Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Pulang Part 2


__ADS_3

"Itu Kaka Lian yang kemarin nolongin aku, Mom. Ups! Keceplosan deh," jawab Naila dengan begitu polosnya.


Alena perlahan berjalan mendekati Lian dengan langkah kaki gontai. Kedua matanya menatap lurus ke depan di mana Lian sedang berjalan menghampirinya juga balas menatap wajahnya kini.


Bola mata Alena seketika memerah. Tubuhnya pun terasa gemetar. Apakah pemuda itu benar-benar Lian putranya? Putra yang selama ini dia rindukan, putra yang telah membuat hidupnya terasa merana karena harus menahan rasa rindu hingga membuatnya diliputi penyesalan selama 15 tahun lamanya.


Mereka pun akhirnya benar-benar berdiri saling berhadapan. Kedua tangan Alena seketika bergerak mengusap kedua sisi rahang Lian dengan telapak tangan yang gemetar. Buliran air mata benar-benar berjatuhan dengan begitu derasnya.


Hal yang sama pun di rasakan oleh Lian, dia mengecup telapak tangan sang ibu yang kini berada di kedua sisi rahangnya. Tangis Lian pun pecah, dia memeluk tubuh sang Ibu erat seraya memanggil namanya secara berkali-kali.


"Mommy! Mommy! Mommy! Hiks hiks hiks!" rengek Lian persis seperti yang selalu dia rengekan ketika dirinya masih kecil.


"Iya, Nak. Ini Mommy! Kamu sudah besar, sayang! Astaga, putranya Mommy, putra kesayangannya Mommy. Hiks hiks hiks!" Lirih Alena, antara rasa bahagia, rasa haru dan rasa tidak percaya seolah melebur menjadi satu kini.


Ini seperti mimpi bagi keduanya. Bertemu kembali dengan orang yang dirindukan adalah sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Lani yang menyaksikan pertemuan itu pun tidak kuasa menahan rasa harunya. Akhirnya keluarganya bisa kembali berkumpul seperti dulu lagi.


'Terima kasih Tuhan, akhirnya engkau mempertemukan kami kembali. Berkat kuasamu kami bisa berkumpul kembali seperti dulu,' batin Lani air matanya bergulir begitu saja dengan begitu derasnya.


Lani menghampiri ibu dan juga sang adik. Seketika itu juga Alena segera merentangkan kedua tangannya lalu memeluk kedua putra-putrinya buah hati dari pernikahannya terdahulu. Mereka bertiga benar-benar berpelukan erat seraya menangis dan tertawa secara bersamaan benar-benar terlihat begitu bahagia.


"Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa memeluk kedua anakku lagi," lirih Alena mengecup wajah putra-putrinya secara bergantian.


Alvin yang semula berada di dalam rumah pun segera berjalan keluar. Pemandangan mengharukan pun terlihat oleh kedua matanya kini. Laki-laki itu merasa terhenyak. Dia yakin betul bahwa pemuda yang saat ini di peluk oleh istrinya itu adalah Lian, putra sambungnya yang sempat terpisah selama 15 tahun lamanya. Sungguh pemandangan yang luar biasa mengharukan.


'Jadi ini alasan kamu pergi-pergi terus selama ini, Lani? Kamu benar-benar mencari keberadaan Lian adik kamu. Selamat, akhirnya kalian bertiga bisa berkumpul lagi,' batin Alvin mengusap wajahnya kasar, buliran air mata itu benar-benar berjatuhan tanpa dia sadar.

__ADS_1


.


Keesokan harinya.


"Apa? Jadi Daddy kalian--" tanya Alena tidak kuasa menahan rasa terkejutnya saat mendengar kabar bahwa, mantan suaminya telah menghadap Ilahi akibat sebuah kecelakaan.


"Semua ini gara-gara aku, Mom. Daddy kecelakaan karena aku, hiks hiks hiks!" jawab Lian menangis sesenggukan. Pikirannya seketika melayang mengingat kejadian 5 tahun yang lalu.


.


Flash Back On.


5 tahun yang lalu, Lian dan juga Alviano baru saja pulang ke negaranya setelah menetap selama 10 tahun di negara tetangga. Bukan tanpa alasana Alviano pulang ke tanah air. Hal itu dia lakukan karena dirinya ingin menemani sang ibu yang sudah semakin tua renta dan hanya tinggal sendirian saja.


"Dad ... Eu ... Antarkan aku ke rumah Mommy. Aku ingin ketemu sama Kaka dan Mommy," pinta Lian membuat ayahnya seketika merasa kesal karena mereka baru saja sampai.


"Apa maksud kamu, Lian? Kita baru saja sampai lho," jawab Alviano menjatuhkan tubuhnya di kursi ruang tamu seketika memejamkan kedua matanya.


"Aku mohon, Dad. Sebentar aja. Aku sudah menuruti keinginan Daddy untuk ikut bersama Daddy selama 10 tahun lamanya. Sekarang antarkan aku pulang, Dad. Aku janji akan kembali lagi ke sini."


"Tidak! Sekali tidak tetap tidak, titik! Daddy lelah, Daddy mau istirahat."


"Tapi, Dad--"


"Cukup! Lebih baik kamu istirahat, Lian. Kita baru saja pulang setelah perjalanan jauh, kamu pasti lelah."

__ADS_1


Lian seketika memejamkan kedua matanya. Orang pertama yang ingin dia temui setelah sampai di negara ini adalah bertemu dengan ibu dan juga kakaknya. Lian bahkan selalu membawa sebuah pigura berisi fotonya bersama mereka berdua, agar dirinya tidak sampai melupakan 2 wanita yang sangat dia sayangi di dunia ini.


"Kenapa dulu Daddy membohongiku? Daddy mengatakan bahwa kita hanya akan tinggal selama beberapa hari di luar negeri? Nyatanya, Daddy tidak pernah membawa aku kembali. Apa Daddy tahu betapa aku sangat tersiksa karena menahan rasa rindu kepada mereka? Apa Daddy tahu kalau aku selalu menangis setiap malam karena merindukan kaka?" tanya Lian menaikan suaranya seolah sedang memuntahkan kekesalan yang selama ini dia tahan.


"Semua itu Daddy lakukan karena Daddy sayang sama kamu, karena Daddy tidak ingin berpisah dengan kamu, Nak."


"Tidak! Daddy hanya ingin memisahkan aku sama Mommy! Benar kata kaka, Daddy itu jahat dan egois. Aku benci sama Daddy!"


"Lian!"


"Baik, kalau Daddy gak mau mengantarkan aku ke sana, maka aku akan pulang sendiri. Aku sudah besar, Dad. Aku bukan anak kecil lagi yang bisa Daddy atur-atur sesuka hati Daddy. Termasuk melarangku untuk bertemu dengan Mommy dan Kaka Lani!" tegas Lian penuh penekanan, dia pun berbalik dan benar-benar keluar dari dalam rumah tersebut.


"Tunggu, Lian! Dengarkan penjelasan Daddy dulu," teriak Alviano mengejar putranya dari arah belakang.


Lian sama sekali tidak mengindahkan teriakan sang ayah. Dia semakin mempercepat langkah kakinya hingga dia benar-benar tiba di tepi jalan raya. Lian seketika menyebrang jalanan dengan setengah berlari.


Alviano yang memang sedang mengejar putranya itu seketika melakukan hal yang sama, tanpa menyadari ada sebuah mobil truk yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.


Brak!


Bruk!


Mobil tersebut menabrak tubuh Alviano keras membuatnya terpelanting selama beberapa meter dengan tubuh yang remuk juga darah segar yang seketika bercucuran. Mantan suami dari wanita bernama Alena Dwi Pratiwi itu meregang nyawa saat ini itu juga.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2