Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Jijik


__ADS_3

Baik Fazril dan juga Aprilia merasa terkejut tentu saja. Keduanya sama-sama membulatkan bola mata juga mulut yang di buka lebar. Bukan hanya mereka saja yang terkejut, tapi kedua orang tua mereka pun merasakan hal hanya sama. Namun, baik orang tua April maupun orang tua Fazril nampak tersenyum senang.


"Kalian saling kenal?" tanya Nyonya Mei ibunda Aprilia.


"Tidak!" April.


"Iya!" Fazril.


Keduanya secara bersamaan mengatakan hal yang berbeda.


"Jadi kenal apa tidak?"


"Iya!" April.


"Tidak!" Fazril.


Lagi-lagi mereka mengatakan hal yang berbeda.


"Astaga, kalian ini. Sepertinya kalian berdua memang saling kenal deh, tapi malu-malu untuk mengakui, iya 'kan?"


Fazril dan juga April seketika saling menatap satu sama lain dengan wajah datar. Dahulu Fazril memang sempat menyukai wanita ini, tapi setelah dia mengetahui bahwa Aprilia adalah mantan selingkuhannya Alviano yang jelas-jelas masih berstatus sebagai suami adiknya kala itu perasaannya berbalik kini, dia merasa jijik bahkan ilfil dengan wanita bernama lengkap Aprilia ini.


"Silahkan duduk, saya sudah pesan makanan spesial untuk kita santap malam ini," ujar Tuan Gibran ayahanda Fazril.


"Yah, bu. Saya mau bicara sebentar dengan April. Tante, Om, saya izin berbicara sama putri kalian sebentar," pinta Fazril ramah dans sopan.

__ADS_1


"Tentu saja boleh."


"Terima kasih," ucapnya lagi lalu berjalan menuju meja lain yang sedikit jauh dari kedua orang tua mereka agar pembicaraan keduanya tidak sampai terdengar, April segera mengikuti laki-laki itu dari arah belakang.


Fazril duduk saling berhadapan dengan wanita bernama April. Keduanya nampak menatap satu sama lain. Wajah Fazril terlihat datar, tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum manis ketika mereka bertemu baik pertemuan yang tidak di sengaja maupun di sengaja.


"Kamu sudah tahu semuanya, Zril?" tanya April memulai pembicaraan.


"Ya, saya sudah tahu. Dari A sampai Z apa yang terjadi antara kamu dan--" Fazril menahan ucapannya. Dia merasa jijik menyebut nama Alviano, laki-laki yang telah menyakiti adiknya sedemikan rupa.


"Aku minta maaf, aku khilaf waktu itu. Pernikahan adikmu hancur gara-gara aku," lirih April menunduk merasa malu.


"Tidak masalah, saya sudah melupakan hal itu. Lagi pula adik saya sudah bahagia dengan suami barunya. Dia sudah menikah lagi."


"Syukurlah kalau begitu, aku lega sekali mendengarnya" jawab April tersenyum kecil.


"Tapi tetap saja, saya tidak lupa dengan rasa sakit hati yang telah diterima oleh adik saya gara-gara kamu. Entah sudah berapa banyak air mata yang tumpah akibat perbuatan kamu, Pril."


"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku--" April mengigit bibir bawahnya keras, merasa malu.


Tatapan mata laki-laki ini sangat berbeda seperti biasanya. Jelas sekali terlihat bahwa Fazril benar-benar membenci dirinya karena apa yang telah dia lakukan di masa lalu. Aprilia mengigit bibir bawahnya lebih keras lagi.


"Maaf, saya tidak bisa menerima perjodohan ini. Kamu pasti tahu apa alasannya. Mana mungkin saya menikah dengan wanita yang telah menghancurkan rumah tangga adik saya."


April seketika merasa sesak di dadanya. Di saat dirinya mulai berharap kepada laki-laki ini, yang terjadi malah sebaliknya. Padahal Fazril pernah mengejar-ngejar dirinya kala itu.

__ADS_1


"Itu hanya masa lalu, Zril. Lagi pula adikmu sudah bahagia dengan suami barunya. Tidak bisakah kamu memaafkan aku kali ini saja?" pinta April penuh harap.


"Memaafkan? Anggap saja saya sudah memaafkan kamu, Aprilia, tapi bagaimana dengan adik saya? Meskipun dia sudah bahagia dengan suami barunya, tapi tetap saja luka yang telah kalian torehkan dihatinya terlalu dalam. Kamu tahu, luka adik saya adalah luka saya juga."


April diam membeku. Ternyata sesayang itu Fazril kepada Alena. Diam-diam dia mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak akan pernah menyerah sebelum berjuang.


"Oke, kita lihat saja nanti. Apakah perjodohan ini masih bisa di batalkan? Aku rasa tidak, karena aku akan meminta kedua orang tua kita untuk mempercepat pernikahan kita," tegas April dengan penuh percaya diri.


"Hahahaha! Coba saja kalau bisa. Saya tidak yakin apakah orang tua saya masih akan menerima kamu setelah apa yang sudah kamu lakukan di masa lalu."


"Bukankah dulu kamu mengejar-ngejar aku?"


"Itu dulu, sekarang tidak lagi. Maaf, tapi saya jijik sama kamu, April. Wanita macam apa yang berpacaran dengan laki-laki bersuami?"


"Jijik?"


"Ya, seperti itulah perasaan saya sama kamu. Jadi, jangan berharap bahwa saya akan menerima perjodohan ini. Asal kamu tahu saja, April. Saya sudah memiliki wanita lain yang saya cintai," tegas Fazril penuh penekanan. Dia pun bangkit dan hendak pergi meninggalkan wanita itu.


"Tunggu, Fazril. Kamu mau ke mana?" tanya April membuat Fazril seketika menghentikan langkah kakinya.


"Pulang! Sampaikan salam saya kepada orang tua kamu. Katakan kepada mereka bahwa saya tidak bisa meneruskan perjodohan ini." Fazril meneruskan langkah kakinya.


'Brengsek, awas saja kamu Fazril. Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku. Bagiku, penolakanmu adalah sebuah penghinaan,' batin April penuh rasa dendam.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2