Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Pernikahan.


__ADS_3

BAB 138.


Hari demi hari Anita lalui, tanpa merasakan kesedihan sedikit pun di dalam benak nya, rasa khawatir akan sikap Ibu Inggrit kalah oleh sikap meyakinkan yang di tunjukan oleh Mahesa.


Hari pernikahan.


Suasana hati Anita semakin tak karuan saat melihat jam dinding di kamar nya, semakin menunjukan jika akad nikah pernikahan nya tinggal menghitung detik saja.


Anita yang sudah berada di gedung pernikahan bersama dengan sanak keluarga nya merasa sangat senang dan bahagia berada dalam suatu acara pernikahan yang sangat mewah itu.


Ibu Inggrit di paksa hadir oleh Tuan Rama, mau tidak mau Ibu Inggrit pun harus hadir, walaupun itu dengan keterpaksaan.


Di dalam ruangan Make Up Anita sedang di rias secantik mungkin oleh Penata Rias pengantin yang cukup terkenal di kalangan menengah atas.


Sebelum Anita datang untuk menemui Tuan Mahesa yang sudah lebih dulu sampai di tempat ijab kobul, Anita di hampiri oleh sosok wanita tak lain dia adalah Ibu Inggrit.


Anita yang sedang membenarkan hiasan di kelapa nya, tak sadar jika Ibu Inggrit sedang memperhatikan nya.


Ibu Inggrit bertepuk tangan mengelilingi Anita, dengan senyuman sinis nya.


"Wow ... selamat ya !! ternyata kehamilan mu itu berhasil membuat Suami dan Anak saya terjebak. " Ucap menusuk Ibu Inggrit merasa belum puas menyakiti Anita.


Anita tidak ingin make up nya luntur karna terbasahi oleh Air mata sakit hati nya atas ucapan yang di lontarkan oleh Ibu Inggrit.


Anita menguatkan hati nya, Anita tersenyum " Anda benar Bu, kebenaran akan selalu menang dan kebohongan pun akan selalu kalah. " jawab Anita berani melawan Ibu Inggrit.


Ibu Inggrit menegakkan badan nya. " Apa kamu bilang ? saya berbohong ? lihat saja nanti, mungkin ..... setelah Mahesa menemui jodoh yang sebenarnya, kamu akan menjadi Istri tua nya saja. " Umpat Ibu Inggrit semakin geram pada Anita.

__ADS_1


"Saya tidak perduli Bu, mau ancaman Ibu itu benar atau pun tidak, bagi saya keyakinan dan kasih sayang yang calon suami saya berikan, itu sudah cukup membuat saya yakin, jika tidak ada yang bisa saya percaya kecuali ucapan Calon suami saja, dan itu .... termasuk Ibu calon mertua saya !! permisi Bu ... " Jelas Anita sambil keluar melewati IBu Inggrit.


Ibu Inggrit yang semakin murka pada Anita saat itu tidak bisa berbuat lebih, karna Ibu Inggrit belum menemukan cara yang pas untuk membuat Anita mundur dan meninggalkan Mahesa.


Anita yang di dampingi oleh pendamping pengantin berjalan perlahan menghampiri tempat dimana Tuan Mahesa sudah duduk terlebih dahulu untuk mengiklarkan janji suci nya pada sang maha kuasa dan pada tamu yang sudah hadir di pesta itu.


Semua mata tertuju pada Anita yang masih berjalan anggun menghampiri Tuan Mahesa, Tuan Mahesa yang mantap Anita sempat netikan air mata haru, dan langsung di seka oleh tangan nya.


Anita pun merasakan hal yang sama, rasa haru mengelayun di dalam hati nya saat harus terus melangkah mendekati beberapa orang yang sedang menunggu nya.


Pandangan Anita sesekali berpaling pada Tuan Mahesa, pandangan Anita sesekali memperhatikan gadis kecil yang sangat cantik dan lucu, yang kini sedang berada di dalam dekapan Nene nya, yaitu Nara.


Di sudut lain Gilang dan Glenka pun menjadi salah satu tamu undangan yang ingin meyaksikan bersatu nya Anita da Tuan Mahesa.


Anita pun sampai di sebuah kursi kosong di samping si tampan Tuan Mahesa, Tuan Mahesa dengan cepat membantu calon istri nya untuk duduk, karna Anita merasa tidak bebas saat bergerak mengingat baju pengantin yang sedang ia gunakan.


Persiapan pun di mulai, semua orang dapat merasakan ketegangan saat melihat Tuan Mahesa sedang berjabat tangan dengan Ayah Anita.


Sementara si sudut lain, Gilang tidak memperhatikan Anita ataupun Tuan Mahesa, Gilang hanya memperhatikan gerak gerik Ibu Inggrit, Gilang merasa khawatir akan sikap Ibu Inggrit yang selalu memasang wajah tidak suka nya pada Anita.


Saat teriakan SAH terdengar di telinga masing-masing, semua lega begitupun Anita dan juga Tuan Mahesa.


"Ya Tuhan, kini akau sudah menjadi seorang Istri !! jadikanlah aku Istri dan Ibu yang baik bagi suami dan anak-anak ku .. Aamiin " Batin Anita merasakan dunia nya menjadi luas.


Anita kini sedang berada di pelaminan, untuk menerima ucapan selamat dari kerabat sanak keluarga nya.


Sudah beberapa jam setelah iklar suci itu, Anita duduk dan berdiri dan terus saja begitu sehingga membuat nya sedikit kelelahan, apalagi saat mengingat Anita sedang hamil muda, pasti akan cepat lelah.

__ADS_1


"Sayang ?? apa kamu lelah ?? " Tanya Tuan Mahesa mengusap keringat Anita.


"Sedikit Mas !! " Jawab Anita lembut di hiasi senyuman di bibir nya.


"Jika lelah, istirahat saja dulu atau mau Mas antar dulu ke kamar ?? " Tawaran Tuan Mahesa sangat pengertian pada Istri nya.


"Iya Sayang, tenang !! jika lelah aku pasti mengatakan nya. Lagian tamu masih banyak Mas, gak enak jika aku sebagai pengantin wanita nya tidak ada di samping pengantin laki-laki. " Ucap Anita merasa tidak enak jika pamit jika tamu undangan masih ada di dalam gedung pernikahan nya.


Orang tua Anita sudah pamit untuk ke kamar yang sudah di siapkan bersama Nara, karna Anita tidak ingin melihat Nara ataupun Orang tua nya menjadi lelah saat menerima ucapan selamat dari semua tamu undangan.


Anita melihat Ibu mertua nya terus saja menunjukan wajah tidak senang nya, padahal itu pesta cukup mewah untuk kalangan seperti Ibu Inggrit.


"Mas ... lihat lah Ibu mu !! Aku merasa kasihan padanya, dia pasti sangat tersiksa oleh perasaan nya sendiri. " Gumam Anita pada Suami nya.


"Sudah lah, itu biar menjadi urusan Papah. Jangan khawatir setelah kita menikah, aku tidak akan membawa mu tinggal satu atap bersama Mommy. " Jawab Tuan Mahesa, sebenarnya sudah paham akan sikap yang Ibu nya tunjukan pada Istri nya itu.


Anita tersenyum. " Terima kasih Mas, Maaf kan aku sudah banyak membuat mu berpikir keras untuk semua ini. "


"Jangan pikirkan, apapun masalah nya kita harus bisa lalui semua itu, yang penting kamu sehat anak-anak kita sehat. " Ucap Mahesa lembut.


"Dan Mas, juga sehat !! " Sambung Anita.


"Iya ... Istri ku !! " Jawab Tuan Mahesa.


Anita tersipu malu saat Tuan Mahesa memberikan kode kecil berupa kelitikan kecil di pinggang nya.


Tuan Mahesa dan Anita sangat terlihat bahagia, di atas singga sana yang begitu mewah, kemesraan pun tak jarang Tuan Mahesa berikan pada Istri nya di hadapan tamu undangan.

__ADS_1


Sehingga siapa pun yang melihat nya akan merasa iri.


__ADS_2