Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Berubah


__ADS_3

"Dia siapa, Mom? Apa Mommy kenal sama Om ini?" tanya Lani menatap wajah sang ibu seraya mengerutkan kening.


"Kalian saling kenal?" Fazril juga menanyakan hal serupa di saat kedua orang itu saling menatap satu sama lain, juga berkutat dengan pikiran masing-masing.


'Jadi si Alena adiknya si Fazril? Astaga, saya memang sempat bertemu dengan dia saat Alena masih kecil dulu, tapi saya tidak menyangka bahwa dia bisa secantik ini sekarang. Saya bahkan tidak mengenali dia,' ucap laki-laki tersebut di dalam hatinya.


'Ya Tuhan, jadi si Dosen killer ini kawannya Abang? Kenapa dunia ini sempit sekali,' batin Alena merasa tidak percaya.


"Woy! Malah bengong lagi? Kalian saling kenal?" Fazril seketika membuat mereka tersadar dan menyudahi lamunan panjang masing-masing.


"I-iya, Alena ini salah satu mahasiswi saya di kampus. Sumpah, saya benar-benar gak nyangka kalau ternyata dia adik kamu, Fazril," jawab Alvin tiba-tiba saja dilanda merasa gugup.


"Masa gak ngenalin dia? 'kan kalian sering ketemu dulu. Waktu Alena masih SD itu, kamu'kan sering menginap di sini."


"Itu dia, wajah Alena itu berubah, dia cantik banget, berbeda saat dia masih SD dulu."


"Ehem! Kalian gak sadar apa kalau orang yang kalian bicarakan masih ada di sini?" ketus Alena membulatkan bola matanya.

__ADS_1


"O iya, maaf," Alvin seketika menunduk malu, entah mengapa seperti ada yang aneh dengan situasi ini. Dia merasa biasa saja ketika seharian berhadapan dengan Alena di kampus, tapi kenapa dirinya merasa gugup sekarang? Apa yang salah? Apa mungkin ada yang salah dengan perasaannya? Alvin seketika penuh tanda tanya.


"Apa Abang tau, dia itu Dosen paling nyebelin di kampus," celetuk Alena lagi membuat Alvin seketika mengangkat kepalanya seraya mengerutkan kening.


"O ya? Jadi kamu Dosen yang menyebalkan?" Fazril menoleh dan menatap wajah sahabatnya seraya tersenyum cengengesan.


"Apa saya semenyebalkan itu?" tanya Alvin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal sama sekali.


"Apa Bapak tidak sadar?"


Alvin menggelengkan kepalanya, penyakit amnesia tiba-tiba saja menyerang otaknya.


"Apa? Om ganteng? Sayang! Sejak kapan kamu jadi genit kayak gini? Astaga, Lani," decak Alena berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan mereka berdua.


"Om itu memang ganteng 'kan, Mom?"


"Sttt! Anak kecil tahu apa tentang ganteng."

__ADS_1


"Hehehehe!" lagi-lagi Lani tersenyum cengengesan seraya memeluk tubuh sang ibu.


* * *


"Aku gak nyangka kalau ternyata Alena itu adik kamu," ucap Alvin berjalan menuju mobil menyudahi kunjungannya kali ini.


"Masa kamu gak mengenali adikku itu? Lagian, memangnya Alena di apain sama kamu? Ko dia jutex gitu? Kamu juga dikatai Dosen yang menyebalkan segala. Awas ya, jangan galak-galak sama dia."


"Muka Alena gak kayak gitu waktu kecil. Sumpah, dia berubah banget. Lebih cantik, heran banget ko wanita secantik dia sudah jadi janda, bodoh bener tuh laki."


Fazril seketika membulatkan bola matanya. Dia merasa terusik dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sahabatnya ini. Luka adiknya adalah luka juga baginya. Mengingat rasa sakit yang diterima oleh Alena membuat hatinya pun merasakan rasa sakit yang sama.


"Eu ... Maaf, Zril. Aku tidak bermaksud untuk--"


Belum sempat Alvin menyelesaikan ucapannya. Sebuah mobil tiba-tiba saja melipir dan berhenti tepat di belakang mobil milik Alvin. Raut wajah Fazril seketika berubah. Wajah pun berubah memerah. Fazril mengepalkan kedua tangannya kini.


"Mau apa lagi si brengsek ini datang kemari?" gumam Fazril terlihat kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG


...****************...


__ADS_2