Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Kedatangan Gilang


__ADS_3

BAB 126.


"Aku tidak mungkin menceritakan jika Mahes sudah sampai menyetubuhi Anita, itu akan semakin membuat dia geram terhadap Anita. " Gumam Tuan Rama dalam hati nya.


"Aku tidak perduli Pah, yang penting Mahes harus mendapatkan pendamping yang sepadan dengan keluarga kita, atau bahkan lebih dari keluarga kita. " Dengus Ibu nya Mahes dalam hati nya.


Tak lama Tuan Mahesa sudah bisa di lihat kondisi nya, namun Mahesa belum sadar karna pengaruh obat yang sudah di berikan oleh Dokter.


Tuan Rama menggelengkan kepala nya saat melihat keadaan anak kesayangan nya itu, begitupun dengan Ibu nya.


"Maaf kan Papah Nak, Papah sudah meninggalkan mu. " Ucap Tuan Rama pada Mahesa.


Entah kenapa kejadian itu tidak membuat Ibu nya Mahes geram, Ibu nya Mahes malah semakin muak akan wanita yang bernama Anita.


Ibu nya Mahes keluar , seruan panggilan dari Tuan Rama pun tidak ia hiraukan.


Lewat beberapa hari Mahesa masih berada di Rumah sakit, keadaan Mahesa sedikit memburuk sempat panas dingin karna jahitan di jidat nya, sehingga Mahesa di saran kan untuk rawat inap saja.


Mahesa sempat memikirkan dan mananyakan perihal keberadaan Anita, namun Mahesa mendapatkan jawaban dari Tuan Rama, bahwa Anita Baik-baik saja, dia ada di kantor.


Cukup itu saja yang Mahesa dengar dari mulut Ayah nya tentang Anita. Sementara Tuan Rama sudah mengira ini akan terjadi Anita mengundurkan diri nya, tentu nya itu ada kaitan nya dengan Istri nya yang sangat membenci Anita.


Sementara Anita kini sedang terdiam sendiri di kamar nya, Anita berbicara pada kedua Orang tua nya jika dia sedang tidak enak badan sehingga tidak dapat masuk kantor untuk beberapa hari saja.


Saat semua orang rumah sedang tidak ada, karna kedua orangtua Anita beserta Nara, sedang pergi keluar untuk berjalan-jalan. Dengan begitu Anita semakin leluasa memikirkan penderitaan nya.


Tidak selang waktu lama, Anita mendengar suara bel rumah nya berbunyi tanda ada yang datang untuk bertamu, sungguh Anita sangat tidak ingin menerima tamu, namun suara bel itu terus saja berbunyi, Anita dengan terpaksa turun untuk melihat siapa yang datang.


Anita membukakan pintu rumah nya, tanpa melihat terlebih dahulu siapa sebenarnya yang datang, Anita terkejut saat mengetahui siapa yang datang, dia adalah Ibu Inggrit Istri dari Tuan Rama sekaligus Ibu dari Tuan Mahesa.


Anita kaget karna dia kedatangan Tamu yang sangat tidak di inginkan oleh Anita, Anita merasa kaku karna saat itu Anita sedang berpenampilan tak sopan, karna Anita merasa nyaman dengan setelan kaos dan celana pendek saat di rumah.


"A-anda ! " Ucap Anita gugup.

__ADS_1


Ibu Inggrit memperhatikan Anita dari atas sampai bawah, lalu Ibu Inggris tersenyum nyinyir saat itu juga.


"Ma-maaf Bu, sialahkan masuk !! silahkan duduk, saya tinggal sebentar bu. " Ucap Anita meninggalkan Ibu Inggrit tanpa tau Ibu Inggrit sudah masuk atau pun belum.


Anita hanya ingin ke kamar nya untuk mengganti pakaiannya, agar lebih terlihat sopan. Anita berharap Ibu Inggrit tidak membawa kabar buruk saat bertamu kerumah nya.


Tak lama Anita kembali dengan pakaian sopan dan sebuah nampan di tangan nya yang berisi segelas Air untuk di suguhkan pada Ibu Inggrit.


Anita tidak menunjukan sikap buruk saat itu, karna Anita berharap Ibu Inggrit sudah berubah pikiran, dan melupakan kejadian beberapa hari lalu.


"Anita ? Saya tau anak saya begitu mencintai kamu, hingga diri nya mampu melukai dirinya sendiri, jad ........ " Ucap Ibu Inggrit langsung terpotong oleh pertanyaan Anita.


"Apa Bu ? Tuan Mahesa kenapa ? apa yang terjadi pada diri nya ? " Pertanyaan Anita seketika memberondong Ibu Inggrit.


"Stop Anita ! Dia tidak apa-apa, dan dia tidak butuh kamu. Saya minta untuk yang terakhir kali nya jauhi dia, kedatangan saya kesini untuk menjelaskan masalah yang akan terjadi jika seandainya kamu dan anak saya Mahes masih tetep memilih untuk bersatu. " Ucap Ibu Inggrit meneduhkan wajah nya.


Anita hanya khawatir pada keadaan Tuan Mahesa, seketika Anita mengingat kejadian di dalam kantor waktu itu, saat Tuan Mahesa mengamuk dan hampir melukai diri nya sendiri.


"Di beberapa waktu lalu, perusahaan Suami saya hampir semua nya mengalami Kolep, bisa di bilang ada di ujung tanduk, pada saat itu saya dan Suami saya bingung dan tidak siap jika harus menjadi gelandangan, sementara Mahesa saat itu masih dalam keadaan sakit dan tidak mau keluar kamar saat kehilangan calon istri nya. " Jelas Ibu Inggrit memasang wajah sedih.


Anita seketika sakit saat mendengar kata calon Istri Mahesa. " Lalu ? " Ucap Anita pelan.


"Setelah itu kami meminta bantuan dan terus mencari cara agar semua nya bisa terselamatkan, dan beruntungnya kami menemukan seseorang yang mau membantu, dia adalah Tuan Bram, sehingga saya dan Suami saya tidak jadi kehilangan semua harta dan kekuasaan yang sudah kami dapatkan sebelum nya, kami anggao itu adalah sebuah hutang budi yang harus di bayar, kami tidak mengira jika hutang budi itu harus di bayarkan oleh Mahesa, Ya ... Tuan Bram meminta Mahesa anak kami bisa menikahi Putri nya, untuk itulah saya pulang ke tanah air, karna jika tidak .... mungkin semua yang sudah kami genggam akan lepas kembali dan sirna selama-lama nya. " Jelas Ibu Inggrit menitikan air mata buaya di hadapan Anita.


Anita meras simpatik dan tidak merasa marah pada Ibu Inggrit, karna menurutnya itu hal yang wajar meskipun itu tidak akan adil untuk Anita maupun Mahesa.


"Baik lah Bu, jika memang itu kendala nya saya akan mengalah, tapi ingat Bu saya melakukan itu bukan karna Ibu dan bukan karna saya tidak mencintai Tuan Mahesa, tapi saya lakukan semua itu demi kebaikan Tuan Mahesa dan kebaikan Tuan Rama. " Ucap Anita gemetar sampai-sampai semua tubuh nya dingin, dan perasaan nya hancur.


"Tolong tinggalkan saya sendiri Bu. " Ucap Anita menundukan kepala nya, tak kuat menahan rasa sakit di tubuh dan hati nya.


Di luar rumah Anita ada hati yang begitu sakit setelah mendengar percakapan antara Ibu Inggrit terhadap Anita, dia adalah Gilang. Gilang langsung pergi ke Jakarta setelah mendapati kabar tentang Anita dari Pak Joko supir Taxi itu.


Gilang merekam semua pembicaraan Ibu Inggrit pada Anita, Gilang merasakan perih di hati nya. Gilang sudah menitipkan Anita kepada tangan yang salah, Gilang tidak tega melihat Anita kembali tersakiti . " Anita harus tersakiti oleh Rey, Anita harus tersakiti oleh kebodohan ku, dan kini Anita harus tersakiti oleh kenyataan pahit tentang Laki-laki so suci itu ... Arrgghhhhhhhh . " Dengus kesal Gilang dalam hati nya.

__ADS_1


"Aku kira kini kau sudah bahagia Ann. Maaf kan aku Ann. " Ucap kecil Gilang sambil menyeka air mata rasa bersalah nya.


Gilang bersembunyi saat Ibu Inggrit hendak keluar, Anita masih terpuruk dalam sedih nya. Gilang ingin menghampiri Anita saat Gilang merasa Ibu Inggrit sudah pergi .


Gilang Masuk tanpa sepengetahuan Anita. Gilang berdiri di tempat yang tidak jauh dari Anita.


"Ann !! " Ucap Gilang sendu pada Anita.


Anita melihat ke arah sumber suara, dan kaget saat tau siapa yang datang dan memanggil nya , Anita seketika berdiri.


Namun saat Anita ingin mengucapkan nama Gilang, Anita Ambruk tak sadarkan diri.


"Ann ... " Teriak Gilang langsung menggapai tubuh Anita yang hampir mengenai lantai rumah nya.


Gilang teriak memanggil kedua Orang tua Anita, namun Gilang sadar bahwa di rumah itu tidak ada siapa-siapa.


Gilang langsung membawa Anita tanpa persetujuan dari siapa pun. " Ann, tenang ya !! aku akan membawa mu ke rumah sakit. " Ucap Gilang sambil membopong tubuh Anita ke dalam mobil nya.


Di dalam mobil Gilang memukul-mukul setir mobil nya dan teriak kesal akan nasib Anita, yang sebelum nya dia anggap sudah bahagia.


"Aarrrrrrgghhhh ..... " Teriak Gilang sungguh sakit di dalam hati nya.


Sesampai nya di pelataran Rumah sakit, Anita belum sadarkan diri juga. Gilang meminta pihak Ruang sakit untuk segera menangani Anita.


Gilang menunggu kabar baik di luar ruangan tempat Anita mendapatkan penanganan, Gilang tidak bisa tenang sebelum Dokter keluar dan menjelaskan tentang keadaan Anita.


Dokter yang di tunggu oleh Gilang pun keluar dari ruangan. Gilang langsung menghampiri Dokter, dan Dokter meminta Gilang untuk ikut keruangan nya.


Dokter dan Gilang kini sudah ada di sebuah ruangan. " Ada apa Dok ? bagaimana keadaan nya. " Tanya Gilang cemas.


"Tenang, dia tidak apa-apa ! dia hanya butuh istirahat saja, dan dia tidak boleh berpikir terlalu berat, karna dia sedang mengandung janin usia 3 Minggu. " Jelas Dokter menyampaikan kabar baik itu.


Duarrrrrrrrrrrr .... bak petir di siang bolong, Gilang terkejut jika kini Anita sedang mengandung, dan sudah jelas itu adalah anak dari Laki-laki yang Gilang anggap sebagai Laki-laki so suci itu.

__ADS_1


__ADS_2