Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Di luar Dugaan.


__ADS_3

BAB 36.


Anita masih Bingung apa Yang Harus ia Lakukan saat ini, Anita menggaruk Kepala nya yang Tidak gatal itu. Anita Tiba-tiba Ingat dengan Proses Perceraian nya Bersama Rey.


"Seminggu lagi Panggilan Pertama Untuk sidang perceraian ku Dengan Rey akan Di selenggarakan, Dan Setelah itu Akan ada Mediasi. Mudah-mudahan Rey tidak membuat keributan, Dan Tidak mempermasalah kan Hak Asuh Nara. " Gumam Anita di dalam kejenuhan nya saat menunggu Tuan Mahesa datang.


"Walau pun Sampai Rey mempermasalah kan Hak Asuh Nara, Hak Asuh itu Pasti jatuh ke tangan Ku !! " Sambung Anita kembali.


Selang Beberapa Jam, Anita tidak sadar ada 1 Orang Laki-laki berjalan ke arah Ruangan Tuan Rama, dan Pasti nya akan melewati Meja Nya.


Laki-laki Berpakaian Sangat Rapih, Dengan kemeja Warna Putih yang sangat Cocok dengan Badan Nya yang kekar, dan celana Hitam yang begitu Rapih Lipatan nya. Laki-laki itu sangat Tampan Nan sempurna. kira-kira Umur nya 29 thn nan.


"Apa Itu Tuan Mahesa ya ?? " Ucap Anita berdiri saat Laki-laki itu berjalan melewati Diri nya. Untung Lah Anita sudah Tersadar dari Masalah yang ia sedang Pikir kan, dan lansung memberi Salam Pada Laki-laki yang baru saja berjalan melewati Diri nya.


Seketika Anita pun di panggil Oleh Tuan Rama. "Berarti benar dia adalah Tuan Mahesa, pewaris Tunggal Perusahaan Rama Grup. Ya Alloh, Jangan Tempat kan aku di dalam Masalah yang Rumit lagi !! Permasalahan Ku dengan Rey saja baru mau di Mulai !! Tolang Hamba Ya Alloh. " Gumam Anita di dalam Hati nya, menemani Langkah Anita ke dalam Ruangan Itu kembali.


"Permisi Tuan !! " Ucap Anita Sopan Pada 3 Laki-laki yang ada di depan Diri nya.


"Mahesa kenal kan ini Anita !! Dia adalah karyawan baru di sini !! Sekaligus dia yang akan menjadi Sekertaris Kamu. Dan Papah sudah Yakin Anita terbaik untuk mengisi Posisi sebagai Sekertaris kamu, Papah mencabut dia Dari Cabang 1. " Ucap Tuan Rama tegas, pada Putra nya Tuan Mahesa.


Anita hanya mengangguk Sopan pada Tuan Mahesa. Anita tidak bisa berkata-kata sedikit pun, kalau pun ia berani mengatakan Sesuatu, takut di bentak kembali Oleh Tuan Rama.


"Siapa Nama kamu ?? " Tanya Perdana Mahesa pada Anita.


"Saya, Anita Tuan !! " jawab Anita Tegas namun tetap sopan.


Mahesa hanya mengerucutkan Bibir nya. " Pah, Apa Papah tidak Bisa mencarikan Sekertaris yang lebih Bagus dari Ini ?? Ayo Lah Pah, aku bisa cari yang lebih baik !! " Bisik Mahesa pelan pada Tuan Rama, Namun Anita bisa mendengar nya.


"Apa ?? Jadi aku kurang Baik ?? Dari mana dia bisa menilai aku Baik atau tidak nya. Mungkin dia melihat dari penampilan ku saja !! " Umpat Anita dalam Hati nya kesal.


"Sudah Lah Mahes, Turuti perintah Ayah. Ayah tau yang terbaik untuk kamu !! Jadi Berhenti lah untuk membentak Papah !! Atau Papah akan mencabut semua pasilitas kamu yang sudah Papah kasih. " Bentak Tuan Rama pada Mahesa.


"Hahahahaha ... Mampus kamu !! " Umpat Anita tertawa dalam Hati nya.


"Ya sudah, Kalian berdua Siap-siap ke Ruang pertemuan. Semua sudah menunggu. Papah akan memperkenal kan kalian pada Semua karyawan yang ada di Sini !! " Ucap Tuan Rama.


"Baik Tuan !! " Ucap Anita.


Di ruang pertemuan Itu oun Sudah berjejer Para Staf di kantor Pusat itu, Pandangan Laki-laki yang di sana, Tertuju pada Anita. Ada yang mengagumi dan ada pula yang sirik akan Posisi Anita sekarang terutama Para Wanita yang ada di Ruangan Pertemuan itu.

__ADS_1


Kaum Wanita hanya memuji ketampanan Mahesa, walau pun Mahesa sedang memasang wajah Jutek nya. Perkenalan pun usai.


Semua karyawan kembali Pada Posisi Masing-masing.


Anita yang sudah duduk kembali di kursi kerja dan meja kerja nya, kini tinggal menunggu Antoni untuk memberikan nya Semua berkas yang harus ia pelajari terlebih dahulu.


Tiba Lah Antoni, dengan Sopan Antoni memberikan nya Pada Anita. Anita hanya bersikap Biasa saja pada Antoni. Namun Antoni memberikan Motivasi pada Anita.


"Ann jangan menyerah Ya, Kamu Pasti Bisa !! " Ucap Antoni.


"Oh ya Baik Pak Antoni. Terima kasih !! " Ucao Anita tanpa melihat ke arah Antoni, kini mata nya hanya tertuju pada Buku Agenda yang Harus dia Tulis kegiatan apa saja yang harus di lakukan Mahesa saat di jam Kerja nya.


"Baru kali ini, Gue melihat Perempuan sedingin ini, menyambut kedatangan Gue !! " Heran Antoni pada Anita dalam Hati nya.


Antoni pun Pergi setelah Menyerah kan berkas itu pada Anita.


Anita mempelajari Semua Berkas yang Antoni serah kan, Anita mulai memasukan Data Relasi-relasi penting Tuan Rama, ke data File milik Pribadi nya. Agar memudahkan Dia untuk bekerja.


Setelah Beberapa saat Anita sudah mengerti Dengan semua Berkas yang Harus ia lakukan, sebagai Sekertaris Tuan Mahesa. ini bukan Hal yang susah, Karna Anita sudah melakukan nya saat bersama dengan Ibu Meta.


Anita menyender kan badan nya di Kursi, Tiba-tiba teriakan Di dalam Ruangan Bos Terdengar.


"Iya Tuan ?? Ada yang Bisa saya Bantu ?? " Ucap Anita sopan.


"Tolong bikin kan saya Kopi !! " Perintah Mahesa ketus pada Anita.


"Baik Tuan, saya akan memanggilkan OB untuk membawakan Tuan kopi !! " Anita sangat menghormati Atasan nya itu.


"Heh, Apa kamu Tuli atau Beg* ?? Saya suruh kamu yang bawakan nya, Bukan OB !! " Teriak Mahesa, kejam pada Anita.


Anita kaget dengan perkataan Mahesa. Anita tidak terima dia di katai seperti itu.


"Maaf Tuan, saya Bicara secara Baik-baik di sini !! saya menghormati Tuan sebagai Atasan Saya, saya tidak masalah Hanya untuk membuatkan Kopi untuk Tuan, walau pun itu bukan tugas saya !! Tapi saya mau minta Tolong Tuan juga harus Bicara yang Pantas pada saya, walau oun saya hanya sebatas Bawahan Tuan !! Saya memang Rakyat kecil, Tapi saya tidak Suka kalau ada Orang yang Seenak nya saja, Siapa pun itu !! " Anita sangat Emosi pada Mahesa, namun Anita bisa mengontrol Emosi nya saat berbicara.


"Gila Ni Cewe, berani-berani nya ngelawan Gue !! " Gumam Mahesa dengan senyuman Licik di Hati nya.


Sedangkan Anita pergi dari Hadapan Mahesa tanpa ada jawaban Balasan Dari Mahesa.


Sementara Di Ruangan Lain, Tuan Rama tersenyum penuh Arti melihat sikap Anita pada Putra nya, Tuan Rama sangat suka sekali dengan Sikap Anita pada Putra nya Mahesa.

__ADS_1


Anita pergi Untuk ke Ruangan Dapur Perusahaan itu, dan menanyakan Pada Setiap Orang yang berada di situ. setelah Anita tau Anita segera membuat kan Kopi dan membawakan nya langsung ke Meja Mahesa.


Bisikan demi bisikan, terdengar mengganggu di telinga Anita. " Ternyata dia itu kacung Bos Tampan Kita rupa nya, Hahahaha !! " Bisikan itu pelan namun menusuk hati Anita.


Anita tidak mau melayani Orang-orang itu, setidak nya Posisi mereka di Banding kan Anita lebih tinggi Anita, jadi ya Biarkan lah Anjing menggonggong kapilah berlalu.


Anita kembali ke ruangan Tuan Mahesa. dan meletakan gelas yang berisi kopi Buatan nya yang di pesan oleh Tuan Mahesa, Anita meletakan nya tanpa menatap Wajah Mahesa.


"Silah kan Tuan !! Apa bila tidak ada lagi, saya akan kembali ke maja saya !! " Ucap Anita tanpa melihat Ke arah Mahesa.


"Sudah sana Keluar !! Tapi tunggu sebentar, kamu cicipi dulu Kopi ini, baru saya bisa meminum nya, Bisa saja kamu taro Racun dalam kopi ini. " Ketus Mahesa pada Anita.


Anita membulat kan pandangan nya tak Percaya, Bahwa Pikiran Tuan Mahesa sependek itu.


"Tapi Tuan, Itu sangat tidak Sopan !! " Tolak Anita pada Bos nya.


"Berarti benar, di dalam Kopi ini ada Racun nya !! " Sambung Mahesa Dengan senyuman Licik nya.


Anita kembali tidak terima dengan perkataan Seorang Mahesa yang kini menjadi Atasan nya.


"Baik lah Tuan, saya akan meminum nya. saya akan menuangkan kopi ini pada Tatakan nya, dan saya akan meminum nya !! " Ucap Anita sambil menuangkan Kopi ke dalam Tatakan piring kecil itu.


Anita meminum nya di hadapan Tuan Mahesa, Tuan Mahesa menatap Anita dengan seksama, dan Anita pun menatap Tuan Mahesa dengan muka kesal nya, dan Mata sedikit Berkaca-kaca.


Mahesa menatap Mata Anita yang Berkaca-kaca, Tapi Mahesa tidak memperdulikan nya, Ia hanya tersenyum merasa dia menang.


"Ok !! Kamu boleh keluar !! " Ucap Mahesa sambil menggerakan Telapak Tangan nya.


"Tuan Bisa memecat saya saat ini juga, Saya tidak akan memohon Pada Tuan, jika Tuan tidak suka saya, untuk menjadi sekertaris Tuan !! Silahkan Pecat saya, saya tidak keberatan. Permisi Tuan !! " Ucap Anita sambil membalikan Badan nya dan keluar dari Ruangan itu.


"Dasar Laki-laki Angkuh !! Mudah-mudahan saya segera di pecat dari sini !! Andai kan saya ridak mengingat Ibu Meta, saya sudah mengajukan pengunduran diri saat ini juga. " Gerutu Anita, dengan kasar menduduki Kursi kerja nya.


Mahesa yang melihat sikap Anita dari Ruangan nya, hanya terseyum lebih manis dari sebelum nya.


"Aduh Mahesa, Apa Arti dari senyuman mu Itu ??? " Ucap Author ..


...****************...


Hy .. Para Reader terima kasih yah, masih setia di Karya ku yang satu ini. Jangan Lupa Like, coment dan Vote, sayang Vote nya masih sedikit. Tapi Author tetap akan semangat Up semakin banyak lagi .... Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2