
"Gimana yaa kalau Deni tau kalau aku menunda kehamilan ku tanpa aku berdiskusi dulu sama dia. Apa nanti dia akan marah dan ninggalin aku? Kan aku udah jadi istri yang gak nurut. Atau aku bilang aja yaa sekarang. Tapi kalau lewat chatting kayak nya gak enak deh, malah nanti salah paham dan bertengkar deh. Apa nunggu dia pulang lusa aja yaa?" Guman Elisa dengan pelan. Elisa selalu menghabis kan waktu nya di kamar saja. Jika dia tidak bosan dan malas maka dia akan keluar untuk ke tetangga samping dan bermain dengan anak nya yang masih balita dan anak perempuan nya yang ber umur lima belas tahun itu. Namun karna adik nya di sini dan sedang tidur pun, akhir nya dia menemani adik nya tidur saja di kamar.
"Ahhh, aku semakin ragu untuk punya anak. Secara kan ibu mertua ku juga sudah ber pesan untuk jangan punya anak dulu kalau bisa. Aku lebih baik di suruh bekerja mumpung belum punya anak. Biar nanti gak kerepotan kayak Ibu sekarang. Yang harus meninggal kan anak nya untuk bekerja ke luar kota" Lanjut Elisa kembali berguman. Yaa, pernikahan Elisa dengan Deni ini termasuk sangat serba mendadak. Yang awal nya hanya datang untuk silaturahmi dan malah berakhir lamaran. Dan setengah bulan kemudian menikah. Bagaimana tidak mendadak coba. Dan di awal ricuh nya virus Corona juga. Jadi pekerja an semakin sulit juga. Sering sekali Deni mengeluh jika nasabah nya ada yang tidak membayar dan ada juga yang kabur dengan membawa nama empat sekaligus. Ada juga yang desa nya ketat tidak boleh di masuki dari orang luar.
Flashback
[**Nak, kalau bisa kamu jangan punya anak dulu. Di tunda dulu, enak kin dulu masa muda mu. Dan biar kan lah istri mu bekerja biar gak menyesal seperti Ibu gini. Biar kalian gak susah seperti Ibu gini] Isi pesan Ibu mertua Elisa kepada Deni yang sengaja di buka oleh Elisa.
__ADS_1
[Kalau rezeki yaa gak papa lah buk punya anak dulu. Kan yang ngatur yang di atas. Kita tinggal jalani aja. Kalau di kasih cepet yaa Allhamdullillah kalau di kasih nanti ya udah ditunggu aja] Balas Deni ke pada Ibu nya.
[Yaa Ibu cuma nyaranin aja Den. Lagian kan gaji kamu juga masih segitu, soal nya dari pertama hamil sampek lahiran gak butuh biyaya sedikit. Belum anak mu lahir dan sekolah, semua pada mahal Den] Jelas Ibu Deni.
[Udah lah buk, pikir nanti saja. Rezeki anak nanti juga ada sendiri kok] Final Deni.
"El, ini niat nya Ibu sama Bapak di undang kerumah orang tua mu ada acara apa? Mau lamaran atau sekedar silaturahmi saja?" Tanya Ibu Deni.
__ADS_1
"Hanya silaturahmi saja kok buk" Jawab Elisa karna memang orang tua Elisa yang bilang hanya menyuruh Ibu Bapak Deni saja berkunjung datang tanpa membawa apa-apa, karna memang hanya bersilaturahmi saja tidak lebih. Deni pun juga ada saat orang tua Elisa bicara.
"Ibuk ini di bilangin Deni gak percaya. Kan Deni udah bilang gak usah bawa apa apa" Jelas Deni lagi
"Jadi gak usah bawa apa-apa ini yaa. Cincin juga gak usah?" Bimbang Ibu Deni kembali. Sejujurnya Ibu Deni sedikit khawatir jika ini adalah lamaran*.
...***************...
__ADS_1