Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 171


__ADS_3

Gilang merasa dia kini menjadi penghalang, akan terbuka nya Anita pada kedua orang tua nya.


Lalu Gilang memutuskan untuk berpamitan pada kedua orang tua Anita, dan juga pa Anita. Anita berterima kasih banyak atas bantuan yang Gilang berikan.


Tuhan begitu baik pada Anita sehingga ia mengirim orang baik, di saat masa masa sulit nya.


Gilang berharap itu bukan lah pertemuan yang terakhir, tapi pertemuan awal yang tidak akan menemukan kata akhir.


Gilang keluar dari ruangan tempat Anita di rawat.


"Sayang siapa dia ? " Tanya Ayah Anita.


"Di-dia teman lama ku Pah, kebetulan dia yang menolong ku saat mobil yang aku pakai mogok di depan sana. " Jawab Anita.


"Oh syukurlah, Ayah kira dia siapa. Makanya Ayah tidak menyapa dan berterima kasih pada nya. Mana Suami mu ? " Sambung Ayah Anita bertanya kembali.


"Ayah .. aku mau beristirahat dulu ya ? jika Mas Mahesa datang, tolong suruh dia untuk tidak mengganggu ku. Dan aku minta tolong jaga bayi ku itu, karna aku tidak sudi dia menyentuh atau pun membawa nya. " Hardik Anita pada Ayah nya, membuat Ayah nya semakin tidak mengerti.


" Ada apa ? " Tanya Ayah nya kembali


" Sudah yah, biar nanti Anita jelaskan. Anita kini harus banyak beristirahat. Ibu tahu apa yang sedang Ayah pikirkan. Dan Ibu pun yakin mereka sedang ada masalah besar. " Sela Ibu Anita pada Suami nya.


"Baik lah Bu. " Jawab Ayah Anita.


Selang beberapa lama Mahesa pun tiba di pelataran rumah sakit, Gilang yang hendak pergi melihat kedatangan Mahesa sehingga Gilang mengurungkan niat nya untuk pergi, Gilang keluar kembali dari dalam mobil nya.


Berniat ingin menyapa Mahesa, Gilang Terburu-buru keluar dari dalam mobil nya, namun Mahesa langsung berlari memasuki rumah sakit. Sehingga tidak ada kesempatan bagi Gilang untuk menyapa Mahesa.


Gilang semakin penasaran dengan apa yang terjadi, Gilang pun kembali berjalan ke dalam rumah sakit, Gilang mengikuti Mahesa menuju ruang perawatan Anita.


Mahesa di sapa oleh salah satu petugas di bagian Receptionis.

__ADS_1


"Tuan selamat malam ? ada yang bisa saya bantu ? " Ucap Receptionis itu.


"Apa beberapa waktu lalu Istri saya datang ke sini ? " Tanya Mahesa gelisah.


Reception itu mengerutkan dahi nya, " Kenapa Tuan Mahesa bertanya seperti itu. "


"Iya Tuan, Nyonya Anita sedang ada di ruang perawatan keluarga. " Jawab Receptionis itu sopan.


"Benar yang aku duga, Anita berada di rumah sakit ini. Pasti yang Nara maksud Dede bayi itu adalah anak ku. " Batin Mahesa semakin tidak sabar ingin menemui Anita.


"Apa ? jadi dia tidak tahu jika Anita melahirkan. Semakin jelas ada sesuatu yang terjadi pada mereka. " Gumam Gilang tidak jauh dari Mahesa, namun Mahesa tidak menyadari nya.


Mahesa berlari menuju ruangan PiV di rumah sakit itu, setelah sampai di depan ruangan Anita Mahesa langsung membuka pintu tanpa permisi.


"Anita ? " Ucap Mahesa mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Dokter yang sedang mengecek kondisi Anita pasca oprasi Cesar itu.


Semua orang terheran-heran melihat kedatangan Mahesa dengan penampilan nya yang acak acakan.


Mahesa berjalan perlahan menuju tempat berbaring nya Anita.


Air mata haru dan penuh penyesalan ia toreh kan dari pelupuk mata nya, melihat sang istri sedang tergolek lemah pasca melahirkan membuat nya semakin terluka.


"Maaf kan aku sayang, tidak seharus nya kamu melihat kegilaan ku bersama Amel, aku berharap kamu dapat melupakan nya. " Lirih Mahesa dalam hati nya saat melihat kondisi Anita yang sedang berbaring dengan mata terpejam.


Mahesa melihat ke sisi lain ada seorang bayi mungil yang sedang tertidur pulas, kini air mata itu di iringi dengan senyuman bahagia.


Saat Mahesa ingin menyentuh Anita, suara tegas keluar dari mulut Ayah Anita.


"Stop jangan ganggu dia, biarkan dia beristirahat. " Ucap Ayah Anita memasang wajah tegas walaupun ia belum tahu masalah apa yang terjadi.


"Ayah, sudah sabar. " Ucal Ibu Anita menenangkan suami nya.

__ADS_1


"Nak, tolong jangan di ganggu dulu ya. Biarkan Anita beristirahat sesuai permintaan nya. " Ucap Ibu Anita lembut pada Mahesa.


"Mungkin, Anita berpesan pada kedua orang tua nya untuk tidak ingin aku sentuh, Anita tidak ingin menemui ku. " Batin Mahesa pilu.


Dokter yang menangani Anita, merangkul pundak Mahesa, dan mengajak nya berbicara di luar.


Dokter pun permisi pada kedua orang tua Anita, dan sebelum itu Dokter sudah menjelas kan jika ke adaan Anita belum stabil sehingga Anita harus banyak beristirahat.


Orang tua Anita berterima kasih pada Dokter itu, dan kini Mahesa sudah keluar dari ruangan Anita bersama Dokter itu.


"Mahes, apa yang terjadi Hah ? kamu tidak ada di masa-masa sulit istri mu tadi, hampir saja istri mu itu ada dalam bahaya, tapi karna kekuatan lain istri mu bisa bertahan, ada apa ? " Hardik Dokter itu.


"Entah lah Dok, jika aku ceritakan mungkin Dokter lah orang pertama yang akan menyalahkan diri ku. " Ucap Mahesa gelisah tidak karuan, tak jarang Mahesa ketakutan.


Dokter itu melihat sesuatu tekanan sedang Mahesa pikul, sebelum nya sang Dokter sudah menelpon sahabat nya Rama dan memberitahukan keadaan menantu nya, Dokter itu pun tak kalah terkejut saat Tuan Rama bilang ia tidak mengetahui jika menantu nya hendak melahirkan.


Dan kini Tuan Rama sedang dalam perjalan pulang daei luar negeri ke tanah air.


"Apa Dokter sudah menelpon Papah ? " Tanya Mahesa pilu.


"Sudah ... dan di ..... " Jawab Dokter itu langsung terpotong oleh Mahesa.


"Apa ? Doker menelpon Papah ? Kacau .... " Dengus Mahesa.


"Kacau kenapa Mahes. " Tanya Dokter itu cepat.


"Jika Papah tahu yang sebenar nya, aku akan habis, entah hukuman apa yang akan Papah berikan pada diri ku. " Ucap Mahesa menjambak rambut nya sendiri.


"Tenang Mahes, jangan gelisah berlebihan itu tidak baik. " Dokter itu melihat fisikis Mahesa kini sedang tidak baik, dan Mahesa di bawa ke ruangan nya untuk duduk sejenak.


Gilang yang sedang menunggu jawaban dari pertanyaan nya, kini sedang berdiri di sudut lain untuk mendengarkan obrolan Dokter dan Mahesa, namun Gilang tidak mendapat kan jawaban nya.

__ADS_1


Tapi dengan apa yang ia lihat dan apa yang dia dengar, Gilang tahu dan yakin jika Anita dan Mahesa sedang ada dalam masalah besar.


__ADS_2