
Seperti biasah, jika Elisa tidak di rumah mertua nya, maka Deni seminggu sekali akan pulang saat libur di hari Minggu. Setiap Sabtu malam setelah selesai bekerja, Deni akan istirahat sebentar dan setelah itu pulang ke rumah Elisa.
[*Aku berangkat sekarang Sayang] isi pesan Deni ke pada Elisa.
[Iya, hati-hati di jalan yaa. Jangan Ngebut Ngebut kalau nyetir] Balas pesan Elisa ke pada Deni.
[Siap Sayang ku] Balas Deni*.
Biasahnya jika Deni sendiri yang melaju kan kendaraan nya, tidak perlu membutuh kan waktu yang sangat lama. Karna jika Deni sendirian, dia akan sampai satu jam setengah saja. Padahal normal nya jika dari kota Deni ke kota Elisa memerlukan kurang lebih dua jam lama nya, kadang bisa lebih. Namun Deni hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam setengah. Pantas saja Elisa suka marah-marah jika Deni melajukan montor nya di atas rata-rata.
Elisa jika suami nya akan pulang, biasah nya akan menunggu di dalam kamar. Jika suami nya datang dia akan membuat kan kopi untuk nya. Biasah nya Elisa akan menghabis kan waktu nya dengan memain kan ponsel nya saat menunggu Deni pulang.
__ADS_1
Rasa nya saat dia tau bahwa Deni akan pulang, Elisa tidak bisa tidur. Padahal jika hari-hari biasa, dia akan sudah tertidur duluan. Namun, saat Deni ingin pulang dia akan mendadak menjadi kelelawar, karna tidak tidur.
Dan jika dia mendengar suara mesin montor Deni, mendadak hati nya jadi tak karuan. Senang bahagia pastinya, sudah seperti masih pacaran saja. Padahal saat masih pacaran tidak seperti ini. Tak lama kemudia terdengar suara mesin motor Deni berhenti di depan rumah nya. Dan Bapak Elisa berjalan membuka kan pintu untuk Deni.
Ceklek.
"Berangkat jam berapa tadi Den dari sana?" Sapa Bapak Elisa.
"Jam sepuluh lebih mungkin Pak " Jawab Deni sambil mencium punggung tangan Bapak Elisa.
Elisa memang jarang membuka kan pintu untuk Deni, bukan nya malas atau apa. Dia sangat gugup dan jadi salah tingkah jika berhadapan dengan Deni. Entahlah kenapa. Apa ini yang di namakan jatuh cinta lagi dan lagi? Ayolah, hubungan mereka sudah lama, bahkan dulu di kota orang mereka sering ketemu setiap hari dan Elisa biasah saja. Namun sekarang sangat berbeda.
__ADS_1
"Kopi yankk" Ucap Deni sambil melepaskan tas dan jaket nya.
"Iya, iya bentar" Jawab Elisa sambil tersenyum melihat ponsel.
"Cepet lah yankk... Ponsel mulu, lihat apa sih ketawa sendiri gitu" Kesal Deni. Sebenar nya Elisa ketawa bukan karna ponsel nya. Namun dia sangat senang dan bahagia saat Deni sudah sampai. Sungguh, rasanya pipi nya mau meledak menahan malu. Untuk menatap Deni saja dia tak mampu. Seperti seorang sedang di mabuk asmara. Jantung nya jangan di tanya lagi, sudah pasti sangatlah berisi sekali.
"Yankkk...." Panggil Deni kembali.
"Iya, iya. Ini berangkat " Ucap Elisa bangkit dan berjalan menuju dapur. Di dapur Elisa menormal kan detak jantung nya. Daj berusaha biasa saja.
"Duh, ino jantung mau copot rasa nya" Batin Elisa sambil menarik nafas dalam-dalam lalu di hembuskan perlahan.
__ADS_1
"Bisa gila aku kalau seperti ini terus. Duh..... Salah tingkah gini sih jadi nya" Batin Elisa lagi.
...****************...