Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Bodoh


__ADS_3

"Apa?" Tanya Nuri menarik pergelangan tangannya dengan sedikit di hentakkan.


"Saya suka sama kamu," Fazril mengulangi pernyataannya.


"Maaf, Den. Saya sibuk, masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan," pamit Nuri seketika bangkit dan hendak pergi.


"Tunggu, Ri." Fazril menarik telapak tangan gadis itu menahan kepergiannya.


Nuri diam membeku. Mana mungkin majikannya ini menyukai dirinya? Pernyataan laki-laki ini sulit di percaya juga sulit di terima dengan akal dan logika menurutnya. Nuri mencoba untuk berpikir logis, mana mungkin Fazril menyukainya jika tidak berpikir hanya untuk mempermainkan dirinya saja? Jelas-jelas dia mendengar dengan kedua telinganya sendiri bahwa laki-laki ini di jodohkan oleh Tuan besar dan Nyonya besar di rumah itu.


"Kamu kenapa, Nuri? Apa Kamu terkejut atas apa yang baru saja saya katakan ini? Saya tahu kamu pasti syok, tiba-tiba saja saya mengatakan bahwa saya suka sama kamu setelah saya bersikap ketus bahkan memarahi kamu secara berkali-kali, tapi saya benar-benar menyukai kamu. Maaf atas semua sikap buruk saya selama ini," ucap Fazril tulus juga penuh penyesalan.


"Mohon maaf, Den. Aku datang ke sini untuk bekerja, aku memang hanya orang kampung yang tidak berpendidikan, tapi aku tidak mudah untuk di bodohi. Bapak sama ibu aku mengajarkanku untuk tidak percaya begitu saja sama yang namanya laki-laki, terlebih laki-laki seperti Den Azril," jawab Nuri panjang lebar.


"Jadi kamu tidak percaya dengan apa yang saya katakan?"


"Seperti itulah kira-kira."


"Astaga, Nuri. Apa yang harus saya lakukan agar kamu bisa percaya kepada saya?"


"Tidak ada yang harus Aden lakukan. Lebih baik Den Azril fokus saja kepada perjodohan yang sudah diatur'kan kan oleh Tuan dan Nyonya besar."


Fazril seketika melepaskan lingkaran tangannya. Kenapa dirinya sampai melupakan hal itu? Nuri pasti mendengar apa yang di bicarakan oleh ayah dan juga ibunya siang ini. Fazril mengusap wajahnya kasar, apa yang harus dia lakukan selanjutnya? Bingung, laki-laki itu tidak tahu harus berkata dan berbuat apa.


"Saya permisi, Den," pamit Nuri tanpa menoleh.


'Aku bukan gadis bodoh yang bisa dibodohi begitu saja, Den,' batin Nuri berjalan meninggalkan laki-laki itu sendirian di sana.


'Saya benar-benar bodoh, bodoooh! Kenapa saya harus bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu? Fazril, Fazril, kriteria wanita idamanmu begitu tinggi, tapi kamu di tolak sama seorang asisten rumah tangga? Astaganaga!' batin Fazril merutuki diri sendiri.

__ADS_1


"Ini tidak bisa diterima, harga diri saya sebagai seorang laki-laki merasa di injak-injak sama si Nuri itu. Lihat saja, saya akan mengejar kamu sampai dapat, saya akan membuat kamu jatuh cinta kepada saya. Eu ... Tapi perjodohan itu bagaimana ya? Astaga, Fazril!" gumamnya berbicara sendiri lalu duduk di kursi yang semula di duduki oleh gadis bernama Nuri.


.


Keesokan harinya.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi, Den. Saya mau mengantarkan pakaian bersih," terdengar suara seorang wanita mengetuk pintu kamar Fazril, membuat laki-laki itu seketika tersenyum lebar.


'Akhirnya dia datang juga,' batin Fazril merasa senang.


"Masuk, pintunya gak di kunci!"


Ceklek!


Pintu pun di buka lebar. Bibi masuk dengan mambawa sebuah keranjang pakaian. Senyuman yang semula mengembang sempurna di kedua sisi bibir Fazril pun seketika hilang, karena ternyata yang datang bukanlah orang yang dia harapkan. Jujur, laki-laki itu seketika merasa kecewa tentu saja. Dia yang saat ini sedang berbaring seketika bangkit lalu duduk tegak di atas ranjang.


"Hah?" Bibi mengerutkan kening.


"Nuri kemana? Kenapa bukan dia yang mengantarkan pakaian saya ini?"


"Kan Aden sendiri yang meminta dia untuk jangan masuk lagi ke kamar Aden lagi. Apa Aden lupa?"


Fazril memejamkan kedua matanya. Kenapa dia sampai melupakan hal itu? Bukankah dia sendiri yang meminta Nuri untuk tidak masuk lagi ke dalam kamarnya?


'Astaga, dasar bodoh. Saya benar-benar bodoh,' lagi-lagi Fazril merutuki diri sendiri.


"Den Fazril baik-baik saja?" tanya Bibi mengerutkan kening.

__ADS_1


"Eu ... Bibi balik lagi ke belakang, saya ingin Nuri yang mengantarkan pakaian ini, oke?"


"Hah?"


"Buruan, malah bengong lagi. Pokoknya, mulai sekarang saya ingin dia yang mengurus semua pakaian saya, dia juga yang harus mengantarkannya ke mari, paham?" tegas Fazril penuh penekanan.


"Ba-baik, Den," jawab Bibi mengerutkan kening merasa heran. Wanita paruh baya itu berbalik dan berjalan keluar dari dalam kamar dengan langkah kaki gontai juga otak yang dipenuhi dengan berbagai tanda tanya.


'Den Fazril kenapa? Aneh banget,' batin Bibi seraya mengerutkan kening.


.


Setelah 20 menit menunggu, akhirnya yang di tunggu pun datang. Nuri masuk ke dalam kamarnya dengan membawa keranjang. Wajah Nuri terlihat datar, dia membungkukkan tubuhnya memberi hormat lalu berjalan ke arah lemari.


Fazril tidak mengatakan sepatah katapun. Kedua matanya menatap wajah Nuri lekat. Gadis yang saat ini mengenakan pakaian yang sangat sederhana lengkap dengan celemek yang melingkar di pinggangnya itu masih saja terlihat begitu cantik di mata seorang Fazril.


Akhirnya Nuri selesai mengerjakan tugasnya, seluruh pakaian yang di bawa sudah dia masukan ke dalam lemari tidak bersisa. Dia pun berjalan melintas di hadapan sang majikan yang saat ini duduk tepat di tepi ranjang. Nuri membungkuk hormat dengan langkah kaki pelan, tapi gadis itu seketika menghentikan langkah kakinya ketika pergelangan tangannya tiba-tiba saja di raih dan di tarik hingga tubuhnya mendarat di atas pangkuannya kini.


Grep!


Bruk!


Tubuh Nuri benar-benar duduk di atas pangkuan sang majikan. Gadis itu membulatkan bola matanya merasa terkejut bukan kepalang. Sementara Fazril, dia tersenyum penuh kemenangan seraya melingkarkan pergelangan tangannya di pinggang ramping gadis itu erat.


"Den A-aazril?" Decak Nuri merasa tidak nyaman.


"Fazril, F A Z R I L. Kalau kamu sampai salah memanggil nama saya lagi, maka saya akan menjadikan kamu istri saya, paham?"


Nuri diam membeku seraya menatap wajah sang majikan yang berada sangat dekat dengannya kini.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2