Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 173


__ADS_3

"Pah .... " Ucap Mahesa penuh dengan makna meminta tolong.


Orang tua Anita meminta ijin untuk pergi ke kantin terlebih dahulu untuk membeli sesuatu untuk mengganjal perut nya.


Kini di ruangan itu tersisa Tuan Rama, Anita dan juga Mahesa.


Mahesa mendekat pada Anita.


"An ... maaf, Mas menyesal ! " Ucap lirih Mahesa pada Anita.


Tuan Rama tidak membela Mahesa, walaupun Mahesa adalah anak nya.


"Aku bilang Stooopp Mas, aku sudah memaaf kan Mas, sama seperti hal nya pada laki-laki yang sama menyakitiku sebelum diri mu. " Jawab Anita penuh dengan emosi.


"Jangan sama kan Mas dengan Laki-laki itu, Mas tidak sama. Mas sangat sayang sama kamu An, Mas sangat mencintai kamu. " Bujuk Mahesa terus berusaha.


Anita tersenyum " Apa, tidak sama ? apa yang kamu katakan barusan, mereka pun sama mengatakan nya. Apa masih tidak mau di sama kan dengan mereka ? "


"Mas tau Mas salah, Mas khilaf An ... Ya ... Mas saat itu sedang di baluti rasa kecewa, dan ... dan Amel datang dengan terus menggoda Mas. Begitu lah An ... Mas ...... " Ujar Mahesa berharap Anita paham dan mau melupakan kejadian itu.


"Kamu itu khilaf tapi menikmati nya, kamu kecewa karna keadaan aku yang sedang hamil yang tidak bisa memenuhi keinginan mu mas ? karna itu kan ? Nasi sudah menjadi bubur Mas, aku ... aku minta kita pisah, biarkan aku menjalani hidup ini dengan anak-anak ku dengan tenang. " Pinta Anita sudah jengah dan tidak mau berdebat lagi.

__ADS_1


Tubuh Mahesa bergetar hebat, tubuh yang kekar dan kuat kini terasa tidak ada jiwa yang menempati nya.


"Tidak An, Mas tidak ingin berpisah dengan kamu, Wanita lain di luar sana jika suami nya melakukan kesalahan dia akan memaafkan suami nya, tidak meminta pisah An ... tolong ... jangan buta kan hati mu dengan amarah mu itu. "


"Aku bukan wanita itu Mas, pikiran dan hati ku tidak sekuat wanita itu. Prinsip hidup manusia itu beda, sama hal nya dengan ku, aku wanita yang beberapa kali di khianati, hingga pada akhir nya akupun masuk ke dalam lubang yang sama, Bagi ku jika pasangan sudah berani bermain gila dengan yang lain itu arti nya sudah tidak ada lagi kepercayaan untuk menjalani nya, walaupun aku masih bersatu dengan diri mu, itu tidak akan sama rasa nya seperti dulu. Tolong .... jangan paksa aku. "


"Dan jika kamu menganggap mata hati ku sudah buta, ya .... memang benar maka dari itu aku sudah menutup mata hati ku dari apapun yang berhubungan dengan mu Mas. " Sambung Anita.


Tuan Rama hanya menyikapi ucapan demi ucapan yang di lontarkan Mahesa dan Anita, sungguh Tuan Rama terpukul melihat nya, bukan ini yang dia ingin kan.


"Tolong bertahan demi aku An, demi rumah tangga kita ... aku mohon. " Pinta Mahesa.


"Kamu egois Mas, kamu meminta aku bertahan dalam penyiksaan batin ini, aku sudah cukup bertahan selama ini. Pertahanan seorang Wanita akan roboh jika terus-menerus di hajar Mas, dan kamu tahu dengan kejadian ini pertahanan ku sudah hampir roboh malah sudah roboh Mas, aku sudah tidak bisa membangun pertahanan itu lagi. Tolong biarkan aku bahagia dengan anak-anak ku. "


"Mahes ... sudah sekarang kamu ikut Papah, biar kan Anita sendiri dia harus beristirahat. Ayoh ......... " Bentak Tuan Rama menarik paksa lengan Mahesa keluar dari ruangan itu.


"Pah ... kenapa sih Pah, Papah tidak menolong ku, Papah tidak ikut membujuk Anita untuk mau memaaf kan ku, Papah juga tidak ingin aku berpisah dengan Anita bukan ? jadi tolong bantu aku Pah ... tolong. " Mahesa berusaha meminta tolong agar Ayah nya mau menolong nya.


"Kamu pikir perlakuan mu itu pantas di maafkan, Bodohhhhh .... kamu sudah terhasut oleh kepicikan Ibu mu. " Dengus kesal Tuan Rama pada Mahesa, Tuan Rama memberikan kode pada anak buah nya untuk membawa Mahesa ke dalam mobil.


"Pahhhhhh ... tolong bicara dengan Anita Pah .. " Teriak Mahesa saat di tarik paksa oleh kedua anak buah Tuan Rama.

__ADS_1


Tuan Rama sejenak duduk di depan pintu ruangan Anita.


Tangis pilu setitik keluar dari pelupuk mata nya, tidak tega melihat kehancuran anak kandung nya, namun ia pun harus bijak pada Anita.


"Ini gara-gara kamu inggrittt ... kamu harus membayar semua yang sudah kamu lakukan. " Amarah Tuan Rama memuncak pada istri nya sendiri.


Tuan Rama memutuskan untuk masuk kembali ke ruangan Anita.


"Anita ... Pa ... " Tuan Rama ingin berbicara dari hati ke hati dengan Anita.


"Pah ... jangan paksa aku untuk bersama dengan anak papah lagi, begitu sakit hati ini Pah menerima pengkhianatan yang Mas Mahes berikan. Terlebih saat aku tahu siapa di balik pengkhianatan yang Mas Mahes lakukan ........ Ibu mertua ku sendiri Pah. Ibu yang selalu aku hormati lebih dari Ibu kandung ku jelas-jelas kini sudah menyakiti diri ku, aku tidak kuat Pah. " Air mata Anita tumpah kembali.


"Nak, Papah ini adalah Ayah mertua mu, tapi Papah tidak hanya menganggap mu sebagai menantu Papah, Papah juga menganggap mu sebagai anak perempuan Papah, Papah sangat menyayangkan akan perpisahan kalian, tapi Papah tidak bisa memaksa kamu untuk bertahan dengan anak laki-laki Papah, layak nya seorang Ayah harus mendukung apa yang terbaik untuk anak nya. jadi untuk itu, Papah akan mendukung apa yang sudah anak perempuan Papah putuskan. " Jelas Tuan Rama lirih tak jarang Anita melihat Tuan Rama menyeka air mata yang hampir jatuh dari pelupuk mata nya.


"Papah .... " Anita tidak menyangka jika Ayah mertua nya begitu sangat menyayangi nya.


"Maaf kan Anita Pah ... jika keputusan Anita membuat papah menjadi terpukul seperti ini. " Ujar Anita.


Tuan Rama menggelengkan kepala nya, dan menghapus air mata yang jatuh dari pelupuk mata Anita.


"Tidak Nak, Papah tidak merasa tersakiti oleh keputusan mu atau pun perkataan mu, Papah terpukul dan tersakiti oleh anak laki-laki Papah sendiri khusus nya oleh istri Papah sendiri, kamu anak baik Nak kamu pantas mendapatkan kebahagiaan yang lebih. " Jawab Tuan Rama.

__ADS_1


Kini pribadi kuat dan tegas Tuan Rama tidak bisa Anita lihat, yang Anita lihat hanya seorang Ayah yang sedang rapuh oleh keadaan yang anak dan istrinya buat sendiri.


__ADS_2