Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Keyakinan Tuan Mahesa.


__ADS_3

BAB 118.


"Mas ... !! " Bisik Anita pada Mahesa.


Mahesa tidak menjawab Anita, Mahesa segera menutup mulut Anita dengan mulut nya, saat benda berharga nya sudah siap masuk kedalam benda berharga milik Anita.


Kedua nya pun menikmati dengan sadar dan tanpa paksaan pada malam itu, sehingga malam itu mereka tidur bersama dalam satu selimut sampai udara malam terganti dengan udara sejuk pada pagi hari.


Dalam keheningan Anita merasa seluruh badan nya sakit, Anita membuka mata nya perlahan namun saat mata nya terbuka sempurna Anita terkejut karna Mahesa sedang tidur di samping nya.


Anita baru tersadar apa yang sudah ia lakukan semalam bersama dengan Mahesa, Anita hanya bisa terdiam, ada sedikit rasa penyesalan di hati nya kala mengingat apa yang sudah ia lakukan bersama dengan Mahesa.


"Maaf kan Mamah Nak !! " Ucap Anita dalam hati nya pada Nara.


"Maaf kan Aku, Mah-Pah !! " Gumam Anita kembali dalam hati nya, Anita menangis tanpa suara.


Sampai Mahesa yang sedang terlelap tidur, merasakan kehangatan tubuh Anita terbangun,. namun Anita tidak sadar akan hal itu, Anita terus saja menyalahkan diri nya sendiri.


Mahesa menatap ke arah Anita yang masih ada dalam dekapan nya, Anita masih terlihat polos tanpa balutan kain sehelai pun hanya ada selimut yang menutupi tubuh kedua nya.


Mahesa tidak merasa bersalah saat itu, karna ia lakukan itu atas dasar Suka sama suka, dan tentunya dengan sebuah rasa cinta yang begizu besar, berbekal tekad untuk memiliki Anita, Mahesa tidak berpikir panjang, atas apa yang sudah ia lakukan pada Anita.


Mahesa mengangkat dagu Anita agar melihat ke arah nya, " Sayang apa kau menyesal ?? " Tanya Mahesa dengan tenang.


Anita hanya terdiam, dengan linangan Air mata terus saja mengalir di pipi nya.


"Jangan takut Sayang, apapun yang terjadi Mas akan bertanggung jawab, Mas akan segera datang kerumah mu bersama dengan Orang tua Mas percaya lah, Sungguh Mas tidak akan pernah meninggalkan mu !! " Kesunghuhan Mahesa pada Anita dengan Sungguh-sungguh.


"Aku hanya takut akan mengecewakan Nara dan juga kedua Orang tua ku Mas !! " Jawab Anita lirih.


Mahesa menggelengkan kepala nya, " Semua akan baik-baik saja Sayang !! "


Mahesa kini semakin tak mampu menahan hasraz nya, semekin besar rasa cinta Mahesa dan semakin besar pula hasrat Mahesa untuk melakukan hal yang sama dengan Anita


Di pagi itu jagoan Mahesa terbangun kembali, saat gesekan tanpa Anita sengaja mengenai jagoan nya Mahesa. Mahesa bersikap buas kembali dan tak di bisa di hindari lagi, penyatuan mereka pun kembali terjadi.

__ADS_1


"Aa ... aa ... Masss !! " Rintih Anita berbisik pada telingan Mahesa.


"Mas ingin terus melakukan nya bersama mu, sungguh kamu membuat Mas ketagihan !! jangan takut Sayang, nikmati lah !! " Bisik Mahesa, tanpa henti menghujam area sensitif milik Anita.


Sampai pada puncak nya, Anita dan Mahesa terkulai lemas, sungguh pada malam itu sampai pagi pun, Mahesa terus menikmati tubuh Anita dengan rakus nya.


Anita dengan tertatih-tatih menuju ke kamar mandi, meskipun Anita seorang janda Anita selalu melakukan perawatan untuk area sensitif nyw, sehingga saat beberapa lama Anita tidak melakukan nya, kini Anita merasa kesakitan seluruh badan nya sakit dan juga lemas.


Mahesa menatap Anita yang berusaha turun dari tempat tidur nya, Maheaa tidak tinggal diam Mahesa langsung memakai celana pendek nya dan membantu Anita untuk masuk kedalam kamar mandi.


"Apa sakit sekali Sayang ?? " Tanya Mahesa, sambil membantu Anita berjalan ke kamar mandi.


Anita mengangguk dan meringis.


"Kamu ini kan seorang janda Sayang, tapi ko sakit nya bisa sampai seperti ini sih ?? " Mahesa tidak bermaksud Apa-apa atas pertanyaan nya, Mahesa hanya merasa khawatir saja.


Namun Anita menangkap maksud dari pertanyaan Mahesa dengan berbeda, Anita sempat tersinggung. " Iya Mas aku seorang janda, bukan seorang perawan !! Aku bisa sendiri Terima kasih. " Jawab Anita merasa sakit hati, dan menjauh dari Mahesa.


Dengan susah payah menahan sakit nya, Anita masuk kedalam kamar mandi tanpa bantuan dari Mahesa.


"Sayang !! bukan begitu maksud Mas, buka pintu nya Mas khawatir sama kamu. " ucap keras Mahesa sambil mengetuk pintu kamar mandi, yang sudah terlanjur Anita tutup dan di kunci dengan rapat.


Anita tidak menghiraukan teriakan Mahesa, Anita hanya terdiam dan meratapi kebodohan nya, Anita kini merasa tidak jauh beda dengan wanita panggilan lain nya.


Anita menangis tanpa suara, menangisi betapa bodoh nya dia saat dekat dengan Mahesa,


" Maafkan Mamah Nak !! Maaf. " Ucap Anita berat dan sakit saat mengingat wajah Nara.


Mahesa tau jika Aniza kini sedang merasakan sakit hati, dan Mahesa bisa menebak jika Anita kini sedang menangis sendirian di dalam kamar mandi.


Mahesa menyalahkan diri nya sendiri, dan menjambak rambut nya sendiri. Maheaa memilih untuk membersihkan diri di kamar nya sendiri, Mahesa bergegas dengan cepat ke kamar nya.


Anita sudah selesai, dengan ragu Anita membukakan pintu kamar mandi nya, berharap Mahesa sudah tidak ada di kamar mandi nya, dan benar saja Anita tidak melihat Mahesa di kamar nya, Anita dengan cepat memakai pakaian nya setelah itu Aniza duduk di depan kaca rias yang ada di kamat nya.


Anita membuka lilitan kain di kepala nya, dan membiarkan rambut nya tergerai tanpa aturan karna basah, Anita merapihkan rambut nya perlahan, Anita memandang wajah nya di cermin, Anita terus mengerutuki kebodohan nya.

__ADS_1


Mahesa yang terburu-buru saat membersihkan diri nya, kini Maheaa dengan sedikit berlari memasuki kamar Anita dengan rasa cemas.


Mahesa membuka pintu kamar Anita dengan cepat, Mahesa segera tertuju ke pintu kamar mandi mengira Anita masih berada di dalam kamar mandi.


Namun Saat Mahesa melirik ke arah lain, tatapan Mahesa dan langkah Mahesa terhenti saat melihat wanita yang saat ini ia khawatirkan kini sedang terduduk di kursi kecil menghadap cermin di sudut ruangan itu.


Mahesa melihat kesedihan tergurat di wajah Anita, Mahesa melangkah dengan pelan dan yakin untuk segera meminta maaf dan merangkul Anita ke dalam pelukan nya.


Anita hanya tertunduk dan enggan menoleh pada Mahesa, tangan Mahesa melingkar di leher Anita dari arah belakang, Mahesa mengecup pucuk rambut Anita.


Anita berdiri perlahan tanpa menoleh Mahesa sedikit pun, " Aku sudah siap untuk pulang Mas. " Ucap Anita ingin segera keluar dari kamar nya.


Mahesa mengerti apa yang di rasakan oleh Anita, Mahesa menghentikan langkah Anita dengan menarik tangan nya, dengan mudah Mahesa membawa tubuh Anita kedalam pelukan nya.


Mahesa memeluk erat tubuh Anita, Anita memejamkan mata nya dengan segudang kesedihan dan penyesalan di dalam benak nya.


"Sayang Mas minta Maaf, bukan maksud Mas menyakiti mu !! " Bisik Mahesa sangat dalam.


Anita bisa merasakan getaran ketakutan pada diri Mahesa, " Mas tidak perlu minta Maaf, apa yang Mas katakan benar. Aku seorang Janda , aku tidak sesali akan status ku, tapi yang aku sesali adalah kebodohan. dengan status ku seorang janda dengan mudah nya aku memberikan nya seperti wanita murahan. " Jawab Anita dengan kekesalan dalam hati nya.


Wajah Mahesa seketika memucat saat mendengar jawaban dari Anita. Mahesa menegakkan tubuh Anita namun kepala nya masih tertunduk, "Ann, apa yang kamu pikirkan ?? Mas tidak sampai berpikit sampai sejauh itu !! Mas menganggap kamu sebagai calon istri Mas, maka dari itu Mas berani melakukan nya. Jangan berpikir Mas bisa dengan mudah nya melakukan hal itu bersama dengan Wanita lain, Mas mohon Sayang jangan sesali kejadian itu, Mas akan bertanggung jawab. tidak ada sedikitpun niat Mas untuk meninggalkan mu, setelah melakukan hal itu. " Jelas Mahesa Sungguh-sungguh pada Anita.


Mahesa memeluk kembali tubuh Anita, dan tangisan pun pecah dari pertahanan seorang Anita. Anita menangis dalam pelukan Mahesa.


"Dan aku pun sama Mas, tidak pernah segampang itu melakukan nya dengan Laki-laki lain, selain diri mu Mas !! Aku takut jika Mas berpikir aku Wanita gampangan. " Ucap Anita dalam isakan tangis nya.


Mahesa tersenyum lega, saat pelukan nya di balas oleh Anita walaupun kini Anita sedang menumpahkan air mata ketakutan nya pada Mahesa.


"Tidak Sayang !! Mas percaya dan Mas bisa merasakan nya. " Ucap Mahesa berhasil membuat Anita malu.


"Mas .... !! " rengek Anita malu mendengar nya.


"Mas rasa kamu masih perawan Sayang, gigitan nya masih terasa sakit yang Mas rasakan. " goda Mahesa dengan polos.


"Iihhh ... Masssss ..... !!! " rengek Anita kembali menghentikan godaan Mahesa.

__ADS_1


Setelah itu Mahesa dan Anita pun segera pulang ke Ibu kota, Mahesa ingin segera membicarakan soal pernikahan pada Ayah nya.


__ADS_2