Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Tidak Suka


__ADS_3

Meskipun agak kecewa pada awalnya, tapi Alvin tidak terlalu menganggap serius sikap Lian yang terkesan menolak. Bagi seorang Alvin, ini adalah tantangan baginya. Setelah berhasil menaklukan hati ibunya, maka dia memiliki misi baru sekarang yaitu, menaklukan hati anaknya.


"Lian sayang, gak boleh kayak gitu sama Om Alvin. Sini di gendong sama Mommy," ucap Alena meraih tubuh kecil si bungsu yang saat ini menyadarkan kepalanya di pundak Fazril sang kakak.


"Aku mau Mommy, kenapa Mommy selalu pergi setiap hari? Kenapa aku tak boleh ikut Mommy sekolah? Nanti kalau Mommy gak pulang-pulang kayak kemarin gimana? Pokoknya aku mau ikut ke manapun Mommy pergi, titik!" Ketus Lian memasang wajah masam.


Alena tersenyum kecil, dia pun mendekap erat tubuh putra bungsunya. Rupanya, sang putra rewel karena dirinya merasa trauma setelah di tinggalkan selama beberapa ketika dia berada di luar kota dan Lian dalam keadaan sakit beberapa hari yang lalu. Kejadian itu masih membekas di dalam hati Lian rupanya, dimana di saat anak itu sedang membutuhkan sang ibu, Alena tidak dapat mendampingi karena harus mencari keberadaan putri sulungnya kala itu.


"Maafkan Mommy, sayang. Mommy janji deh gak bakalan ninggalin kamu lagi," ujar Alena penuh penyesalan.


"Mommy pasti pergi sama Om ini 'kan? Sementara aku di tinggalkan di Rumah Sakit."


"Dede! Mommy 'kan pergi untuk mencari kaka. Bukan pergi sama Om Alvin, memangnya Dede mau kaka gak pulang-pulang? Dede gak sayang ya sama Kaka?" celetuk Lani melakukan pembelaan.


"Tidak ko, kaka. Aku sayang sama kaka. Aku hanya merasa gak suka kalau Mommy pergi sama Om ini, aku maunya Mommy sama Daddy," ketus Lian mendelik kesal menatap wajah Alvin, menunjukkan rasa tidak sukanya.

__ADS_1


Baik Alena maupun Alvin seketika menarik napas berat. Keduanya pun menoleh dan menatap satu sama lain seraya tersenyum tipis. Alena nampak menunjukkan rawa kecewanya. Apakah hubungannya dengan Alvin akan terhalang restu sang putra?


"Dede, Om Alvin baik. Daddy yang jahat!" teriak Lani tiba-tiba saja merasa kesal.


"Tidak, Daddy baik. Pokoknya aku inginnya Mommy sama Daddy, titik!"


"Ikh! Dede ngeselin, kaka marah sama Dede," ketus Lani memalingkan wajahnya dengan wajah masam.


Baik Alvin, Alena dan juga Fazril hanya bisa tersenyum cengengesan menatap 2 saudara yang sedang bertengkar kecil. Kedua anak itu mencoba untuk mempertahankan ego masing-masing. Lian yang masih belum terima dengan perpisahan kedua orang tuanya masih saja menginginkan keluarga yang utuh, kasih sayang yang utuh juga kehidupan yang normal sama seperti sebelumnya saat kedua orang tuanya masih bersama.


Anak itu sama sekali tidak mengerti apa-apa. Dia juga tidak tahu bahwa sang ayah telah banyak berubah tidak sama seperti dulu lagi. Yang dia tahu adalah, ayahnya hanya ada satu yaitu, Alviano yang saat ini mendekap di dalam penjara.


"Gak mau, Dede jahat. Dede yang harus minta maaf sama kaka duluan," ketus Lani masih memalingkan wajahnya terlihat kesal.


Alvin yang menyaksikan hal itu segera menggendong tubuh Lani. Posisi Lani dan Lian pun nampak sejajar sekarang. Laki-laki itu merapikan rambut panjangnya yang terlihat sedikit berantakan. Dia pun menatap wajah gadis kecil itu dengan tatapan mata sayu penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Lani, sayang. Dengarkan Om. Kamu adalah seorang Kaka. Kaka yang baik harus memberikan contoh yang baik kepada adiknya, terutama kamu harus mengalah, karena apa? Karena kamu adalah anak yang baik, anak yang sholeh, paham maksud Om?"


Lani menganggukkan kepalanya. Senyuman manis pun dia perlihatkan juga balas menatap wajah Alvin lalu mengalihkan pandangan matanya kepada Lian sang adik dan tersenyum kepadanya kemudian.


"Maafkan Kaka ya, Dek. Kaka salah, seharusnya Kaka tidak berdebat dengan kamu. Kaka mengerti kamu sayang sama Daddy, kaka juga sama sebenarnya, tapi kamu harus paham bahwa Mommy sama Daddy tidak bisa lagi bersama, mereka sudah bercerai," ucap Lani panjang lebar.


"Bercerai itu apa, Kak?"


"Bercerai itu, di mana orang tua kita berpisah dan tidak mungkin untuk bersatu lagi, tapi Daddy tetap ayah kita. Kalau kamu ingin ketemu sama dia juga boleh, kalau kaka sih gak mau, kaka maunya sama Om Alvin aja, iya 'kan Om?"


Semua yang ada di sana sontak tertawa nyaring. Apalagi ketika Lani menatap wajah Alvin dengan tatapan mata genit. Wajah anak itu benar-benar lucu dan menggemaskan.


"Astaga putrinya Mommy, hahahaha," decak Alena tertawa nyaring.


"Tapi aku tetap gak suka kalau Om ini dekat-dekat sama Mommy, aku gak suka!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


...****************...


__ADS_2