
Scandal Perselingkuhan Suamiku
Part1
***
"Mas,? Aku Hamil Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika mbak Yu tahu kalau aku mengandung anakmu mas, ucap perempuan yang berada didekapan Pria bertubuh kekar itu.
"Gugurkan saja! Aku tidak mau mbak Yu mu tahu tentang perselingkuhan kita, kau tau betapa Aku sangat mencintai Mbak Yu mu.
"Mas," ini enggak adil buatku, ini anak kita, darah daging kita Mas.
"Ini kesalahan Siska tolong mengertilah Posisi Mas adalah Suami dari Mbak Yu mu, ia sambil melepaskan dekapannya. Akan aku siapkan beberapa uang, cukup Diam dan gugurkan Anak itu! Aku tidak mau berpisah dari mbak Yu mu.
"Mas sungguh tega, Siska menangis histeris. Selama ini Mas hanya memanfaatkan aku, Mas hanya menyalurkan hawa nafsu Mas ketika mbak Yu sedang Nifas."
"Kau pun tahu itu, bukannya dari Awal kau yang menggodaku? Apa kau lupa Didunia ini hanya ada satu nama dihatiku Shelomitha mbak Yu mu. Ucap Bram Dengan nada mengancam,"
Bram melemparkan lembaran uang merah di depan Siska, Siska hanya bisa menangis. Ia tak tahu harus berbuat apa, ia juga tidak mungkin menggugurkan kandungannya karena Dia sangat mencintai sang kakak ipar, dan ini bisa buat Alat untuk menghancurkan hubungan dengan mbak Yu.
Bramantiyo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia membanting setir mobilnya, sungguh ia tak berniat menghianati sang istri dengan perselingkuhannya, mobil terparkir di halaman kantor.
Bram menggeser kursinya mendekati meja, ada beberapa file yang harus dikerjakan hari ini, saat Ia sibuk dengan pekerjaannya.
Tok tok tok
"Masuk."
"Maaf Pak satu jam lagi ada jadwal meeting dengan perwakilan PT Cahaya dari luar kota. Ucap asistennya."
"Baik, siapkan berkas-berkasnya."
"Baik Pak, permisi."
"Ya silahkan."
Meeting berjalan dengan baik, Bram melajukan Mobilnya menuju Rumah idamanya yang dibelinya untuk hadiah pernikahan untuk sang istri delapan tahun silam. Mobil terparkir di garasi depan Rumah, Sang istri dan anak mereka menyambutnya dengan senyum kehangatan. Dan sang istri mencium punggung tangan sang suami
"Hore Papa sudah pulang, sambil memeluk sang Papa," ucap sang anak senang.
"Raka sini Papa gendong," ucap sang Papa sambil mencium pipi sang anak.
"Papa, hari ini Raka dapat nilai 100 disekolah."
"Pinter Anak Papa."
Sementara Bram bercanda dengan sang anak, Mitha membantu mbok Darmi menyiapkan makan malam, ada soto daging lamongan kesukaan suaminya, Sang suami menyusul istrinya dan memeluknya dari belakang, Diciuminya punggung sang istri dari belakang, membuat Mitha merasakan geli.
"Mas, sudah nanti dilihat Raka sama Rania." Ucap Mitha risih.
"Mas kangen Mit, hari ini kamu cantik banget."
"Mulai deh Mas Rayuan mautnya keluar, Ayo kita makan dulu mas?"
Masakan tersedia di hidangan meja makan satu keluarga kecil berkumpul, mereka menyantap makanan hingga tak tersisa. Shelomitha, membantu mbok Darmi membersihkan sisa makanan, mencuci piring lalu menidurkan kedua anaknya, Raka umur 7 thun dan sang adik Rania baru berumur 3 Tahun.
Selesai itu Mitha gontai menuju kamar, dilihatnya sang suami sedang asyik didepan leptopnya, Mitha masuk kekamar mandi mengenakan piyama bermotif bunga-bunga.
"Mas, masih lama kerjainnya?" Tanya Mitha.
__ADS_1
"Lumayan Tha, setengah jam lagi."
"Mau Mitha bikinin kopi Mas?"
"Boleh, tanpa menoleh pada istrinya,"
Mitha berjalan menuju dapur, dibuatkanya satu cangkir kopi nikmat untuk sang suami. Secangkir kopi telah berada di meja dekat sang suami dilihatnya sang istri, Bram terpana melihat Mitha yang begitu menggoda. Didekatinya sang istri.
"Tha ada yang beda sama kamu hari ini?"Tanya Bram sambil merayu.
"Beda bagimana maksud Mas."
"Mas Rasa makin hari kamu makin cantik dan begitu menggoda."
Mitha tersipu malu dan dalam keheningan Malam, hanya suara angin berhembus melalui venfilasi jendela jiwa mereka bersatu,bergelayut dalam selimut yang sama.
Terdengan sayup-sayup suara adzan Mitha berangsut menuju kamar mandi, setelah mandi Mitha melihat sang pujaan hati masih dalam mimpinya, mitha bergegas membantu mbok Darmi menyiapkan masakan untuk sarapan. Beberapa jam kemudian, masakan tersedia di meja makan. Mitha membantu anak-anaknya menyiapkan seragam pakaian.
"Bun, hari ini yang mengantar sekolah Raka siapa?"
"Maunya sama siapa diantar bunda juga boleh."
"Raka maunya sama Papa saja."
"Baiklah sayang."
Mitha berjalan gontai menaiki tangga menuju kamar, dilihatnya sang suami sudah rapi, dibantunya memakai dasi, mitha sambil merapikan kerah baju suaminya, Bram menatap lekat wajah istrinya yang begitu cantik lalu mencium pipi mitha.
"Ayo sarapan dulu Mas, sudah ditunggu sama anak-anak."
"Iya ayo, digandengnya tangan sang istri menuju meja makan."
Mitha membersihkan kamar tidur, ia lalu merapikannya, ia lalu memikih baju untuk dicuci, Ditemukannya di kaos dalam suami ada lipstik yang bukan warna miliknya, seketika jantung mitha berhenti berdetak.
Apakah ini penghianatan sang suami?
Ataukah aku yang hanya berhalusinasi?
Mitha menepis rasa itu, toh tiap hari suaminya pulang, dan kasih sayangnya kepada dia dan anak-anaknya begitu tulus.
"Non, hari ini masak apa?" ucap simbok.
"Rania minta sayur Sop mbok , sama Ayam goreng, perkedel kentang."
"Injih non, mbok ke pasar dulu mungkin non mau pesen apa lagi, biar mbok belikan."
"Kalau ada kunyet Asem mbok kalau ndak ada ya sudah ndak papa."
"Injih non. Mbok berangkat dulu,"
"Hati-Hati mbok!"
"Injih non."
Mitha sedang bersama Rania didepan Tv sambil menemani putrinya bermain Mitha menerima pesan.
[Dhuk?]
[Iya Ayah]
__ADS_1
[Gimana kabarnya hampir dua minggu ndak kerumah Ayah. Ayah sudah Rindu sama Raka juga Rania]
[Shelomitha masih sibuk Ayah, hari minggu mitha main ya?]
[Iya Ayah tunggu ya?]
[Ayah baik-baik saja kan, Mitha kangen sama Ayah.]
Mitha menatap foto sang Ayah yang berada di ponsel, Rindu yang begitu dalam, membuat Mitha meneteskan Air mata kerinduan.
Jantung Shelomitha tak berhenti berdetak membayangkan jika suaminya benar-benar selingkuh darinya, kenyataannya bahwa sang suami ndak pernah sekalipun menyakitinya, ia pun tidak pernah berkata kasar pada dirinya, bagaimana mungkin bisa ia berselingkuh,
Bayangan bayangan itu membuat hati shelomita menjadi tak menentu. Ia bahkan lupa waktunya untuk ia menjemput sang buah hati. Mitha dan Rania menaiki Mobil berlalu menuju sekolah, sang kakak belum juga pulang, mitha menunggu di bangku depan sekolah.
"Bunda? ucap Raka sambil berlari,"
"Iya Sayang, pulang dulu atau mau mampir kemana?" Tanya bunda.
"Emmm, Boleh ndak Bun kita makan baso?"
"Boleh, Ayo Rania juga Mau?"
"Mau Bun, ucap Rania senang."
"Asyik Makasih Bunda, Bunda yang terhebat!"
"Sama-sama Sayang."
Mobil melaju membelah kota surabaya, hingga mobil terparkir dikota kedai Warung .
Mereka masuk hingga tiga mangkuk baso sudah ada di hadapan mereka. Dengan telaten shelomitha menyuapi sikecil Rania, sang Kakak Raka sudah habis satu mangkuk.
Fiko adik sang Suami sedang bersama temannya juga ada disana. Ia senang bisa bertemu dengan sang keponakan,
"Om kok lama sih ndak pernah main kerumahnya Rania?" Tanya rania
"iya besuk deh Om main." Jawab Fiko
"Janji ya Om, awas lo kalau ndak main, Rania marah!"
"Iya iya sayang janji!"
"Ya sudah Mbak pulang dulu ya Fiko?"
"injih Mbak Yu monggo."
Senja mulai menghilang berganti malam, makan malam disiapkan semua sudah tersaji di meja makan sang suami anak-anak menyantap makanan dengan habis.
Secangkir kopi di taruh di meja dekat sang suami di balkon atas, udara dingin menyeruap dipori-pori kulit suasana dingin membuat mereka bersatu di dalam cinta yang halal
Monggo\=Silahkan
Ndak\=tidak
Injih\=iya
Nduk\=Nak
Next...
__ADS_1