Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Kenikmatan bersama.


__ADS_3

BAB 139.


Pesta pernikahan itu pun sudah usai, Gilang dan Glenka yang mengucapkan selamat pun hanya berbicara sekilas pada Anita.


Gilang hanya berbisik, jika Anita harus berhati-hati. Tuan Mahesa tidak begitu memperhatikan gerak-gerik Gilang pada Istri nya.


Pesta Resepsi Tuan Mahesa dan Anita pun di selenggarakan 7 hari setelah akad nikah, mengingat Anita yang tidak boleh terlalu capek, menerima tamu undangan itu bukan hal yang ringan, tapi itu semua sangat melelahkan.


Anita yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar nya, kini sedang membersihkan diri di kamar mandi kamar nya, baik Tuan Mahesa ataupun Anita sangat merasa lelah.


Tuan Mahesa masuk ke dalam kamar nya, tanpa sadar jika Anita sedang mandi. Tuan Mahesa tentu saja bisa masuk walaupun Anita sudah mengunci pintu kamar nya.


Tuan Mahesa menjatuhkan badan nya di atas kasur yang super empuk itu, Tuan Mahesa sudah terlebih dahulu membuka Jas nya dan melonggarkan ikatan dasi di leher nya.


"Huhh ... lelah sekali !! " Keluh Tuan Mahesa sambil memijat kecil kening nya.


Anita tak sadar jika Tuan Mahesa yang kini sudah menjadi Suami nya itu, sudah berada di dalam kamar yang sama.


Anita mengenakan handuk kimono dan rambut di lilit oleh handuk kecil, Anita dengan polos nya membuka pintu kamar mandi nya.


"Ahhhhhhhh .... " Anita berteriak kaget, saat mendapati seorang Laki-laki sudah terlentang bebas di dalam ruangan yang sama dengan nya.


Tuan Mahesa terperanjat kaget, saat diri nya hampir saja tertidur karna lelah. Tuan Mahesa melihat ke arah Anita.


Tuan Mahesa menghampiri Anita dan memegang kedua lengan Anita. " Kenapa Sayang ?? " Tanya Tuan Mahesa khawatir.


Anita yang melihat ke khawatiran pada Tuan Mahesa hanya terdiam menatap wajah Tuan Mahesa, "Ti-tidak Mas, a-aku hanya kaget saja !! " Jawab Anita merasa bersalah.


Tuan Mahesa memeluk Anita dengan cepat. "Syukurlah Sayang, Mas kira kamu terjatuh !! " Ucap lembut Tuan Mahesa.

__ADS_1


Tuan Mahesa mencium Wewangian sehingga kesadaran nya mulai pulih, Wanita yang sedang ia dekap kali ini adalah Istri Syah nya. Tuan Mahesa mulai salah tingkah.


Tuan Mahesa melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Anita tatapan itu terus bergerak pada seluruh tubuh Anita yang hanya mengenakan kain handuk tipis saja.


Walaupun mereka sudah pernah melakukan nya. Mahesa selalu ingin melakukan nya, apa lagi jika Mahesa mengingat malam itu adalah malam pengantin nya.


Anita mulai resah saat tatapan tajam itu mulai ia lihat lagi di wajah Tuan Mahesa, diri Anita terasa di sambar udara dan rasa nya itu panas dan dingin.


Anita yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi tidak bisa berjalan lebih jauh lagi. Tangan Mahesa kini sudah mulai untuk menarik tali yang terikat di pinggang Anita.


Walau pun tangan nya sudah mulai beraksi, namun tatapan mata Mahesa masih terkunci pada tatapan Anita, deruan nafas Anita mulai tidak teratur, saat tangan Tuan Mahesa sudah mulai masuk dan melingkar di pinggang Anita.


Mahesa semakin bernafsu, saat merasakan deruan nafas Anita yang sangat memabukkan nya.


Mahesa menarik tengkuk leher Anita dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan Mahesa sedang menari-nari di punggung Anita dengan sentuhan lembut yang membuat Anita mabuk.


Anita dengan perlahan membuka semua pakaian yang masih tertata rapih pada tubuh kekar Mahesa, Mahesa yang mendapatkan perlakuan itu semakin tak sabar.


Kini Mahesa sudah tidak mengenakan kemeja nya, sehingga Anita dapat meraba tubuh kekar Mahesa, Anita meraba dengan lembut dada bidang Mahesa.


Mahesa membuka handuk yang masih melilit di kepala Anita, sehingga rambut Anita terurai dengan keadaan masih basah.


Anita tersenyum pada Suami nya itu. "Sayang ... !! " bisik Anita.


"Malam ini kita akan memberikan hak kita masing-masing, lakukan apa yang kamu mau Sayang !! " Jawab Mahesa berbisik langsung pada daun telinga Anita.


Anita sampai memejamkan mata nya. Tanpa aba-aba Mahesa membawa tubuh Anita ke atas tempat tidur, Anita sudah pasrah apa saja yang ingin Suami nya lakukan.


Mahesa mematikan lampu kamar nya, sehingga menjadi redup suasana nya, dengan semangat Mahesa melepaskan kain yang masih menghalangi tubuh Anita.

__ADS_1


Hingga kini Anita terlihat polos tanpa ada kain sehelai pun menutupi nya, Mahesa dengan cepat melepas kain yang masih menutupi tubuh nya yang kekar itu.


Mahesa sebagai Suami tidak akan menyia-nyiakan malam pertama nya dengan Istri yang baru saja ia persunting, Mahesa terus memainkan permainan tangan nya, sehingga Anita menggeliat ke enakan, dan enggan membuka mata nya.


Keringat sudah membasahi di setiap lekuk tubuh Mahesa, dengan rakus Mahesa melahap habis kedua gundukan milik Anita, Sungguh Mahesa sangat menikmati setiap kenikmatan yang Anita berikan pada nya.


Anita meremas kecil rambut Mahesa tanpa Anita sadar Anita seperti sedang menuntut Mahesa untuk lebih kuat lagi melakukan nya.


Mahesa merasakan candu yang luar biasa saat menikmati kedua gundukan itu, tanpa sengaja Mahesa sudah mengigit nya sedikit keras.


Anita mengeluarkan suara aneh, walaupun sakit tapi Anita tidak melarang Suami nya untuk melakukan nya lagi.


"Iya ... Sayang !! Mas lakukan nya sekarang ya. "


Anita menganggukan kepala nya perlahan. " Pelan-pelan Mas. " Jawab Anita.


Mahesa mengerti dan tau Anita kini sedang hamil muda, sehingga Mahesa harus melakukan nya secara perlahan.


Mahesa membuka kedua kaki Anita dan memposisikan benda milik nya agar pas pada benda milik Anita.


Anita menatap wajah Suami nya, Anita sesekali melihat barang Suami nya yang sudah berdiri tegap sempurna.


Mahesa membungkukan badan nya agar dekat pada tubuh Anita, Mahesa lebih dulu menyatukan pagutan bib*r nya setelah Mahesa merasa Istri nya itu sudah siap, Mahesa menekan perlahan agar barang nya bisa masuk secara perlahan ke dalam barang Anita.


Suara-suara Aneh mulai terdengar dari mulut Anita. Mahesa sama hal nya dengn Anita hanya suara aneh lah yang keluar dari mulut Anita.


Mahesa memainkannya dengan ritme sedang, saat kedua nya akan merasakan pada puncak nya, Mahesa memainkan nya dengan ritme cepat, sehingga Anita tak tahan menahan Suara nya.


Suara aneh itu pun kelur lagi dari mulut Anita dan Mahesa sehingga kedua nya sampai pada puncak kenikmatan nya secara bersamaan.

__ADS_1


Kelelahan kini sedang mendera mereka berdua, sehingga kedua nya memutuskan untuk tertidur setelah membersihkan diri nya masing-masing. Mereka beristirahat dalam satu selimut bersama.


__ADS_2