Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku
Berlibur


__ADS_3

Fazril memeluk tubuh Lani mencoba untuk menenangkan sang keponakan. Baru 2 hari Alena dan suaminya pergi berbulan madu, tapi gadis kecil ini sudah dilanda rasa rindu yang begitu menggebu, di tambah dengan rengekannya yang mengatakan bahwa Lani tiba-tiba memimpikan Lian sang adik membuat hati seorang Fazril semakin merasa terhenyak.


"Anterin aku ke tempat Mommy sama Daddy, Om. Aku mohon, hiks hiks hiks!" pinta Lani diiringi dengan suara tangisan yang terdengar lirih juga pilu menahan rasa rindu.


"Iya, sayang. Om bakalan anterin kamu ke Mommy sama Daddy, tapi izin dulu sama Eyang ya," jawab Fazril.


"Ada apa, sayang? Cucu Eyang yang cantik ini ko nangis kayak gini? Kamu pengen apa si, Nak?" Terdengar suara sang ibu, berjalan menghampiri setelah mendengar suara tangisan sang cucu yang terdengar sampai ke kamarnya.


"Aku mau ketemu Mommy, Eyang. Kenapa Mommy sama Daddy perginya lama sekali? Biasanya sehari juga pulang lagi, anterin aku ke tempat mereka! Huaaaa! Mommy!" teriak Lani seketika berteriak memanggil nama sang ibu.


"Ya ampun, sayang. Jadi kamu sedang kangen Mommy?"


"Iya! Pokoknya aku mau ketemu Mommy sekarang. Aku juga kangen sama Dede Lian, Eyang, hiks hiks hiks!"


Nyonya Inggrid seketika diam mematung, begitu pun dengan Fazril juga Nuri yang masih berada di tempat yang sama. Mendengar Lani mengatakan hal itu membuat hati mereka seketika merasa terhenyak tentu saja. Terutama Nyonya Inggrid yang juga begitu merindukan cucunya bernama Lian yang keberadaanya bahkan tidak di ketahui sampai sekarang.


"Kenapa Eyang diam saja? Eyang gak ngizinin aku nyusulin Mommy?" tanya Lani menatap lekat wajah sang nenek masih berada di dalam gendongan Fazril.


"Siapa bilang, sayang? Eyang bakalan izinin kamu nyusulin Mommy sama Daddy kamu. Om Fazril yang akan mengantarkan kamu ke sana," jawab sang nenek.


"Aku? Sekarang juga terbang ke Lombok, begitu?" tanya Fazril seketika mengerutkan kening. Jujur, dirinya tidak ingin berpisah dengan kekasihnya.

__ADS_1


"Iya, Zril. Kasihan Lani lho. Begini saja deh, Nuri kamu ikut sama Fazril ke Lombok. Saya tugaskan kamu untuk menjaga Lani di sana."


"Hah?"


Fazril dan Nuri secara bersamaan. Keduanya menunjukkan eskpresi wajah yang berbeda. Fazril terlihat senang, dia yang semula merasa dilema karena tidak ingin berpisah dengan sang kekasih tercinta, kini merasa sebaliknya. Dia akan senang sekali jika harus berlibur ke Pulau Lombok bersama Nuri, sebuah kesempatan yang langka baginya.


Sementara Nuri merasakan hal yang sebaliknya. Dia merasa enggak jika harus ikut bersama kekasihnya. Selain karena dirinya tidak pernah naik pesawat, gadis itu pun berpikir bahwa dirinya tidak memiliki banyak uang untuk berlibur ke pulau Lombok.


"Kenapa kamu diam saja, Nuri? Jangan mengkhawatirkan masalah biaya, selama kamu di sana saya yang akan menjamin semua kebutuhan kamu. Kamu cukup jagain Lani selama dia di sana, paham?" tanya Nyonya Inggrid sudah dapat membaca apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh asisten rumah tangganya itu.


"Eu ... Ba-baik, Nyonya," jawab Nuri patuh seraya menundukkan kepalanya penuh rasa hormat.


'Yes! Kapan lagi saya bisa berlibur sama pacar saya yang cantik ini. Ya ... Meskipun bawa bocil, tapi gak masalah. Yang penting saya bisa berduaan dengan Nuri sepuasnya,' batin Fazril seketika merasa senang.


"Oke, Lani sayang. Kamu sama Eyang dulu ya," pinta Fazril menurunkan tubuh Lani dengan sangat hati-hati hingga gadis kecil itu berdiri tegak kini.


"Kamu juga siap-siap, Nuri."


"Baik, Nyonya. Saya permisi dulu kalau begitu."


.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih menggunakan pesawat dengan rute Jakarta-Lombok, akhirnya mereka pun sampai di Bandara Internasional Lombok Praya. Fazril, Lani dan juga Nuri nampak berjalan di bandara seraya menatap sekeliling mencari keberadaan Alena yang konon katanya akan menunggu kedatangan mereka bertiga.


Nuri menatap sekeliling dengan tatapan mata berbinar. Semua ini masih terasa mimpi baginya karena akhirnya dia bisa menginjakan kaki di Pulau Lombok, hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Apa lagi dia datang ke sana bersama sang kekasih tercinta, sungguh hati seorang Nuri benar-benar merasa bahagia.


"Lani!" terdengar suara teriakan Alena dari kejauhan.


"Mommy, hiks hiks hiks!" Lani seketika berlari menghampiri tiba-tiba menangis sesenggukan membuat Alena seketika mengerutkan kening.


Alena merentangkan kedua tangannya dan segera memeluk tubuh sang putri. Betapa dia sangat merindukan putri kesayangannya itu, padahal mereka hanya berpisah selama 2 hari saja.


"Sayang, kenapa menangis kayak gini? apa kamu gak senang ketemu sama Mommy sama Daddy?" tanya Alena memeluk tubuh sang putri.


"Kenapa Mommy perginya lama? Aku kangen sama Mommy sama Daddy Alvin, hiks hiks hiks!" tangis Lani semakin menjadi-jadi mendekap erat tubuh sang ibu.


"Astaga putrinya Mommy. Cup! Cup! Cup! Sekarang jangan nangis lagi ya, Mommy sama Daddy ada di sini. Kita liburan sama-sama ya."


"Mom!" rengek Lani mengurai pelukan lalu menatap wajah sang ibu dengan tatapan mata sayu.


"Iya, sayang. Kamu pasti lelah, kebetulan kami menyewa villa kita bisa beristirahat dengan tenang di sana."


"Nggak, aku gak lelah sama sekali. Eu ... Apa Dede Lian ada di sini juga? Tiba-tiba saja aku kangen sama Dede, aku pengen ketemu sama dia."

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2