Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Nyaman


__ADS_3

BAB 22.


Anita berlari menuruni Anak tangga mencari Putri kecil nya, Anita melihat kepenjuru Arah, "Dimana Nara ?? " Karna suara nara seketika hilang, tidah terdengar lagi.


Ternyata Nara sedang tertidur lelap di Pangkuan Secwan itu, Anita berlari menghampiri Nara, Untuk segera pergi dari tempat yang sangat Ia benci untuk sekarang ini.


"Mba terima kasih Banyak ya ?? Sudah menjaga Anak saya !! " Lirih Anita tanpa melihat ke arah wajah Secwan itu, Anita dengan Hati-hati mengambil Alih Nara dari pangkuan Secwan itu.


"Sama-sama Mba, Mba yang Kuat ya ?? Anak Mba lebih membutuhkan Mba, jangan Pikirkan kejadian Menjijikan itu, Pikirkan lah Masa Depan Bayi cantik ini. " Ucap Secwan itu, menasehati Anita yang tertunduk menahan Rasa malu dan sakit nya.


Bisikan demi Bisikan, terdengar samar di telinga Anita, Anita semakin Tak tahan ingin segera meninggal kan tempat itu.


Anita memeluk Secwan itu, " Terima kasih . " Anita menatap Wajah Secwan itu yang terakhir kali nya, Dengan Tatapan yang masih di penuhi air mata, Anita tersenyum pada Secwan itu.


Secwan itu pun menatap Haru pada Wajah Anita, Secwan itu mengelus lembut tangan Anita " Kamu Kuat ".


Anita menganggukan Kepala nya dengan Penuh Arti, Anita melangkahkan Kaki nya dengan cepat, setelah Terdengar teriakan Rey memanggil nama nya dari Lantai 2.


Anita keluar dari gerbang itu, melihat ke kanan dan kekiri dengan cemas, Anita mencari Kendaraan yang bisa ia tumpangi.


Tiba-tiba sebuah motor berhenti di belakang Anita.


"Loh Bpk Masih di sini ?? " Ucap Anita dengan cemas melihat ke arah gedung itu, takut jikalau Rey sudah berhasil mengejar nya.


"Kan Teteh belum bayar !! " Jawab Gojek itu, dengan tenang.


Gojek itu tak lain dan tak bukan, adalah Sosok Gilang yang memakai Atribut lengkap Gojek nya, dan helm berkaca Hitam yang menutupi seluruh Wajah nya. Gilang mempunyai alasan kenapa dia masih menunggu Anita dan ingin mengantarkan nya pulang.


Kan Gilang jadi tau kemana Anita akan Pergi setelah kejadian itu. Gilang Tersenyum bahagia, karna kini Gilang bisa Berdekatan Dengan Wanita, yang merebut Ciuman Pertama nya tadi.


Gilang di buat ketagihan oleh Bibir mungil Anita.


Anita tidak sadar, yang ada di depan nya itu adalah Orang yang sudah Ia jadikan alat untuk memanasi Rey saat kejadian itu.


"Ya sudah Pak, tolong Antar kan Saya. Nanti saya bayar sekalian ya Pak ?? " Ujar Anita Langsung menaiki Motor Gilang dengan Ter Buru-buru.


Gilang masih tersenyum melihat Gerak-gerik Anita dan menggelengkan Kepala nya.


Saat di jalan Anita Memberikan Intruksi pada Gilang, "Pak, tolong Antar kan saya, ketempat yang tadi ya Pak. " Ujar Anita dengan Melihat terua sekitar, takut Rey mengikuti nya.

__ADS_1


Gilang mengerutkan Dahi nya. " Loh kenapa ke Rumah itu lagi !! " Gumam Gilang dalam Hati nya.


Gilang pun sampai di tempat yang di Intruksi kan oleh Anita tadi. " Sudah sampai Teh. "


Anita seakan melamun saat di perjalanan, sehingga Anita tidak tau kalau dia sudah sampai di Tempat dimana ia selalu menghabiskan Waktu nya bersama Nara dan juga Rey.


"O-oh Iya Pak, Pak tunggu sebentar ya ?? " Ucap Anita sambil Berlari ke arah Rumah itu dan masuk ke dalam nya.


"Kenapa harus ke sini lagi sih ?? apa dia akan menunggu kedatangan Suami nya lagi !! dan dia akan memaaf kan suami nya !! dan bersatu kembali. Mungkin dia akan mengambil uang nya di dalam, maka dari itu dia menyuruhku untuk menunggu !! " Gilang sangat kecewa pada Anita, Wajah Gilang tiba-tiba murung.


Gilang berpikiran kalau dia akan pergi saja, Gilang tidak butuh Uang Anita untuk membayar jasa nya sebagai seorang Gojek.


Dengan Hampa Gilang mengontak kan Kembali kunci motor nya, dan hendak memutar balikan Motor kesayangan nya itu, Hati Gilang Hampa dan sangat kecewa.


Sesaat setelah Gilang sudah siap untuk pergi, Gilang menengok terlebih dahulu Pada Pintu Rumah itu. Alangkah terkejut nya Gilang. karna mendapati Anita sedang bersusah payah memegang Beberapa Tas di bahu dan tangan nya.


Gilang seketika menghampiri Anita dengan semangat, Dan membantu membawakan Tas nya.


Gilang yang tadi nya sangat hampa, kini kembali Semangat menata Hari nya kembali.


"Terima Kasih Pak, sudah banyak membantu saya. " Ucap Anita sangat senang bisa mendapatkan Gojek Online sebaik Gilang.


kini di bagian depan kemudi Gilang di penuhi dengan Tas berisi Pakaian Yang Anita bawa.


Gilang sampai tidak punya tempat untuk menapakan Kaki nya saat berkemudi.


Sangat kelihatan Repot sekali, sudah seperti Orang yang akan pindah Rumah, dengan membawa Tas sangat banyak, dan memboncengi Istri dan Anak nya di belakang.


"Tapi kalau Bawa mobil !! Nanti Anita curiga kalau aku bukan Gojek online yang tadi ia pesan !! " Gumam Gilang kembali dalam hati nya. dan tersenyum bahagia. " Gak Papa Lah, Aku rela, di Buat susah seperti ini. Asalkan Anita bisa jauh-jauh dari Rumah Bajingan ini. " Sambung Gilang dalam Hati nya.


Gilang sudah menaiki Motor nya, namun gilang terkejut tidak mendapati Anita di belakang nya. Gilang melihat ke kanan dan kekiri tidak ada Anita.


Ternyata Anita masih mematung di deoan pintu itu, dan sesekali menyeka Air mata nya yang terjatuh.


"Tega kamu Mas !! Aku tidak menyangka Rumah ini akan kehilangan Penghuni nya, Kamu yang mengajak ku menjalani bahtera Rumah tangga di Rumah ini, kamu yang berjanji akan selalu ada dikala susah dan senang, Sudah hampir 4 thn Mas, aku berada di Ruamah ini !! namun kenangan 4 thn itu lenyap hanya dengan hitungan Detik. " Anita terus meratapi kepergian nya dari Rumah itu.


Gilang mengerti akan perasaan Anita, Sehingga Gilang tidak tega melihat nya. Karna Gilang khawatir akan kedatangan Bajingan itu, Gilang dengan terpaksa menekan Klakson nya.


Anita oun menengok dan segera meninggalkan Ruamah itu. Dengan Isakan Tangis Anita berjalan meninggalkan Rumah itu.

__ADS_1


Anita menciumi Wajah mungil Nara. "Kita akan memulai Hidup baru sayang, kamu jangan khawatir Mamah akan berusaha untuk kebahagia an kamu, " Ucap Anita sambil terisak dan duduk di belakang kemudi Gilang.


Gilang dengan Jelas mendengar Keluh kesah Anita pada Nara, Hati Gilang seakan terpanggil untuk ikut serta dalam hal membahagiakan Nara dan Anita. Gilang sangat menginginkan itu.


Namun Gilang tidak mau salah melangkah dan gegabah, Gilang harus menahan Rasa nya pada Anita hingga waktu nya sudah tepat.


Gilang seketika menghentikan Laju kendaraan nya di sebuah tempat yang berupa Taman.


Anita heran, saat Gilang menghentikan Laju kendaraan nya. " Loh ko berhenti Pak ?? " Tanya Anita dengan suara yang sangat Lirih.


"Ma-maaf Teh, saya tidak tau. kalau Teteh hendak pergi kemana ?? " Ucao Gilang bingung.


"Oh iya, kita ke jalan melati no 45 ya Pak. Saya akan membayar Bpk lebih, asal Bpk mau mengantar saya kw tempat yang saya katakan !! " Ujar Anita sambil memegang pundak Gilang.


Gilang sudah di buat Gugup hanya karna pundak nya sedang di Pegang oleh Anita.


Kalu di pikir-pikir Gilang sudah di buat Bucin oleh Anita


Namun Saat Gilang hendak melajukan kembali kendaraan nya, Nara menjerit Nangis.


Hingga Gilang mengurungkan niat nya untuk melajukan kembali Motor nya.


"Uuh Anak Mamah, Haus ya ?? Kasian. " Anita pun meminta ijin pada Gilang. untuk Menepi sebentar, Anita ingin memberikan Asi nya pada Nara yang sudah kehausan.


Gilang menuruti kemauan Anita, Anita pun turun dari motor Gilang dan menuju Sebuah Kursi besi yang ada di taman itu berada dibsamping motor Gilang.


Anita dengan rasa Tak tega nya terhadap Nara yang sedang kehausan, tidak memperdulikan sekitar. Saat Anita harus mengeluarkan Salah satu Buah dadanya untuk di berikan pada Nara.


Anita lupa tidak membawa Penutup dadanya Saat ingin memberikan Asi pada Nara.


Gilang yang tidak sengaja menoleh ke arah Anita, kini terpukau saat gumpalan yang kenyal itu terpangpang bebas di depan mata nya. Gilang membulatkan Mata nya. Dengan susah Gilang menelan saliva nya


Desiran Hawa Panas kini menjalar ke seluruh tubuh Gilang dengan Pelan. Rasa nya gilang ingin sekali melahap gumpalan yang kenyal dan mulus ituh, Gilang terus melototi pemandangan yang Langka itu.


Alangkah terkejut nya Gilang saat Nara melepas kan Puti** Buah Dada Anita dengan pelan.


Gilang semakin tak kuasa di buat nya. Gilang kembali menahan Saliva nya dengan kuat. Anita membiarkan nya sesaat setelah Anita benar-benar melihat Nara sudah tidak kehausan lagi.


Hingga Anita pun memasukan nya kembali pada tempat semula. Gilang sangat menyayangkan sekali Pamandangan itu sudah berakhir.

__ADS_1


"Huh tenang ya Gilang Jr. Tolong bersabar. " Gumam Gilang, karna Gilang merasa Isi celana nya yaitu Gilang Jr, sudah mulai ingin menunjukan Jati diri yang sebenar nya.


__ADS_2