
Di sepanjang perjalanan Amel bermain dengan ekspektasi nya yang sangat besar dan tinggi, ia tidak memikirkan hal buruk apa yang akan terjadi jika ia sampai di rumah Ibu Inggrit.
Singkat cerita Amel pun sampai dengan gaya khas nya, centil dan so cantik melekat dalam diri nya.
Nyonya rumah dari istana itu pun segera melihat siapa yang datang, ia mendengar deretan dari suara gerbang yang di buka oleh satpam nya.
"Astaga Amel, kenapa dia datang ? Apa dia sudah tidak waras, untung saja mereka tidak ada di rumah. Syukur lah. " Gumam Ibu Inggrit di balik kaca rumah nya.
Tak lama dari itu Ibu Inggrit pun langsung mendengar suara bel rumah nya berbunyi, tak heran karna ia tahu siapa yang datang.
Dengan wajah datar Ibu Inggrit membuka pintu itu.
"Hayy Tanteeeeee ...... apa kabar ? " Sapa Amel girang.
Amel berharap kegirangan nya terbalas kan seperti biasa nya, namun kini Amel di suguhkan dan di sambut oleh wajah datar nan sangat dingin.
"Loh Tan, kenapa ? gak biasa nya Tante seperti ini. " Ujar Amel masuk walaupun belum di persilahkan masuk.
Amel duduk di sebuah sofa empuk dengan bebas nya, di ikuti Ibu Inggrit yang kini memasang wajah kusut.
__ADS_1
"Kenapa sih Tan ? kalah judi online ya ? hahahahaha ...." ejek Amel seenaknya saja.
"Heh ... jaga mulut kamu Mel, kenapa kamu datang kemari tanpa memberi tahu ? untung saja Suami dan anak ku sedang tidak ada di rumah. " Ujar Ibu Inggrit dengan wajah masih datar dan kusut.
"What ? ada apa ini Tan ? aku datang kesini seperti biasa ingin bertemu dengan calon mertua untuk membicarakan pernikahan ku dengan Mahesa tentu nya, tapi kenapa ini Tan. Bukan kah Tante tahu jika Mahesa kini sudah jatuh kepelukan ku ! " Jawab Amel dengan gaya so nya.
"Iya Tante juga tahu, dan kamu juga tahu bukan jika Anita sudah mengetahui perselingkuhan kalian, Hah ? bodohhh ... kenapa bisa ini terjadi ? kenapa bisa kamu ceroboh dan Anita sampai tahu ini semua. " teriak Ibu Inggrit membulatkan mata nya.
Amel tak terima di anggap bodoh oleh Ibu Inggrit, sehingga kini Amel mulai berserius dalam berbicara.
" Tan kenap Tante mengataiku Bodohhh ? bukan aku yang bodoh, tapi anak Tante. Dia kurang cerdik dalam bermain. " Bela Amel tak Kalah membulatkan mata nya.
"Apa ini ? kamu berani membentak Tante seperti ini ? asal kamu tahu, kelakuan kalian membuat diriku kena imbas nya, malah ini akan berakibat fatal bagi karir dan kehidupan ku. " Bentak keras Ibu Inggrit merasa frustasi berdebat dengan Amel.
"Hahahahaha .... ( prok ... prok... prokkk) " Amel tertawa sambil bertepuk tangan.
"Wow luar biasa Ibu mertua ku ini Uuuupsss calon Ibu mertua maksud ku, Tante ingat gak sih siapa yang membujuk ku agar dekat dengan Mahesa ? Terusss sekarang Tante menyalahkan ku dengan musibah yang menimpa Tante sekarang ? Heyy Tan ... apa Tante ingat dengan peribahasa Tidak akan ada asap jika tidak ada Api, So .... ya nama nya pasti panas lah, jika bermain dengan api ya harus siap-siap dengan panas nya bukan kah begitu Tan ? " Jawab Amel dengan santai nya namun berhasil membuat Ibu Inggrit jengah dengan sikap nya.
Ibu Inggrit hanya terdiam. melihat sikap Amel yang sebelum nya tidak pernah ia lihat dari Anita.
__ADS_1
Anita yang sudah sah menjadi menantu nya pun tidak pernah bersikap seperti itu pada nya, tapi Amel yang masih berstatus sebagai calon menantu nya sudah berani berkaca pinggang dan melawan amarah nya.
"Sudah, sekarang kamu pergi sebelum suami dan anak ku datang, bisa tambah marah mereka. " Ucap keras Ibu Inggrit mengusir Amel.
"Berani ya Tante memarahi ku dan mengusir ku ! Tante akan menyesali nya. " Hardik keras Amel pada Ibu Inggrit.
Amel langsung menyambar tas nya dan pergi dengan langkah lebar membawa emosi dalam diri nya.
"Hancur sudah ... " Keluh Ibu Inggrit dalam penyesalan nya.
Hari pun berlalu.
Anita kini sedang berusaha berdamai dengan hati nya, berdamai untuk tidak menyalahkan nasib nya sendiri.
Nasib buruk tepat nya karna ia harus mendapatkan laki-laki yang sama, sama bejat nya.
Kini Anita lebih memilih untuk tidak memikirkan pasangan hidup terlebih dahulu, beberapa hari lagi sidang putusan perceraian Anita dan Mahesa pun akan segera di gelar.
Anita mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tua nya, terutama saat melihat kedua anak nya.
__ADS_1
Anak dan keluarga nya kini adalah sumber kekuatan nya.