Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Episode 25


__ADS_3

Elisa berjalan menuju kamar nya saat selesai menemani sinta makan dan mandi juga. Sedang kan Sinta memilih ber main dengan sebelah rumah Elisa.


"Hei, Sayang. Bangun, ini udah siang. Kopi kamu nanti keburu dingin juga. Ayo bangun dan makan, ini udah siang lho" Ucap Elisa dengan lembut untuk membangun kan Deni. Elisa membelai pipi suami nya Deni sambil sesekali menciumi kedua pipi suami nya Deni.


"Sayang, bangun udah siang. Aku udah buatin kopi juga. Ayo bangun" Ucap Elisa kembali dan masih dengan lembut membelai Deni dan menciumi nya. Elisa sengaja meminum kopi buatan Ibu nya tadi pagi, karna sudah dingin dan Deni belum juga bangun. Elisa lalu membuat kan kopi lagi dan di bawa nya ke kamar untuk membangun kan Deni.


"Hemmmmm, yaaa" Jawab Deni dengan malas karna masih mengantuk.


"Ayo bangun, duduk dan buka mata nya. Nanti kamu ketiduran lagi" Jawab Elisa. Elisa yang masih mengguna kan handuk dililit kan di badan nya karna baru saja selesai mandi dan naik keatas untuk membangun kan Deni. Masih ada air di tubuh Elisa membuat Deni sedikit kedingin nan saat menyentuk tubuh Elisa.


"Dingin yang, kamu hanis mandi?" Tanya Deni setengah mengantuk.


"Hemmm, udah cepet bangun. itu kopi nya keburu dingin" Jawab Elisa yang masih berbaring di samping Deni. Deni sekilas mlihat Elisa lalu melihat sekeliling nya


"Kenapa?" Tanya Elisa


"Sinta mana?" Tanya Deni


"Main ke sebelah. Kenapa?" Tanya Elisa kembali

__ADS_1


"Gak papa" Jawab Deni berjalan menutup pintu kamar dan kembali menuju kasur


"Kenapa sih, senyam senyum" Ucap Elisa sedikit binggung.


"Heheheh, vitamin pagi" Jawab Deni yang sudah berada di atas tubuh Elisa.


"Vitamin pagi, vitamin pagi. Ini udah siang tau" Jawab Elisa.


"Mau pagi mau siang sama saja. Yang penting bangun tidur dapat vitamin" Jawab Deni. Sambil menghirup aroma tubuh Elisa.


"Ihhh, yang kemarin malam aja masih sakit, kamu kalau main kasar sih" Ucap Elisa sambil sedikit mendorong tubuh Deni.


"Nanti Sinta pulang gimana, nanti malem kan bisa"


"Mangkanya cepet jangan di lama-lama in Sayang " Jawab Deni. Mau gak mau Elisa menuruti keinginan Deni. Dan terjadi lah pertempuran panas di siang hari, he he. he he he.


"Sini aku bersihkan" Tawar Deni sambil mengambil tisu dan mengelap nya.


"Kamu bisa gak sih pelan-pelan, nanti kalau di denger Bapak Ibu gimana" Lanjut Deni kembali.

__ADS_1


"Yaa emang gak bisa di kontrol kalau udah di bawah kendali kamu, mangkanya kalau minta jangan siang bolong begini" Ucap Elisa gak mau kalah.


"Salah nya sendiri, bangun tidur di saji kan kayak begini, bagai mana bisa nolak"


"Lagian cowok tuh tidur sendiri bangun berdua. Mangka nya kalau bangunin jangan berpenampilan seperti ini. Menggugah gairah ku tau"Lanjut Deni Sambil kembali memakai baju nya.


"Yaa kamu sih gak bisa ngontrol mau mu. Emang kalau di jalan mau kamu juga mau main apa?" Jawab Elisa.


"Yang penting sama kamu, di mana pun aku ladeni. He he he" Jawab Deni dengan senyuman lebar.


"Dasar mesum" Jawab Elisa, Elisa bangun dan merapikan handuk nya yang ditarik tarik Deni.


"Duhhh, sakit banget" Ucap Elisa sambil memegang lutut nya.


"Lain kali jangan suruh aku di atas, capek tau" Lanjut Elisa mengomeli Deni.


"Tapi kamu suka kan, lagian kamu sendiri tau Sayang yang naik-naik sendiri" Jawab Deni sambil menghisap sebatang rokok nya.


"Bisa diem gak sih" Jawab Elisa sambil melempar kan handuk ke arah Deni. Deni hanya tertawa membalas nya.

__ADS_1


__ADS_2