pakaikan kancing nya! "
teriak Jordan yang masih duduk di meja kerja nya
"iya, sebentar! "
Teriak Sarah Juga dari kamar mandi
"kenapa lama sekali! "
"aku sedang mandi! "
terlihat senyum licik di wajah Jordan
"oh, baiklah. aku mau keluar dulu,kau jangan kemana mana"
setelah itu Sarah tidak menjawab, kini ia sibuk mencari handuk yang bisa di pakai dan seakan dia teringat
yaampun! aku kan tidak bawa baju?! Handuk juga lupa lagi! aduh kau ini benar benar sial Sarah!
Gerutu Sarah sendiri..
tampa sengaja, Sarah menemukan handuk kecil yang tergantung di belakang pintu.Ia pun segera mengambil nya dan membalut tubuh nya dengan handuk kecil itu.
aish! handuk nya terlalu kecil!
__ADS_1
batin Sarah saat melihat diri nya di depan cermin, karna handuk kecil itu hanya bisa membalut dari bagian dada hingga paha atas nya.
Sarah ragu untuk keluar karna jika Jordan melihat nya dengan keadaan seperti ini pasti sifat mesum nya itu akan keluar. ehh tunggu dulu..... Sarah baru teringat bahwa tadi Jordan mengatakan kepada nya bahwa dia akan pergi ke luar, jadi aman untuk nya keluat sekarang.
Sarah membuka pintu perlahan, kepala nya menoleh ke kiri dan kekanan untuk melihat keadaan sekitar.
aman!
batin nya
Sarah berdiri di depan lemari besar yang ada di samping tempat tidur, ia membuka lemari itu lebar lebar.Sayang nya hanya ada pakaian pria di sana.
Sarah cemberut, ia ingin berbalik dan pergi ke kamar ganti. Namun, saat berbalik tiba tiba saja Sarah di kaget kan dengan keberadaan seseorang di belakang nya.
"Aaakh....! "
Sarah terkejut dan berteriak, ia kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh ke kasur menimpa seseorang yang mengejutkan nya tadi.
"Jordaaaan! "
Teriak Sarah saat dahi nya terbentur ke dahi Jordan.
Jordan hanya meringis menahan sakit di kepala maupun di seluruh badan nya karna Sarah menimpa nya saat ini.
Sarah ingin berdiri dari atas tubuh Jordan, namun saat ingin berdiri tiba tiba saja handuk kecil nya itu telepas dan segera menampakkan dua gunung kembar nya yang membuat Jordan melotot
melihat Jordan yang melotot, tanpa sengaja Sarah meremas lengan Jordan yang terluka dan segera berdiri.
"Akhhh! "
Jordan menjerit sambil memegang lengan kiri nya. sementara itu, Sarah segera mengambil handuk tadi lalu pergi ke kamar ganti secepat mungin.
selama Sarah memakai pakaian nya Jordan terus menggerutu diri nya sendiri
akh sial! seharusnya aku sudah bisa menikmati nya tadi! ini semua karna luka sial ini!
Sarah menemukan pakaian wanita di kamar ganti, ia segera memakai nya. setelah selesai Sarah keluar dan melihat keadaan Jordan.
Jordan duduk di tepi ranjang ia terlihat sedang memegang lengan nya yang di perban itu, perban itu sudah memerah akibat Darah yang di keluarkan dari lengan Jordan. Dan yang membuat Sarah terkejut adalah air mata Jordan, ia manangis sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuh nya.
karna tak tega lagi Sarah langsung mengambil kotak P3k dan sebaskom air lengkap dengan handuk nya.
"sini"
Sarah duduk di sebelah Jordan, ia kembali membuka perban nya dan membersihkan luka nya kembali.
"akh... Sakitt! "
Jordan meringis kesakitan saat Sarah memberikan obat pada luka nya.
Sarah meniup nya sebentar kemudian kembali mengoleskan obat nya, setelah semua luka di beri obat Sarah pun membalut nya dengan hati hati.
"kau ini cengeng sekali, hapus air mata mu itu! " katus Sarah saat sudah selesai membalut luka nya.
Jordan tampak cemberut, kemudian ia menghapus air mata buaya nya itu. sebenar nya Jordan hanya pura pura menagis agar Sarah lebih cemas dan pergatian pada nya, padahal luka kecil ini hanyalah hembusan angin bagi nya
selesai membereskan peralatan nya, Sarah segera membaringkan Jordan.
"Sarah, kau belum sarapan"
ucap Jordan pelan
"iya, nanti aku akan Sarapan. kau istirahat lah dulu" balas Sarah.
"dimana tas ku? "
tanya Sarah yang mesih duduk di tepi ranjang
"entahlah, mungkin masih di hotel? "
__ADS_1
"Ck, ada barang penting di sana. handpone juga di sana Jordan! "
Sarah mulai kesal
"ini"
Jordan memberikan ponsel nya yang ia ambil di atas nakas.
"untuk apa? "
tanya Sarah bingung
"kau ingin menghubungi anak kita bukan? pakailah. ada nomor anak kita di sana "
jawab Jordan.
Sarah mengambil Handpone itu dengan kasar, karna ia kesal dengan menyebut Morgan sebagai 'anak kita'
Karna Sarah hafal dengan Nomor telfon nya, Sarah langsung memencet nomor lelfon milik Morgan. dan ia menemukan nya dengan Nama 'MorganKu'
Sarah tidak ingin bersedih ataupun terlalu memikirkan nya, ia langsung saja memencet tombol hijau lalu menelfon
"hallo paman? "
tanya Morgan dari sebrang sana
Sarah tersenyum senang dan membuat Jordan juga ikut senang,ia berusana bangkit untuk duduk
"Ini mami sayang "
ucap Sarah halus
"Mami?! loh, kok telfon nya pakai Handpone paman Jordan? "
tanya Morgan antusias
"iya, Handpone mami mati Sayang"
jawab Sarah
"oh, benarkah? pantas saja dari kemarin malam Morgan hibungi tapi nomor mami tidak aktif"
"Morgan menelfon mami? "
"iya, kemarin malam Morgan tidak bisa tidur dan ada fitasat buruk jadi morgan mengubungi Mami, tapi sayang nya nomor mami tidak bisa di buhungi. tapi untung saja mami bersama Paman Jordan! jadi Morgan tidak khawatir lagi "
ucap nya panjang lebar
Sarah hampir menangis di buat nya, melihat itu Jordan segela melingkarkan tangan nya ke pinggang Sarah dan memeluk nya dari belakang.
"Jangan menangis "
bisik Jordan kepada Sarah
Sarah tidak melawan ataupun bergerak, ia hanya menngangguk dan menjawab Morgan lagi.
lalu Sarah dan Morgan melanjutkan obrolan mereka hingga puas, dan selama itu Jordan masih memeluk Sarah dari belakang dan memberinya kekuatan.
andai...
andai saja mereka bisa menjalani hidup yang normal tanpa ada masalah, mungkin saat ini mereka bisa bahagia satu sama lain?
tapi sayangnya dunia punya kenyataan, hidup di dunia ini tidak lah mudah. untuk mencapai kebahagian harus lah ada perjuangan dan kesedihan dulu, setelah kesedihan itu berlalu maka perlahan lahan kebahagian pasti akan datang dengan sendiri nya nanti.
___________
halo semua....
jangan lupa vote yaa 😄
__ADS_1