
BAB 127.
"Tenang, dia tidak apa-apa ! dia hanya butuh istirahat saja, dan dia tidak boleh berpikir terlalu berat, karna dia sedang mengandung janin usia 3 Minggu. " Jelas Dokter menyampaikan kabar baik itu.
Duarrrrrrrrrrrr .... bak petir di siang bolong, Gilang terkejut jika kini Anita sedang mengandung, dan sudah jelas itu adalah anak dari Laki-laki yang Gilang anggap sebagai Laki-laki so suci itu.
Gilang masuk kedalam ruangan rawat Anita, melihat Anita tergolek lemas, tak kuasa Gilang melihat nya ingin sekali Gilang mendekap nya namun Gilang tau batasan, mungkin Gilang akan lebih menempatkan Anita sebagai Teman, sahabat, atau bahkan saudara.
Ada perasaan GLen yang harus Gilang jaga, Gilang menatap wajah Anita yang tidak ada perubahan dari dulu, tetap menjadi wanita tercantik dimata Gilang, Gilang tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
Anita mulai menunjukan kesadaran nya, Anita melihat kesekelilingnya, Anita tau dia berada di Rumah sakit. Namun Anita tidak tahu siapa yang membawa nya.
"Ann ?? " Ucap Gilang perlahan.
"Gi-gilang ? " Jawab Anita berusaha duduk namun Gilang mencegah nya.
"Terima kasih, karna kamu sudah membawa ku ke Rumah sakit, padahal itu tidak perlu. " Ucap Anita lemas.
"Maaf Ann, aku bingung karna di rumah kamu tidak ada siapa-siapa, dan aku takut salah paham jika ada di rumah kamu tanpa ada Orang lain, sementara kamu dalam keadaaan tidak sadar. "Jelas Gilang menenangkan Anita.
Anita merasa Gilang ada benar nya juga.
"Ann, ada sesuatu yang harus kamu ketahui. " Ucap Gilang membuat Anita terdiam.
"A-apa ? " Tanya Anita.
Gilang mendekat pada Anita, Gilang duduk di samping Anita. " Ann, kamu hamil. " Ucap sendu Gilang memegang pundak Anita.
Degg !!! jantung Anita seketika berhenti berdetak, Anita membulatkan mata nya sempurna.
"Ha-hamil i-ini tidak mungkin. " Jawab Anita terus menatap wajah Gilang dengan mata mulai di penuhi dengan linangan air mata.
__ADS_1
"Tenang Ann, ceritakan padaku siapa yang melakukan nya ? aku mohon Ann, jangan anggap aku sebagai orang lain, anggap lah aku sahabat mu, yakinlah aku tidak akan menuntut apa-apa dari mu, aku hanya tidak ingin kamu menderita Ann. " Jelas Gilang menenangkan Anita.
Anita memaksa untuk duduk, " Ha-hamil ?? " Ucap Anita kembali serasa tidak percaya.
"Ann ! lihat aku, ini semua akan baik-baik saja asalkan kamu mau menceritakan semua nya, aku akan membantu mu Ann. " Gilang merasa sakit saat melihat raut wajah Anita yang syok akan kenyataan yang harus ia terima.
Seketika Anita ingat, akan semua perkataan Ibu Inggrit , Anita bisa menerima nya tapi saat Anita tau diri nya hamil, Anita bingung harus bagaimana.
"Lang, tolong bawa aku pulang !! Aku tidak mau di sini. " Ucap Anita memohon pada Gilang.
"Iya Ann, aku akan mengantarmu. Tapi ceritakan terlebih dahulu siapa yang sudah membuat mu hamil seperti ini. " Tanya Gilang terus saja memaksa.
Anita tidak mau menjawab pertanyaan Gilang, Anita memaksa untuk turun dari ranjang Rumah sakit dengan Tergesa-gesa.
"Ann, jangan seperti itu kamu sedang mengandung. " Jengah Gilang menarik lengan Anita, namun Anita bisa lolos dari tarikan lengan Gilang.
Anita melewati Gilang, dan Anita berhasil melangkahkan kaki nya dari Gilang.
"Mahesa, ayah dari anak yang kamu kandung adalah Mahesa ! benar kan ? " Ucap Gilang menghentikan langkah Anita.
Anita seketika terdiam membelakangi Gilang, dan kembali menagis, Anita sesekali memegang perut nya dengan erat, serasa putus asa bingung harus bilang seperti apa pada kedua Orang tua nya.
Gilang menghampiri Anita, dan memeluk nya. Sungguh Gilang merasakan seperti hidup nya yang dulu hilang kini kembali, namun Gilang sadar jika Anita sudah tidak bisa ia miliki.
Anita luput dalam kesedihan nya, Anita menangis di dalam pelukan Gilang. Anita sadar jika Gilang adalah suami orang, dan Anita tidak pantas berbuat seperti itu.
"Ma-maaf Lang, tidak seharus nya aku seperti itu. " Ucap Anita menghapus air mata nya.
"Tidak Apa-apa Ann. " Jawab Gilang menjadi kecewa, tapi Gilang harus bisa mengontrol diri nya sendiri.
"Sekarang kita pulang, kita bicarakan di rumah. " Ucap Gilang sambil membantu Anita berjalan, Anita sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.
__ADS_1
"Andai aku Ann yang menjadi Suami kamu, sungguh aku tidak akan pernah mengulangi untuk menyakiti mu, untuk kedua kali nya. " Gumam Gilang dalam hati nya.
"Aku akan membantumu menemukan kebahagiaan mu Ann. " Ucap Gilang berbisik pada Anita.
"Terima kasih Lang. Sungguh beruntung Glen bisa memiliki Suami seperti mu. " Ucap Anita sendu.
"Maaf kan aku Ann. " Jawab Gilang dalam hati nya.
Gilang ingin menemui Mahesa untuk membicarakan nya, Gilang tidak ingin membiarkan Anita menderita seorang diri, karna Gilang sadar dia tidak mungkin menemani Anita setiap waktu.
Kini Anita dan Gilang sudah berada di dalam mobil untuk pulang.
"Lang, aku mau minta tolong !! jangan ceritakan soal kehamilan ku ini pada kedua orang tua ku, aku belum siap Lang. " Ucap Anita pelan.
"Iya Ann, jika perlu Apa-apa beritahu aku. jangan sungkan aku akan menceritakan masalah ini pada Glen, agar dia tidak salah paham. " Jawab Gilang agar Anita tidak khawatir.
Anita tersenyum dan lagi-lagi Anita berterima kasih.
Dalam keheningan Anita dan Gilang hanya terdiam dengan pikiran nya masing-masing, hingga akhir nya Mereka pun sampai di halaman rumah Anita.
Gilang tidak enak jika harus masuk ke rumah Anita, karna kelihatan nya masih sepi tidak ada orang, dan Anita pun mengerti itu.
"Ann, hubungi aku jangan sungkan ! beritahu aku apa yang akan kamu lakukan ke depan nya, jika kamu minta aku untuk menarik Mahesa saat ini juga, aku akan melakukannya Ann. " Ujar Gilang dengan Sungguh-sungguh.
"Pasti aku akan menghubungi mu Lang, tidak usah dia bukan anak kecil. " Jawab Anita sambil tersenyum.
Dan saaat itu Gilang pun pamit pulang, dengan berat hati Gilang harus meninggalkan Anita dalam keadaan lemas seperti itu, tapi apa boleh buat ini demi kebaikan mereka berdua.
Anita masuk ke dalam rumah nya, beruntung belum ada satu orang pun yang datang, Anita merasa lemas dan pusing saat mengetahui jika dia sedang hamil.
Anita mengunci rapat-rapat pintu rumah nya, lalu Anita menaiki anak tangga menuju kamar nya, Anita masuk ke dalam kamar nya dan mengunci erat pintu kamar nya.
__ADS_1
Anita duduk di tepian tempat tidur nya, Anita menangis kembali, Anita merasa sangat kesal pada diri nya sendiri.
"Aaaaaarrrggghhhhh ..... Maafkan Mamah Nak hiks ... hiks.... "