Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Pembantuku Kekasihku


__ADS_3

Alena secara refleks berdiri tegak tepat di depan sang kaka. Dia merasa terkejut, bahkan sangat terkejut. Wanita yang dijodohkan dengan kakaknya ini ternyata adalah wanita yang telah merusak rumah tangganya dengan suaminya terdahulu?


'Waaah! Dunia lebih sempit dari yang di bayangkan ternyata,' batin Alena.


Dari sekian banyak wanita di luaran sana, kenapa harus si Aprilia yang dijodohkan dengan sang kakak? Alena menggelengkan kepalanya. Beruntung sang kaka menolak perjodohan ini dan lebih memilih gadis bernama Nuri yang tidak lain dan tidak bukan adalah asisten rumah tangganya sendiri.


"Kamu terkejut?" tanya Fazril tersenyum kecil.


"Tentu saja. Bagaimana bisa Abang--" Alena bahkan tidak mampu untuk meneruskan ucapannya. Dia kembali duduk di kursi semula.


"Abang juga terkejut, Lena. Sangat terkejut, kata orang dunia ini luas, tapi ternyata dunia ini sempit. Dari sekian banyak wanita di luaran sana, kenapa Abang harus di jodohkan dengan wanita murahan itu? Wanita gatal yang bisanya menggoda suami orang."


"Tapi Abang beneran udah menolak perjodohan ini 'kan? Aku gak mau lho memiliki Kaka ipar wanita itu."


"Tentu saja, kamu gak dengar tadi Abang bilang apa? Abang mencintai Nuri, Abang juga serius dalam menjalin hubungan ini, tapi masalahnya adalah, Abang gak tahu apakah ibu dan ayah akan memberikan restunya atau tidak."


"Hmm! Aku doakan yang terbaik untuk Abang. Semoga saja mereka memberikan restunya untuk hubungan kalian."


"Kamu tidak menentang hubungan kami?"


"Apa? Menentang? Untuk apa menentang? Ada hak apa aku harus menentang hubungan Abang sama Mbak Nuri? Aku justru salut sama Abang dan kagum sama Mbak Nuri. Dia mampu menaklukan hati seorang Fazril, bukankah itu hal yang sangat luar biasa?"


"Hahahaha! Kamu memang adik terbaik, Alena. Walau bagaimana pun, terima kasih karena telah mengatakan hal ini."


"Tapi ingat, jaga batasan dalam berpacaran, tadi itu lagi ngapain? Dua-duaan di dalam kolam? Kalau sampai ada setan lewat gimana?"


"Ish! Mulai keluar deh bawelnya. Iya-iya, bawel ... Akan Abang ingat pesan kamu ini. Dahlah, Abang mau lanjut berenang, kamu sih gangguin aja tadi," keluh Fazril membuka kimono handuk yang dia kenakan.

__ADS_1


Byur!


Fazril melompat ke dalam kolam hingga air kolam pun seketika membasahi pakaian Alena kini. Wanita itu pun seketika bedecak kesal. Dia berteriak nyaring memarahi kakak kesayangannya.


"Haaaa! Abang apaan sih? Pelan-pelan memangnya tidak bisa apa? Ikh! Dasar nyebelin!" teriak Alena memekikkan telinga.


Fazril mengeluarkan kepalanya dari dalam air. Dia pun tertawa nyaring menatap pakaian sang adik yang saat ini basah dengan air. Wajah Alena nampak di tekuk kesal.


"Hahahaha! Maaf ya adikku sayang. Abangmu ini telah menganggu waktu bulan madu kalian. Kalau kamu merasa keberatan dengan kehadiran kami, maka dengan hati Abang akan pindah dari sini. Abang akan menginap di hotel bersama kekasih Abang tercinta," ucap Fazril mengusap wajahnya sendiri lalu mulai berenang layaknya seorang Atlet renang profesional.


"Idih! Siapa lagi yang merasa keberatan dengan kedatangan Abang, yang ada aku malah ngerasa senang lho. Aku bisa titipin Lani sama Abang selagi aku jalan-jalan keluar nanti."


"Memangnya Abang penitipan apa," jawab Fazril berdiri tepat di pinggiran kolam.


"Ish, mentang-mentang udah punya pacar Abang jadi sombong ya, awas aja kamu, Bang!"


"Astaga, kakak beradik ini! Bisanya berdebat terus. Apa gak bisa yang besar mengalah sama yang kecil!" Terdengar suara Alvin berjalan menghampiri istrinya lalu berdiri dengan meletakan telapak tangannya di bahu sang istri.


"Mengalah? Hahahaha! Tidak!" tawa Fazril terdengar nyaring lalu kembali meliuk-liuk di dalam air.


"Sayang, mau berenang juga?" tanya Alvin menoleh dan menatap wajah sang istri.


"Boleh juga, sebentar aku ganti pakaian dulu ya. Eu ... Lani masih tidur?" jawab Alena.


"Masih, sepertinya dia benar-benar kelelahan. Tidurnya nyenyak sekali dia."


"Ya udah, aku masuk dulu ya. Aku mau pakai baju renang dulu."

__ADS_1


Alvin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


"Gimana, udah berhasil memproduksi adik untuk Lani?" tanya Fazril.


"Ish, emangnya makanan apa di produksi segala?" decak Alvin, mulai menanggalkan satu-persatu pakaian yang dia kenakan hingga menyisakan celana boxer berwarna hitam saja kini. Dia pun mulai memasuki kolam dan menyelam lalu muncul tepat di samping sang kakak ipar.


"Kamu sendiri gimana? Saya dengar kamu di jodohkan?" tanya Alvin kemudian.


"Gak jadi. Perjodohannya batal."


"Lho, kenapa? Apa karena gadis itu jauh dari kriteria wanita idaman Abang?"


"Tidak, bukan seperti itu, tapi karena saya memang sudah punya wanita lain yang saya cintai."


"Hah? Serius? Wah, ternyata Abang diam-diam sudah punya pacar juga ternyata. Ayo dong kenalkan sama kami. Siapa tahu kita bisa ngedate bareng nanti."


"Emang dia ada di sini ko, tuuuh!" jawab Fazril menunjuk tubuh Nuri yang saat ini berjalan bersama Alena menuju area kolam renang.


Alvin mengikuti arah pandangan mata Fazril. Dia pun menatap wajah sang istri lalu mengalihkan pandangan matanya kepada gadis yang berada di sebelahnya kini. Alvin membulatkan bola matanya merasa terkejut, sama halnya seperti Alena saat baru mengetahui hal ini tadi.


"Dia?" Tanya Alvin menoleh dan menatap wajah kakak iparnya dengan bola mata yang membulat sempurna.


"Betul. Dia orangnya. Gadis itu benar-benar telah mampu menggetarkan hati saya, bahkan ketika pertama kali saya melihat wajah Nuri, hati saya benar-benar bergetar karenanya. Dialah jawaban atas segala doa-doa yang selalu saya panjatkan selama ini. Dia saat saya meminta jodoh yang sempurna."


"Tuhan menghadirkan dia gadis yang lebih dari sekedar sempurna, baik kecantikannya, kebaikannya, kepolosannya dan tutur katanya, Nuri sangat sempurna untuk saya. Meskipun dia tidak memiliki pendidikan yang tinggi, tapi dia mempunyai kemampuan melampaui mereka yang berpendidikan tinggi. Saya cinta sama dia, pembantuku kekasihku," jawab Fazril menatap wajah gadis yang dia cintai dengan tatapan mata sayu penuh rasa cinta.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2