
Sinta ikut ke kota kakak nya sudah hampir satu Minggu, dia sangat betah dan senang karna di sini banyak teman nya. Di samping rumah nua Elisa, ada tetangga yang memiliki anak kecil berumur dua tahun dan kakak perempuan nya berumur lima belas tahun.
"Senin besok ikut mas Deni pulang ya, gak boleh nangis" Ucap Elisa mengingat kan kepada Sinta.
"Kakak gak ikut?" Tanya Sinta sambil menoleh ke arah kakak nya Elisa.
"Kakak di sini dulu, Minggu depan baru kakak ikut ke rumah sana di jemput mas Deni " Jawab Elisa.
__ADS_1
"Kenapa gak barengan aja?" Tanya Sinta sedikit kecewa.
"Kan kakak di sini baru satu Minggu an Sin, jadi di sini dua Minggu lalu di sana dua Minggu. Gitu biar adil" Jelas Elisa untuk Sinta.
"Janji setelah dua Minggu kakak akan ke rumah sana? Kakak gak bohong kan sama Sinta ?" Tanya Sinta menyakin kan kepada kakak nya ini. Jujur saja, Sinta sangat kesepian jika di rumah sendiri tak ada Ibu dan kakak nya Elisa ini. Jika Elisa tidak ke rumah sang mertua nya, Sinta akan tinggal di rumah nya bude nya. Karna di sana dia akan di lakukan seperti anak nya sendiri. Karna Bude yang tidak memiliki seorang anak. Dan sistem kerja nya Deni yang menyedia kan mess atau tempat tinggal untuk karyawan nya. Jadi jika Elisa tidak di rumah mertua nya, maka Deni akan menginap di kantor, karna berjaga jaga jika dia telat bangun dan tidak ada yang membangun kan. Karna walau pun Deni memasang alarm seratus ponsel dengan nada tertinggi pun, pasti dia tidak akan bisa bangun tanpa di bangun kan langsung. Yaa, karna Deni yang suka begadang sampai Subuh, jadi bangun pun sangat susuh.
"Iya deh iya, Sinta percaya" Final Sinta dengan sedikit cemberut.
__ADS_1
"Udah dong jangan cemberut gitu, udah jelek malah cemberut, jadi semakin jelek tau" Ledek Elisa.
"Kakak......" kesal Sinta hampir mau menangis, yaa Sinta memang anak nya sangat gampang menangis. Atau bisa di bilang anak nya tidak bisa di bentak atau di marahi. Pasti dia akhir nya akan menangis.
"Hahahahah, maaf maaf.... Gitu aja mau nangis. Huuu dasar " Goda Elisa lagi. Sebenar nya jika masalah tidak bisa di bentak adalah sifat Elisa juga. Elisa juga tipe wanita yang tidak suka di kekang, di bentak, di kasar, di atur, dan sangat egois dan keras kepala. Mau nya menang sendiri. Pencemburu, selalu berpikir negatif dan terlaku mikir sekali orang nya. Jika ada masalah kecil selalu di besar besar kan. Dan jika ada terjadi sesuatu yang sederhana atau pun kecil selalu di pikir sampai kemana mana. Apa memang semua wanita seperti itu? Atau hanya Elisa saja? Namun di balik sifat jelek tersebut, Elisa memiliki hati yang lembut dan baik. Dia penyabar dan juga pemaaf. Dia wanita yang kuat, jika memiliki masalah akan di pendam sendiri dan berusaha menyelesaikan nya sendiri tanpa mau melibatkan seseorang. Anak nya juga gak enak kan dan selalu menomor satukan orang lain tanpa melihat kemampuan nya.
...****************...
__ADS_1