Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Merasa Bersalah


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, Alena ternyata mendengar semua yang di bicarakan oleh Lani dan kakaknya. Hati seorang Alena benar-benar merasa terhenyak. Sebenci itukah Lani ke pada ayahnya sendiri? Meskipun hal itu adalah sesuatu yang wajar, mengingat apa yang telah dilakukan oleh mantan suaminya terhadap putri mereka benar-benar keterlaluan.


Akan tetapi, Alena masih tidak menyangka bahwa Lani masih belum melupakan kejadian itu, padahal waktu sudah lama berlalu. Alviano juga sudah mendekam di dalam penjara. Apa putrinya itu merasa trauma? Sampai-sampai Lani ingin segera memiliki ayah baru untuk menggantikan posisi ayah kandungnya sendiri?


Alena seketika mengusap dadanya lembut. Rasanya sakit sekali ketika melihat putri sulungnya memohon kepada sang kaka. Sedangkan Alena sendiri yakin betul bahwa dirinya belum mendapatkan restu dari kedua orang tua kekasihnya itu.


"Kenapa kamu masih berdiri di sini, Lena? Kamu gak berangkat ke kampus?" tanya Ibu bersama Lian di dalam gendongannya.


"Sepertinya aku gak ngampus hari ini. Biar nanti aku chat Mas Alvin," jawab Alena perasaanya tiba-tiba saja dilanda rasa galau.


"Lho, kenapa? Lian udah gak rewel, dia mau ko main bersama Mommy di rumah."


"Entahlah, tiba-tiba saja aku gak enak badan," jawab Alena, dia pun mengusap kepala Lian sejenak lalu berjalan meninggalkan sang ibu juga putranya menuju kamar pribadinya.


"Eyang, apa Mommy marah sama aku gara-gara aku rewel dan minta ikut sama Mommy ke sekolah?" tanya Lian merasa bersalah.


"Tidak, sayang. Mana mungkin Mommy marah sama kamu. Mommy kamu sepertinya sedang tidak enak badan," jawab sang Nenek.


"Hmm! Turunkan aku Eyang, aku mau minta maaf sama Mommy."

__ADS_1


Sang Nenek pun menurunkan tubuh Lian dengan sangat hati-hati hingga dia berdiri tegak kini. Anak itu pun segera berlari menuju tangga dan naik ke lantai 2 di mana kamar mereka berada. Tidak lama kemudian, Lani pun masuk ke dalam rumah dan melakukan hal yang sama.


"Dede! Tungguin kaka!" Teriak Lani sesaat sebelum dia menaiki tangga pertama.


"Jangan lari, astaga kalian!" Decak sang Nenek mengikuti kedua cucunya dari arah belakang.


Ceklek!


Pintu kamar pun di buka. Lani dan adiknya masuk ke dalam kamar, sang ibu nampak sedang meringkuk di atas ranjang. Keduanya pun berjalan menghampiri lalu naik ke atas ranjang dan duduk tepat di depan Alena kemudian.


"Mommy sakit apa? Apa karena aku rewel Mommy jadi sakit kayak gini?" tanya Lian meletakan telapak tangannya di kening Alena memeriksa suhu tubuh sang ibu.


"Mommy cuma gak enak badan biasa ko. Kalian gak usah khawatir ya, Mommy baik-baik saja. Mommy hanya perlu beristirahat sebentar."


Alena seketika bangkit lalu duduk tegak di atas ranjang. Dia pun menatap kedua putra-putrinya secara bergantian. Senyuman manis pun dia perlihatkan.


"Kamu tidak salah sama sekali, sayang. Tidak perlu meminta maaf seperti itu. Seharusnya Mommy yang minta maaf kepada kalian karena Mommy, kalian jadi kehilangan kasih sayang dari Daddy."


"Mommy tidak salah, kami yang rewel. Mommy jadi sakit kayak gini gara aku. Aku minta maaf," jawab Lian menunduk penuh penyesalan.

__ADS_1


"Astaga, ada apa dengan putra-putri Mommy ini? Kenapa kalian mendadak kayak gini? Iya-iya, Mommy memaafkan kalian berdua ko. Sini peluk Mommy." Alena merentangkan kedua tangannya lebar-lebar lalu memeluk tubuh mereka berdua secara bersamaan.


Cup!


Cup!


"Mommy sayang kalian berdua. Kalian anak-anak Mommy yang sholeh dan sholehah," lirih Alena mengecup pucuk kepala mereka berdua secara bergantian.


"Kami juga sayang Mommy," jawab keduanya secara bersamaan.


"Mau menemani Mommy bobo?"


"Mau-mau!"


Merek bertiga pun meringkuk di atas ranjang. Alena merentangkan satu tangannya memeluk tubuh keduanya secara bersamaan.


'Berkat kalian Mommy bisa bertahan. Demi kalian Mommy masih berdiri tegak sampai sekarang. Terima kasih karena telah menjadi anak-anak Mommy,' batin Alena menatap sayu wajah kedua putra-putrinya.


Mereka adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun pernikahannya dengan laki-laki bernama Alviano harus berakhir dengan perceraian, tapi dia tidak menyesali keputusannya untuk menikah muda. Berhat hal itu dirinya dikaruniai 2 buah hati yang menjadi menyemangatnya saat ini.

__ADS_1


"Aku rindu Daddy," celetuk Lian secara tiba-tiba membuat Alena seketika merasa terhenyak tentu saja.


BERSAMBUNG


__ADS_2