
Mahesa hanya terdiam, dan menyembunyikan muka tegang nya.
"Oh ya-ya... itu hal yang wajar saja kan Mom? " Jawab Mahesa mencoba mengembalikan Fokus nya.
Wanita yang merupakan Ibu kandung dari Tuan Mahesa pun tertawa.
"Tenang saja sayang, jika itu bukan hal yang wajar pun Mommy tidak akan mencegah nya ko. Bahkan Mommy senang jika kamu bersama dengan Amel. " Ucap Ibu Inggrit tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Mahesa sedikit terkejut dengan apa yang di ucapkan Ibu nya, tapi diri nya tak merasa aneh karna memang dari awal Ibu nya lah yang membawa Amel ke hadapan nya.
Mahesa mencoba mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan perihal bisnis ibu nya, dan sesuai keinginan Mahesa Ibu nya tidak lagi membahas tentang Amel.
Namun tak di pungkiri dalam hati Wanita paruh baya itu, ada perasaan senang jika Mahesa mulai menyukai Amel sesuai rencana nya dari awal.
Setelah beberapa perbincangan mereka bicarakan, tibalah dimana Ibu Inggrit harus pergi dari ruangan kerja Mahesa.
"Ya sudah Nak, Mommy pergi dulu ! ada urusan yang harus Mommy selesaikan, oh iya .. Mommy kangen makan bareng sama kamu. " Ujap Ibu Inggrit sambil berdiri yang hendak akan pergi.
"Mommy datang saja kerumah, biar kita bisa makan sama-sama. " Jawab Mahesa.
Tiba-tiba Ibu Inggrit tertawa mengejek. " Ayolah Nak, apakah kamu tidak bosan makan terus makanan rumahan ? keluarlah, nanti biar Mommy yang atur ok ? "
Mahesa tidak menjawab, namun diam Mahesa di anggap mengiyakan kemauan Ibu Inggrit saat itu juga.
Setelah Ibu Inggrit pamit pergi, Mahesa menarik nafas panjang dan membuang nya secara kasar sambil mengusap kasar wajah nya.
"Ayolah Mahesa berpikirlah jernih. " Ucap Mahesa pada diri nya sendiri.
Tapi alih-alih dia menyangkal, bayangan sentuhan Amel masih terasa membekas di hati dan pikiran nya.
Di sela-sela lamunan nya Mahesa terkejut karna ponsel pribadi nya bergetar ternyata itu tanda ada notivikasi pesan yang masuk.
"Mas, apa hari ini mau aku antarkan makanan ? untuk makan siang ? " Isi pesan singkat itu ternyata dari Anita.
Mahesa berpikir sejenak, tidak ada nafsu dirinya untuk makan siang nanti.
Mahesa hendak membalas pesan singkat itu.
"Tidak usah ! " Balasan Mahesa begitu singkat tanpa menjelaskan alasan nya apa.
Di tempat lain Anita yang langsung membuka ponsel nya, langsung membaca balasan dari suami nya itu.
Pesan itu begitu singkat, namun berhasil membuat Anita murung setelah membaca nya.
__ADS_1
Lagi-lagi Anita berpikir Suami nya itu masih kesal terhadap nya.
Ada perasaan kecewa di hati Anita, Suami yang ia kenal selalu hangat dan lembut kini ia berpikir sudah berubah menjadi suami dingin dan datar.
Anita berniat jika suami nya datang, Anita akan memberikan apa yang suami nya mau, Anita akan berdandan untuk suami nya itu.
Tidak di pungkiri bahwa Anita memang malas untuk berdandan belakangan ini, apalagi saat kandungan nya sudah masuk trimester ke 3.
Waktu di hari itu pun terasa cepat, sehingga Anita tahu bahwa sebentar lagi Suami nya akan pulang dari kantor.
Anita tak menunggu waktu lama lagi, Anita langsung mempercantik diri nya, dengan memakai pakaian yang dia hadiahkan Mahesa pada nya saat hamil.
Mahesa yang sudah lelah karna seharuan bekerja, mulai merasakan kantuk, dengan enak nya Mahesa menggeliatkan badan nya di sela-sela keinginan nya untuk segera pulang.
Dengan pijatan kecil di kening Mahesa merasa sedikit ada tenaga untuk segera bangkit dari kursi kebesaran nya itu.
Kini Tuan Mahesa si pemilik perusahaan sudah berdiri dan hendak keluar dari ruangan nya.
Baru beberapa langkah Mahesa berjalan, suara ponsel nya pun berdering, tanda ada panggilan masuk.
Dan ternyata yang menghubungi nya adalah Ibu nya sendiri.
"Sayang, Mommy tunggu di restoran tempat biasa kita makan nya ? Mommy sebentar lagi sampai, jangan tidak datang makanan sudah Mommy pesan kan. Ok ! " Ucap Ibu Inggrit tanpa basa-basi.
Sambungan telpon itu langsung terputus begitu saja. Ada perasaan malas di benak Mahesa untuk menuruti permintaan Ibu nya itu.
Namun mau tidak mau Mahesa harus menuruti nya, mengingat yang di katakan oleh Ibu nya, bahwa makanan sudah di pesan.
Dan akhir nya Mahesa meminta sopir nya untuk melajukan kendaraan nya kearah restoran yang di tunjuk oleh Ibu nya itu.
Mahesa tak berpikir untuk menghubungi istri nya terlebih dahulu, karna Mahesa mengira itu hanya makan biasa saja, dan tidak akan memakan waktu lama.
Sesampai nya di pelataran restoran mewah itu, Mahesa dengan gagah nya keluar dengan membuka kancing jas nya karna merasa panas.
Sambutan dari petugas restoran itu pun mulai terdengar di telinga Mahesa.
Di meja khusus sudah duduk Ibu Inggrit yang sedang santai nya menikmati suasana restoran itu.
"Mom ? " Sapa Mahesa sambil mengecup kening Ibu nya.
"Hay Sayang, duduk ! " Jawab Ibu Inggrit hangat.
Nampak bak Ibu sosialita elit, Ibu kandung dari Mahesa ini nampak cantik dan masih segar walaupun umur nya hamil mencapai kepala 5.
__ADS_1
Mahesa melihat ke sekeliling nya, lalu Mahesa melihat meja di hadapan nya yang masih kosong tidak ada makanan.
"Kata nya sudah di pesan makanan nya, Mana Mom ? " Tanya Mahesa.
"Sebentar Sayang, sebentar lagi. " Jawab Ibu Inggrit.
Tak lama makanan pun siap di hidangkan, makanan yang di sediakan dengan piring yang nampak mewah dan tampilan yang sangat menarik.
Saat Mahesa sudah siap menyantap makanan itu yang masih terlihat asap nya, tiba-tiba terhenti saat mendengar sapaan dari suara lain.
"Hay ... ya ampun cantik nya. " Teriak Ibu Inggrit saat melihat kedatangan orang ke tiga itu.
Ternyata itu adalah sosok Amel yang sengaja di undang oleh Ibu Inggrit untuk makan malam.
Mahesa seketika gugup, dan tidak menyapa Amel sama sekali.
"Mampus, kenapa gue jadi mati kutu seperti ini sih ? biasa nya gue biasa aja. " Gimana Mahesa dalam hati nya.
Amel yang tahu Mahesa sedang gugup, dengan santai nya duduk di samping Mahesa dan menyapa Mahesa dengan mencium pipi kiri dan kanan nya tanpa rasa malu sedikit pun, mungkin bagi kalangan mereka itu adalah hal yang wajar.
Perbincangan antara Ibu Inggrit dan Amel pun semakin asyik rupa nya, sementara Mahesa hanya diam menikmati makanan nya.
Tanpa aba-aba, Amel yang memiliki sifat agresif dalam hubungan, meletakan tangan kiri nya di atas paha Mahesa yang tidak terlihat oleh siapa pun Karna tertutup meja bundar yang ada di hadapan mereka.
Mahesa tercengang saat sentuhan lembut itu maju mundur di atas paha nya, sesekali Mahesa melihat wajah Ibu nya dan menyingkirkan tangan nakal itu.
Namun Amel tak menyerah, dan melakukan nya lagi. Sampai Mahesa ijin untuk pergi ke toilet.
Pada dasar nya memang Amel itu ingin sekali menghancurkan rumah tangga Mahesa, dan mendapatkan Mahesa.
Tak lama dari itu Amel pun sama pamit untuk pergi ke toilet. Dengan sangat mengerti Ibu Inggrit meng iyakan nya.
Sesampai nya di toilet Amel diam-diam masuk ke dalam toilet laki-laki tanpa rasa malu, di toilet pun nampak sepi hanya ada satu laki-laki tampan nan gagah sedang membenarkan jas nya yaitu Tuan Mahesa.
Dengan satu tarikan, Amel berhasil membawa Mahesa ke dalam ruangan toilet yang luas nya tidak seberapa itu.
"Mahes ! semenjak malam itu aku tidak berhenti memikirkan mu, bahkan sampai detik ini aku masih memikirkan mu. " Ucap Amel memeluk laki-laki yang sudah beristri itu.
Mahesa yang menahan tubuh nya dengan satu topangan tangan menempel ke dinding agar tidak begitu menempel di tubuh Amel.
Mahesa bergumam di dalam hati nya. " Aku pun sama tidak bisa melupakan nya. "
" Kenapa hanya diam ? " Tanya Amel manja, meraju pada Mahesa.
__ADS_1
"Aku sudah beristri. " Timpal Mahesa.