
BAB 68.
"Mah ini Anita !! " Ucap Gilang dengan Senyuman Sendu nya menatap Ibu Mayang.
Anita pun menjulurkan Tangan nya untuk menjemput uluran tangan Ibu Mayang, Dengan Sigap Ibu Mayang Mengulurkan Tangan nya. Wajah Ibu Mayang hanya Di Hiasi Dengan Senyuman Biasa saja. Tidak ada kehangatan Menghiasi Pertemuan Mereka.
Namun Anita tetap Bersikap Hangat pada Ibu Mayang,
Anita yang duduk di belakang kemudi, sesekali menatap pada Gilang, Gilang pun sesekali menatap Anita Dari Spion di dalam mobil nya.
Tidak ada Obrolan yang keluar dari dalam Mobil itu, Gilang Berpikir Keras agar dapat Merubah Situasi agar tidak Mencekam.
"Oh Iya Mah, Kita mau kemana sekarang ?? " Ucap Gilang pada Ibu nya.
"Ke Resto Mamah aja Dulu Nak, Mamah mau berkunjung dulu sebentar. " Ucap Ibu Mayang.
"Mah ?? " Ucap Gilang memberi kode pada Ibu nya, Agar tidak Mendiamkan Anita di belakang.
Ibu Mayang mengerti Maksud dari Gilang.
"Oh iya Sayang, Temenin Tante dulu ya hari ini. Gak keberatan kan ?? " Ucap Ibu Mayang lembut sambil menengok dan tersenyum.
Anita yang mendengar Ajakan lembut dari Ibu Mayang, langsung Tersenyum semangat.
"I-iya Tante, Gak Papa Ko. " Jawab Anita masih Canggung.
Seketika Gilang melirik Anita kembali di kaca Spion, Dan tersenyum. Begitu pun Anita Tersenyum bahagia pada Gilang.
Tak lama kemudian, Mobil Gilang pun telah sampai di Sebuah Resto Mewah.
"Hah ... ini kan Restu itu !! Jadi pemilik dari resto ini, Ibu nya Gilang ?? Dan Berarti Resto ini juga Milik Gilang !! Ampun ... Ko yang ini aku sampe gak sadar ya. " Gumam Anita dalam hati nya.
"Udah ... Udah .. gak Usah Syok gitu !! Kata nya sudah tau Aku ini siapa. " Samber Gilang dari arah Depan.
__ADS_1
"Maksud nya Nak ?? " Tanya Ibu Mayang Bingung.
"Gak Ko Mah, Gilang bicara sama Anita !! " Jawab Gilang.
Ibu Mayang Pun Turun, Tak sabar Ingin mencicipi Makanan Khas Resto nya sendiri. "Ayo Sayang, Kita makan Dulu di sini Ya ?? sudah lama sekali Lidah Tante tidak menyentuh, Makanan Resto ini. " Ucap Ibu Mayang Hangat, pads Anita.
Anita kini semakin tidak canggung lagi pada Ibu Mayang, " Oh Iya Tante, emang Masakan Resto ini, Sangat Luar Biasa, Lidah saya Pun ketagihan kalau gak Makan, Makanan dari Resto ini, Sehari saja !! " Jawab Anita, pada Ibu Mayang.
"Wah kamu, Pelanggan Resto ini rupa nya ?? " Ucap Ibu Mayang senang, saat mendengar pujian dari Anita.
"Uhh ... bukan lagi Tan, Tiap Hari saya selalu, Makan-makanan dari Resto ini. Selain saya pernah di bawa Oleh Gilang makan di sini. Perusahaan tempat saya Bekerja Pun sering memakai jasa Resto ini setiap hari nya !! " Ucap Anita mulai akrab pada Ibu Mayang, namun belum begitu Akrab sekali.
Gilang yang melihat 2 Wanita di hadapan nya, Merasa senang sekali, Karna Baru beberapa jam Saja Anita sudah bisa mengobrol dengan Asyik dengan Ibu nya, begitu Pun Ibu Mayang.
Ibu Mayang menilai Anita dalam hati nya. " Rupa-rupa nya Anita, Anak yang Baik !! Dan sederhana. Tapi aku tidak boleh gampang percaya begitu saja, aku harus membicarakan Masalah ini pada Anita langsung, dengan baik-baik. " Gumam Ibu Mayang dalam hati nya.
Dan Ibu Mayang, Melihat senyuman Bahagia Tersirat dalam raut wajah Gilang, yang sudah lama tidak ia lihat. " Maaf kan Mamah Nak, Mamah Akan Berusaha membantu kamu, sebisa Mamah. Tapi Keputusan tetap ada di Papah mu. Semoga Anita bisa merobohkan Keras nya Hati Papah. " Gumam Ibu Mayang kembali dalam hati nya.
Mereka Bertiga pun, Memasuki Resto itu. dan Di sambut Kembali Oleh Orang yang sama, Namun kini suasana nya Berbeda, Semua Karyawan Resto itu Turun, dan menyambut kedatangan Ibu Mayang.
"Sangat Pantas sekali sayang, Jangan berpikir Macam-macam, Ini semua Milik Orang tua ku. Aku tidak Punya Apa-apa. Kita akan memiliki semua ini saat kita bersama Nanti, dan kita akan memulai nya Dari nol. " Jawab Gilang, sambil memegang bangga tanggan Anita.
Anita yang mendengar Penjelasan Laki-laki yang sangat ia Cintai, Kini Anita semakin Bangga terhadap Kepribadian Gilang.
Mereka Ber tiga pun Di Persilahkan Duduk di Meja Makan Khusus, dan Bersifat Pribadi.
Tanpa Di Pesan, Makanan itu sudah Berjejer rapih di meja yang sudah di siap kan.
Ibu Mayang mengakui Ke gigihan para Pekerja nya di Resto itu.
"Ayo Di makan Nak, Sayang ayo di makan !! " Ucap Ibu Mayang, mempersilahkan Anita dan Gilang, menikmati Makanan yang sudah di hidang kan.
Tangan Gilang Dan Anita tidak mau lepas, dari Pegangan Masing-masing di bawah Meja itu.
__ADS_1
Anita mencoba Melepas nya, karna sangat susah makan hanya dengan satu tangan saja.
"Sayang jangan di Lepas !! " Umpat Gilang pada Anita.
Ibu Mayang Pura-pura tidak mendengar perkataan Gilang dan Anita.
"Sayang, aku kan mau Makan. Lagian aku di sini, Gak akan kemana-mana !! Gak usah di Pegangin. " Ucap Anita pada gilang. sambil menaham malu pada Ibu Mayang.
"Ya sudah, Makan dulu yang kenyang. Jangan Jauh-jauh ya ?? " Jawab Gilang, serius.
Anita hanya menggelengkan kepala nya saja.
Mereka Sangat menikmati makanan nya. Hingga Akhir nya Gilang di Suruh Ibu Mayang untuk melihat laporan Bulanan di Resto itu, yang akan memakan waktu Cukup lama.
Ibu Mayang ingin berbicara dengan Anita tanpa ada Gilang, dan tanpa sepengetahuan Gilang.
Gilang menolak nya, karna itu pekerjaan yang tidak akan Cepat selesai. Namun karna Bujukan Anita, Gilang akhir nya mau menuruti perintah dari Ibu Mayang.
Gilang pun sudah Pergi, Untuk menyelesaikan Pekerjaan yang di Perintahkan Oleh Ibu nya.
Meja pun sudah bersih semula, Tidak ada bekas makanan Sedikit oun, Hanya Tersisa Minuman saja, yang baru saja datang
Ibu Mayang akan Mulai membicarakan Hal pelik yang terjadi pada Gilang, secara Hati-hati pada Anita.
Anita melihat Kecemasan dari raut Wajah Ibu Mayang, Anita memegangi Tangan Ibu Mayang.
"Ada Apa tante ?? Aku tau, Ada yang ingin Tante Bicarakan, Bicara lah !! Jangan Sungkan. " Ucap Anita tersenyum Manis pada Ibu Mayang.
"Nak ... Gilang adalah Anak Satu-satu nya Di keluarga Tante !! setelah Adik nya Meninggal sesaat setelah tante melahirkan nya, Harapan Tante dan Om sekarang adalah Gilang.o Tante ..... !! " Ibu Mayang menghentikan perkataan nya.
Anita tau ada sesuatu yang akan terjadi pada Hubungan nya dengan Gilang.
"Tante ... Percaya sama saya !! Jangan lihat saya sebagai Wanita yang Di cintai Oleh Anak Tante!! Anggap saya sebagai Sahabat Tante!! " Ucap Lembut Anita, mampu menyejukkan Hati Ibu Mayang.
__ADS_1
Ibu Mayang mulai percaya, Bahwa Anita bisa melewati Cobaan ini dengan Dewasa.