Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Cinta Pertama


__ADS_3

Alena merasa terhenyak. Bahkan di dalam tidurnya saja Lian putra bungsunya masih memanggil nama sang ayah. Anak itu sangat merindukan Alviano. Alena benar-benar di buat bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang? Apakah dirinya harus mempertemukan sang putra dengan ayahnya?


'Tidak, aku gak mungkin membawa Lian ke lapas untuk menemui ayahnya. Dia pasti akan banyak bertanya nanti Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?' batin Alena seketika dilinda rasa dilema.


Dia pun mencoba untuk memejamkan kedua matanya. Padahal hari masih terlalu pagi, tapi rasa kantuk itu tiba-tiba saja mendera. Alena terlelap seketika itu juga bersama kedua putra-putrinya yang dia peluk erat kini.


.


3 jam kemudian.


Tok! Tok! Tok!


Ceklek!


Pintu kamar di ketuk dan buka, ibu masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju ranjang. Beliau menatap wajah sang putri dan juga cucunya yang saat ini tertidur dengan begitu lelapnya.


"Astaga, lelap sekali tidur kalian," gumam ibu hendak berbalik dan keluar dari dalam kamar.


"Ibu?" Sapa Alena seketika membuka kedua matanya juga membuka mulutnya lebar-lebar.


"Kamu sudan bangun?" tanya ibu dengan nada suara pelan karena tidak ingin membangunkan kedua cucunya.


"Iya, bu. Eu ... Ada apa? Sepertinya ada yang ingin ibu katakan?"


"Ada pacar kamu di bawah."


"Mas Alvin?"


Ibu menganggukkan kepalanya.


"Bisa minta tolong beri tahu dia untuk menunggu aku sebentar, aku mau cuci muka dulu."


"Baiklah, akan ibu sampaikan, tapi Len. Apa kamu baik-baik saja. Kalau kamu gak enak badan, sebaiknya kamu ke Dokter."


"Nggak ko, bu. Aku baik-baik saja, aku cuci muka dulu."


Alena pun bangkit lalu turun dari atas ranjang. Dia berjalan arah kamar mandi lalu masuk ke dalamnya. Sedang kan sang ibu berjalan keluar dari dalam kamar.


.


Setelah menunggu selama 20 menit, akhirnya yang di tunggu pun datang. Wajah Alvin terlihat lega meskipun dirinya sempat dilanda rasa khawatir karena Alena tidak masuk ke kampus tanpa kabar dan berita.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja, Len?" tanya Alvin menatap wajah Alena yang saat ini berjalan menghampiri.


"Aku baik-baik saja. Maaf, aku gak sempat menghubungi Mas Alvin. Tadi aku ketiduran sama anak-anak," jawab Alena duduk di kursi yang sama dengan kekasihnya.


"Kamu sakit? Wajah kamu pucat banget lho. Apa perlu kita ke Dokter? Saya akan mengantarkan kamu," tanya Alvin, rasa khawatir pun kembali mengusik hatinya kini.


"Hah? Eu ... Gak usah, aku baik-baik saja ko. Uhuk ... Uhuk ..." jawab Alena seketika terbatuk.


"Pokoknya kita ke Dokter sekarang, Lena. Kamu batuk lho."


"Cuma batuk biasa ko, Mas. Ini juga karena tenggorokan aku kering. Aku belum sempat minum."


"Bohong! Kamu sakit, Alena Dwi Pratiwi. Itu sebabnya kamu gak ngampus pagi ini, iya 'kan?"


"Kata siapa? Aku gak sakit, aku gak ngampus karena mendadak gak mood buat belajar. So tahu banget sih," jawab Alena menahan senyuman di bibirnya.


"Bukan so tahu, sayang. Saya khawatir sama kamu, kalau kamu sakit saya juga sakit. Kalau kamu terluka saya pun akan sangat terluka. Jadi, jaga kesehatan kamu. Jaga hati kamu juga, sakitnya kamu sakitnya saya juga, Lena."


"Ish, dasar gombal." Lagi-lagi Alena menahan senyuman di bibirnya, kali ini dia memalingkan wajahnya hanya untuk menyembunyikan wajahnya yang merah bersemu kini.


"Tapi kamu suka 'kan?"


"Tidak!"


"Iya-iya aku suka. Sudah lama sekali aku gak ngerasain digombalin sama laki-laki. Sudah lama juga aku tidak merasakan indahnya jatuh cinta dan rasanya masih tetap sama ternyata. Aku cuma pernah merasakan 2 kali jatuh cinta. Cinta pertamaku juga masih tetap sama."


Alvin seketika terlihat murung. Jadi, cinta pertamanya Alena adalah Alviano? Berharap dirinyalah cinta pertama wanita itu.


"Mas Alvin kenapa?" tanya Alena mengerutkan kening.


"Jadi cinta pertama kamu tetap si Alviano? Mantan suami kamu?"


"Siapa bilang?"


"Kamu 'lah, masa kucing."


"Astaga, hahahaha! Mas tau, cinta pertamanya seorang anak perempuan adalah ayahnya. Begitupun dengan aku, cinta pertamaku adalah ayah, tapi seperti ayah harus rela cinta pertama putrinya berpindah."


"Sama siapa?"


"Sama kamu 'lah, masa sama kucing!"

__ADS_1


Wajah Alvin pun seketika memerah. Akhirnya dia pun kena gombal wanita bernama Alena. Rasanya? Hati seorang Alvin terasa berbunga-bunga layaknya taman bunga yang sedang bermekaran di taman.


"Wajah Mas Alvin merah?"


"Merah gimana? Nggak ko, biasa aja"


"Bohong!"


"Iya-iya saya bohong, ternyata kamu pandai menggombal juga, Lena."


"Tapi Mas suka 'kan?"


"Suka banget, sayang. Terima kasih karena sudah menggombali saya."


"Hah? Hahahaha! Masa digombali malah berterima kasih, Mas Alvin aneh."


Alvin hanya tersenyum cengengesan seraya menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terasa gatal sama sekali.


.


Setelah pulang dari kediamannya Alena dan memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja, Alvin pun pulang ke rumah dengan hati dan perasaan riang. Hatinya benar-benar senang, perasaanya pun merasa sangat bahagia. Kekasihnya itu ternyata pandai dalam hal menghibur perasaanya yang sebenarnya tidak sedang baik-baik saja.


Alvin masuk ke dalam rumah. Dia pun berjalan menuju kamar dan hendak masuk ke dalamnya. Namun, laki-laki itu seketika mengurungkan niatnya saat mendengar sang ayah memanggil namanya dengan nada suara lantang.


"Alvin!" Teriak sang ayah duduk di ruang santai bersama istrinya seperti biasa.


Alvin memejamkan kedua matanya sejenak, sebelum akhirnya berbalik dan menatap mereka berdua tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Kemarilah, ada yang ingin Daddy bicarakan."


Alvin seketika berjalan menghampiri masih tanpa sepatah katapun. Laki-laki itu duduk di kursi yang berbeda dengan kedua orang tuanya.


"Kapan kamu akan melamar pacar kamu itu?"


Alvin merasa terkejut tentu saja. Dia sontak menoleh dan menatap wajah sang ayah dengan senyuman di bibirnya kini. Apa ini artinya ayahnya itu sudah merestui hubungan dirinya dengan Alena?


"Kenapa diam saja? Apa kamu mau Daddy jodohkan dengan wanita lain?"


"Tidak!"


"Ya sudah, katakan sama pacar kamu itu. Malam minggu ini Daddy akan datang ke rumahnya untuk berkenalan dengan orang tua Alena."

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2