
Drettt Drettt Drettt
Suara dering alarm ponsel Deni berbunyi. Namun sang pemilik ponsel malah enak enak kan ngorok
Drettt Drettt Drettt.
Dering Alarm Deni kembali bergetar dan sekarang Elisa yang terbangun setelah drama dia yang tidak bisa tertidur setelah bercumbu panas dengan suami nya Deni ini. Dan Deni masih tetap damai dengan mimpi nya. Beserta adik nya Sinta.
"Hemmm, jam berapa sih!?" Batin Elisa sambil membuka mata nya perlahan lahan. Sekitar lima menit Elisa berdiam di atas kasur nya untuk mengumpul kan nyawa nya.
Drettt Drettt Drettt
__ADS_1
Dering Alarm Deni kembali berbunyi untuk yang ketiga kali nya.
"Duhh, berisik banget sih. Iya ini udah bangun" Ucap Elisa dengan kesal dan mengambil ponsel di atas bantal nya untuk memati kan alarm tersebut.
"Ini juga yang punya ponsel masih enak enak kan ngorok. Gak bangun gitu. Heran aku sama kuping nya, udah gak berfungsi atau gimana sih?" Guman Elisa sendiri sambil memandang ii suami ny yang masih tertidur di sampaing nya dengan sangat ter amat damai sekali.
Tok Tok Tok
"Nak, bangun sudah subuh. Nanti suami mu takut nya telat. Jangan berangkat siang siang, nanti malah ter buru buru dan kenapa kenapa" Ucap Ibu Elisa.
"Iya Buk, ini udah bangun kok" Jawab Elisa. Elisa pun memakai kembali pakaian nya yang semalam di lepas oleh suami nya. Setelah selesai memakai kembali pakaian nya, Elisa segera bangun dan menuju dapur untuk membuat kan segelas kopi panas untuk Deni sebelum Deni berangkat kerja supaya tidak mengantuk.
__ADS_1
"Ibu buat kan segelas air panas yaa, gak usah dikasih apa apa" Ucap Ibu Elisa setelah selesai mandi dan berwudhu.
"Iya Buk " Jawab Elisa yang masih sedikit mengantuk ini. Setelah selesai membuat segelas kopi panas dan air panas untuk Ibu nya. Elisa kembali ke kamar dengan membawa segelas kopi panas untuk suami nya Deni. Diletak kan nya segelas kopi panas itu di atas meja di samping kasur Elisa. Dan Elisa duduk di samping suami nya untuk membangun kan nya.
"Yankk, bangun, udah jam lima nih. Nanti kamu telat" Bagun Elisa dengan lembut sambil menggoyang kan pelan tubuh suami nya.
"Yankk, bangun yankk udah jam lima pagi ini nanti kamu telat" Elisa kembali membangun kan Deni sambil mencium ii pipi dan bibir Deni agar dia terbangun. Sesekali Elisa sambil mengelus ngelus lembut rambut suami nya.
"Hey, Sayang bangun dong. Ayo cepat " Ucap Elisa yang masih sabar membangun kan Deni. Elisa harus super sabar untuk membangun kan suami nya ini. Karna jika dengan emosi sudah pasti Deni akan ikut juga emosi. Jadi mau tak mau dia harus extra sabar untuk membangun kan suami nya. Sudah suka begadang sampai tengah malam, kadang sampai subuh. Jika si bangun kan sangat sangat lah susah sekali. Jika tidak ada yang membangun kan, sudah pasti dia akan terlambat dan tidak masuk kerja. Karna dia juga masih masa training belum menjadi pegawai kotrak. Jadi harus menuruti peraturan kantor yang berangkat sebelum pukul setengah tujuh pagi haris sudah di kantor.
...****************...
__ADS_1