Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 187


__ADS_3

Mahesa masih diam di tempat Tuan Rama berada, penyesalan yang selalu Mahesa rasakan tak pernah hilang dari pelupuk mata nya.


Tuan Rama menatap lekat sejenak tubuh Laki-laki yang ia anggap sebagai anak nya itu, anak yang selalu ia bangga kan dan ia harap kan.


Namun harapan itu hilang, setelah anak yang ia banggakan lemah dan membiarkan diri nya mewarisi sifat dari ibu kandung nya.


Tuan Rama menghela nafas kecil dan menghembuskan nya di iringi gelengan kepala yang terasa penat.

__ADS_1


"Jika kamu mau di sini silahkan, Papah masih banyak kerjaan. " Ucap Tuan Rama pada Mahesa yang masih menunduk dan terisak menangis dalam penyesalan nya.


"Pah, jangan hukum Mommy. Walaupun pernikahan Aku hancur, setidak nya aku masih bisa melihat Papah dan Mommy bersatu, tolong Pah. " Pinta Mahesa berharap seribu belas kasihan dari Laki-laki yang ia anggap sebagai Ayah kandung nya.


"Sudah papah jelas kan Mahes, ini bukan antara kamu dan Mommy kamu, tapi antara Papah dan Mommy, Papah melakukan ini bukan semata-mata karna Papah bertindak se enak nya, dan bukan karna Papah kecewa berat atas kelakuan kamu, Papah menggugat cerai Mommy kamu karna kami ada masalah yang lain, dan itu sudah terjadi sebelum kamu bersatu dengan Anita, Anggap lah ini akhir dari kesabaran Papah selama ini. Dan tolong Mahes jangan terus-menerus minta ini sama Papah, Papah tidak akan menarik gugatan cerai Papah pada Ibu kamu. Tolong Mahes Papah sudah capek dengan semua nya, sekuat-kuatnya Papah. Papah masih manusia yang mau di hargai, bukan hanya di hargai oleh rekan bisnis Papah. Tapi oleh keluarga pun Papah butuh, tapi apa yang Papah dapat kan ? kamu bisa lihat kan ? ini kekecewaan terbesar Papah Mahes, mengerti lah ada hal yang tidak bisa Papah jelas kan sekarang, nanti saat waktu nya tiba kamu akan paham. " Jelas Tuan Rama, berusaha sekuat mungkin untuk tetap tenang dan tidak memperlihatkan emosi nya kali ini.


"Maksud Papah ? " Tanya Mahesa.

__ADS_1


"Bukan Papah yang harus menjelaskan nya, tapi Ibu mu. Papah ada kerjaan penting, sebaik nya kamu pulang. Tidak baik jika kamu sendirian dalam beban yang sedang kamu pikul saat ini, pulang lah bicarakan ini dengan Ibu kamu, agar dia berhenti dan berharap agar Papah mau mencabut gugatan cerai Papah. " Timpal Tuan Rama yang sudah merasa sesak dalam diri nya.


"Pah ... Papah. " Sahutan Mahesa tak membuat Tuan Rama berhenti dari Langkah nya untuk tidak meninggalkan nya seorang diri.


"Apa maksud Papah ? Papah mengatakan seolah-olah dia akan melepas aku dan Ibu ku, tapi apa Papah tega melepaskan aku anak kandung nya begitu saja, sedang kan aku adalah anak satu-satunya dia. " Gumam Mahesa dengan wajah memerah dan mata sembab yang masih basah oleh air mata nya.


Tuan Rama terus melangkah dengan langkah lebar nya menuju kendaraan yang sudah menunggu nya.

__ADS_1


"Kamu pasti heran Mahes, dengan apa yang aku katakan. Kamu pasti heran dan berpikir jika apa yang aku katakan itu adalah kebohongan, saat kamu berpikir kamu adalah anak satu-satunya, tapi itu salah Mahes aku masih mempunyai anak-anak lain selain kamu. " Batin Tuan Rama saat berada di dalam mobil pribadi nya itu.


__ADS_2