Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Perasaan yang sama.


__ADS_3

BAB 101.


Tatapan kedua nya saling bertaut, " Ann, ketahui lah sudah lama aku menyimpan perasaan ini pada mu, sudah lama ke inginan ku ini ada di dalam hati ku untuk mu. Bahkan saat aku tau bahwa kau sudah memiliki, seorang kekasih !! " Tuan Mahesa terdiam sejenak


"Ann ?? Aku mencintai mu !! Dan aku ingin selalu berada di dekat mu !! " Ungkap Tuan Mahesa, berbisik pada Anita.


Anita membulatkan sempurna mata nya, Seolah-olah tak percaya apa yang dia dengar, dari perkataan Tuan Mahesa. bahwa Bos perusahaan dimana tempat ia bekerja, sedang menyatakan cinta pada nya.


Anita menjadi bingung harus menjawab apa. Lagi-lagi dia selalu di hadapkan oleh perasaan yang cepat ini, cepat harus melupakan tentang seseorang, dan menerima dengan cepat pula seseorang yang baru.


Pintu Lift pun terbuka, Anita buru-buru keluar. Namun tangan nya di tarik kembali oleh Tuan Mahesa, kini Tuan Mahesa menarik lengan Anita untuk masuk ke dalam ruangan nya.


Namun saat Mahesa memasuki ruangan nya, dengan membawa Anita ikut bersama nya. Mahesa di kejutkan dengan sosok yang membuat Anita malu atau bahkan takut, yaitu Tuan Rama.


Tuan Rama sudah ada di dalam ruangan Mahesa, sehingga niat Mahesa untuk meneruskan ungkapan cinta nya, harus tertunda.


Karna tidak mungkin Tuan Mahesa menyatakan cinta nya kembali pada Anita, di hadapan Ayah nya. Anita melepaskan paksa genggaman Tuan Mahesa, sehingga pandangan Mahesa tertuju pada Anita.


Anita menyapa Tuan Rama, dan dengan cepat Anita meminta ijin untuk kaluar dari ruangan Mahesa, untuk menuju ruang kerja nya.


Tanpa mendengar jawaban dari Tuan Rama, atau bahkan dari Tuan Mahesa, Anita sudah bergegas pergi dari Ruangan itu, sungguh Anita sangat gugup. Tapi Anita bersyukur Tuan Rama sudah ada di ruangan itu.


Dengan begitu Anita bisa lepas dari Tuan Mahesa untuk sementara, sehingga Anita bisa menenangkan terlebih dahulu pikiran dan hati nya.


Tuan Mahesa sangat lemas sekarang, karna Anita sudah tidak ada di sisi nya. Mahesa berjalan menghampiri Ayah nya. Tuan Rama terus memperhatikan wajah Anak nya yang sangat murung.

__ADS_1


"Apa Papah, datang di waktu yang tidak tepat ?? " Tanya Tuan Rama datar.


"Ehmm ... " Jawab Mahesa hanya gumam man saja.


"Kapan kau akan melamar Anita ?? Papah dengar, kekasih nya sudah mau menikah dengan wanita lain. " Ucap Tuan Rama, membuat Mahesa tak percaya.


Tuan Rama tersenyum. " Sudah lah Nak, jangan terkejut seperti itu, Papah tau perkembangan Antara kamu dan Anita, dan Papah juga tau permasalahan Anita apa. "


"Ayo lah Pah, Mahes sudah besar. suruh anak buah Papah, untuk tidak ikutin aku atau bahkan Anita. " Ucap Mahesa, tanpa berpikir panjang.


"Yakin ?? Apa kamu bisa menjaga Anita, 24 jam ?? " Sambung Tuan Rama.


Mahesa kembali berpikir. " Baik lah, tapi jangan suruh ikutin Mahesa Pah, Mahes tidak mau Privasi Mahes ada Orang lain yang tau. "


Tuan Rama hanya menggelengkan kepala nya, "Oh iya Nak, Mommy kamu berapa hari lagi akan pulang, mungkin dia akan lama di Tanah Air. Papah harap Mommy kamu tidak akan balik lagi ke Luar negri, karna Papah sudah khawatir, Kita ini sudah tidak muda lagi. " Ucap Tuan Rama.


"Ya begitu lah Mommy kamu !! Sama keras nya seperti kamu. " Ucap Tuan Rama.


"Ya kan aku Anak nya Mommy, ya wajar kalau aku mempunyai sifat yang mirip dengan kalian berdua. Kalau aku berbeda, berarti aku Anak tetangga bukan Anak Papah dan Mommy. " Jawab Mahesa, membela diri nya.


"Iya ... iya ... setidak nya, kamu mengaku bahwa diri mu keras kepala !! Mudah-mudahan Anita tidak mempertimbangkan sifat keras kepala kamu, sehingga dia mau menerima kamu sebagai Pasangan nya. " Ujar Tuan Rama, sambil berdiri dan hendak keluar dari Ruangan kerja Mahesa.


Anita masih terdiam, dengan seribu bahasa,Yang Anita tebak ternyata benar, selama ini Tuan Mahesa menyimpan perasaan nya terhadap diri nya.


"Kenapa harus sekarang sih ?? Apa aku akan tersakiti kembali nanti nya, dengan gampang cinta itu datang, namun dengan gampang pula cinta itu meninggalkan ku, bahkan menyakiti ku. " Ucap pelan Anita dalam sendiri nya.

__ADS_1


Tanpa Anita tau Mahesa ada di dekat nya, dan Mahesa mendengar keraguan, yang Anita ucapkan barusan.


"Ehmm .. jadi kau ragu terhadap ku Ann ?? " Ucap Mahesa, menegaskan nya lagi pada Anita.


Anita yang terkejut, karna Tiba-tiba mendengar suara Mahesa, langsung bangkit dari duduk nya, "Tu-tuan !! " Jawab Anita sambil menundukan kepala nya, dan merasa gugup kembali.


Mahesa mendekat pada Anita, dan mengangkat wajah Anita dengan tangan nya. Mahesa menatap Anita dalam, " Apa kau melihat, sosok Pecundang di wajah ku ini ?? " Tanya Tuan Mahesa Sungguh-sungguh.


Tentu Anita tidak melihat niat jahat sedikit pun pada wajah Mahesa, namun tetap saja Anita tidak akan percaya begitu saja, setelah hati nya kembali terluka, karna harus kehilangan Gilang.


Anita tak menjawab, Anita hanya menggelengkan Kepala nya.


"Ann, jika aku tidak bersungguh-sungguh terhadap mu, Aku mungkin tidak akan menunggu mu, sampai kamu benar-benar sendiri tanpa ada kekasih hati lagi di samping mu, tapi apa yang aku lakukan. Meskipun hati ku sakit saat harus melihat mu berdua dengan kekasih mu itu, Aku tetap ada di sini Ann. Sampai detik ini !! Aku memang tidak mempunyai bukti apapun, untuk membuat mu percaya pada ku. Tapi ketahui lah Ann. Aku bukan Tipe Laki-laki yang gampang untuk jatuh cinta. Tapi aku tidak memaksa mu. " Ucap Mahesa dalam lalu tersenyum.


Tuan Mahesa berniat untuk memberikan waktu pada Anita, hingga Mahesa memutuskan untuk pergi dari Ruangan Anita, dan tidak mau mengganggu nya.


Saat Anita melihat Tuan Mahesa akan pergi, ada rasa tidak rela dalam hati Anita, Tapi Anita juga belum yakin tentang perasaan nya.


Anita memilih untuk duduk kembali, dan membiarkan Tuan Mahesa kembali ke Ruangan kerja nya, Anita langsung mengalihkan Fokus nya pada pekerjaan yang seharus nya Anita kerjakan dari tadi, tapi Anita tidak bisa Fokus untuk memulai pekerjaan itu, karna Fokus Anita pada perkataan Tuan Mahesa, saat di dalam Lift itu.


Tuan Mahesa masuk kembali ke ruangan nya, dengan hati yang hampa, karna belum juga mendapat kan jawaban dari perasaan nya pada Anita, Mahesa tidak mau terlalu memaksakan Anita, untuk menjawab nya terlalu cepat.


Apapun keputusan Anita, Mahesa harus bisa hargai itu. Mahesa membuka Laptop kerja nya, melihat apa pun yang bisa dia lihat tentang pekerjaan nya. Agar Mahesa bisa mengalihkan pikiran nya sejenak dari Anita.


Waktu pun terus berjalan, Anita memperhatikan Ruangan Tuan Mahesa, Tuan Mahesa belum juga keluar untuk makan siang, dan Tuan Mahesa belum meminta minuman untuk di bawa ke dalam ruangan nya dari tadi.

__ADS_1


Anita bisa merasakan apa yang Tuan Mahesa rasakan, sehingga Anita memutuskan untuk memesan makanan kesukaan Tuan Mahesa, untuk ia antarkan ke dalam ruangan Tuan Mahesa.


__ADS_2