
BAB 78.
"Sayang ?? Apa kamu masih bersama Dengan Laki-laki itu sekarang ?? Harus nya aku yang saat ini bersama mu, harus nya aku yang mengobati Luka mu sekarang !! Aku akan tetap memperjuangkan mu !! Karna aku yakin, hati mu tidak akan semudah itu berpaling dari ku !! Maaf kan aku kadang rasa cemburu ku, bisa melupakan Keteguhan Hati mu Sayang. " Gumam Gilang masih dalam hati nya, dengan Tatapan tak luput dari wajah sang Ayah, yang sangat Pucat dan lemah.
Gilang Tidak bisa menghubungi Anita, karna Handphone Gilang ia Tinggal di dalam Mobil nya. Kini Gilang dan Ibu nya Ikut menemani Lak Guruh di dalam Mobil Ambulance menuju Rumah sakit Bandung.
Gilang melihat Kesedihan di wajah Ibu nya, "Ketegasan seperti Apa yang harus aku Ucap kan ?? Langkah Tegas bagaimana yang harus aku Lakukan ?? Aku Bisa mempertahan kan Anita di Hidup ku, Tapi aku Tidak Bisa melihat Ayah menderita seperti ini !! " Gilang terus ber gumam di dalam Hati nya.
Gilang mengusap Kasar Wajah nya yang terlihat sangat Lelah itu.
Singkat cerita Mobil Ambulance pun telah sampai di Rumah Sakit keluarga Gilang, Tuan Guruh, langsung di mendapat kan Tindakan cepat, dan menempatkan nya di Sebuah Ruangan Khusus untuk keluarga Gilang.
Gilang yang melihat Ayah nya sudah mendapat kan Pertolongan Medis, Gilang memilih Untuk Duduk terlebih dahulu di Kursi yang di sediakan oleh Rumah sakit.
"Ann ?? Maaf kan aku, aku Rindu kamu !! " Ucap Gilang pada Diri nya Sendiri.
Tiba-tiba Ibu nya Gilang memanggil nya.
Karna Pak Guruh ingin berbicara Dengan Gilang.
Dengan Langkah yang Berat Gilang Berdiri menuju Ruangan Ayah nya.
Sesampai nya di Ruangan itu. Gilang menatap Wajah ayah nya yang terbaring Lemas, Dengan Alat pernapasan.
"Iya Pah ?? Gilang di sini !! " Ucap Gilang sambil memegang Lengan Ayah nya.
"Bersiap lah, Malam ini akan Menjadi Malam Pertunangan mu !! Bersama Glenka. " Ucap Tuan Guruh terbata-bata.
Ibu Ayu, dengan Cepat menggenggam Tangan Gilang. Dan memancarkan Raut wajah yang Menyimpan banyak Harapan pada Gilang.
"Jika itu Mau Papah, Gilang akan Turuti mau Papah, Asalkan Papah harus sembuh !! " Ucap Gilang Lirih.
Tuan Guruh menganggukan Kepala nya.
Lalu Gilang Pamit dengan Wajah Muram nya, Tanpa ada jawaban dari kedua Orangtua nya. Gilang pergi meninggalkan Ruangan itu.
"Pah, kenapa tega lakukan ini pada Gilang ??" Gumam Gilang dalam langkah nya.
Sementara Anita yang sudah Sampai di Rumah nya mendapat kan Pertanyaan Yang Bertubi-tubi dari kedua Orang tua nya.
__ADS_1
Anita mengatakan kalau Diri nya terpeleset, Dan Mahesa Ikut mengiyakan Perkataan Anita.
Karna Mahesa juga tidak mau melihat Orang tua Anita menjadi Cemas, Mehesa sangat di sambut baik oleh Ibu Anita, Dan Mahesa pun di pertemukan Dengan Putri cantik nya Anita.
Seketika Mahesa melihat rasa sakit yang Anita rasakan Seketika menjadi Hilang tak tersisa, saat Dekat bersama Anak nya.
Mahesa Sangat senang melihat Nara, Rasa ingin terus menggendong Nara setiap saat, Akhir nya Nara, Anita dan Mahesa bercanda sedikit. Hingga Akhir nya Mahesa Pamit untuk segera Pulang.
Seketika Diri Anita Pun Kembali mengingat Gilang, Anita mencoba Menghubungi Gilang namun tidak Bisa.
Di dalam Menunggu nya, Anita di kaget kan Oleh sambungan Tlp dari Ibu Ayu, Ibu nya Gilang.
Anita segera mengangkat Sambungan Tlp itu, dan mengunci diri di Kamar nya.
Ibu Ayu ~ " Hallo Ann ?? "
Anita ~ " Iya Tante !! "
Ibu Ayu ~ " Tante Mau Minta Maaf Ann, Tante Gagal menghalangi Niat Suami Tante, untuk Menyelakai kamu, Namun Tante Bersyukur kamu Baik-baik saja Nak !! "
Anita ~ " Sudah Lah tante, ini bukan salah Tante ko, Mungkin Om lagi Khilaf aja Tan !! Oh ... Ya Tan, Om bagaimana Kondisi nya ?? "
Anita ~ " Syukur lah Tan, Semoga Om. Cepat Sehat kembali ya Tan ?? "
Ibu Ayu ~ " Terima kasih Nak, Om sudah di pindah kan Ke Bandung, Dan Kami sekarang berada di Bandung !! Dan baru sampai "
Pikir Anita. " Apa Gilang juga di Bandung ya ?? " Dalam Hati nya.
Anita ~ " A-apa Gilang baik-baik saja Tante ?? "
Ibu Ayu ~ " Gi-gilang Kurang Baik Nak, Tante pun tidak tau Gilang sekarang dimana Nak, Gilang Pergi setelah Ayah nya memberitahukan, kalau Nanti Malam Adalah ...... "
Anita ~ " Hallo Tante ?? Hallo "
Ibu Ayu ~ " I-iya Nak !! "
Anita ~ " Adalah Apa Tan ?? "
Ibu Ayu ~ " Maaf kan Tante Ann, Nanti malam Ayah Gilang akan Mengadakan Pertunangan Giland dan Glenka. "
__ADS_1
Anita membulat kan mata nya, dan memegang Dada nya.
Anita ~ " A-apa Tante ?? "
Ibu Ayu ~ " Iya Nak, Tante pun bingung harus bagi mana ?? Sedang kan Sekarang Gilang tidak ada di sini, Tante takut Gilang Melakukan, hal yang tidak di Inginkan Nak !! "
Anita ~ " Tenang Tante, Apa Gilang mempunyai No Yang bisa di Hubingi Tante ?? Biar saya bicara sama Gilang. "
Ibu Ayu ~ "Tante tidak tau Nak, Nanti kalau Gilang ada, Tante Hubungi kamu !! Dan Tante Harap kamu bisa menangkan Gilang ya Nak ??
Anita ~ "Iya Tante, Aku akan Bertahan demi Gilang Tan, Aku ingin mendengar nya langsung dari Mulut Gilang. "
Mereka Pun meng akhiri Sambungan Tlp itu.
Kini Anita menjadi Cemas, Anita tidak memikirkan Pertunangan Gilang dan Glenka, Tapi yanh Anita Pikir kan adalah Keselamatan Gilang.
Anita Bingung, harus menghungi Gilang ke No mana, sementara No yang biasa susah untuk di Hubungi. Anita berharap Gilang Ingat dengan No nya dan Segera menghubungi Anita.
"Sayang, Tanang lah !! Aku selalu bersama mu, Kita harus menyelesaikan Setiap masalah demgan kepala dingin. Ayo lah Sayang hubungi aku !! Aku menunggu mu !! " Ucap Anita dalam kecemasan nya.
Sementara Mahesa, berada dalam lamunan nya.
Tidak menyangka Masalah Anita begitu Pelik.
Seharus nya suatu Hubungan itu, harus membuat Satu ikatan menjadi kebahagian, Tapi Hubungan nya Dengan Anita, malah menjadi Bumerang bagi Diri nya sendiri.
"Jika perasaan itu bisa di paksa, Maka aku akan memaksa mu, untuk lebih memilih ku saja Ann, aku tidak akan pernah membuat mu merasa tersiksa dalam hubungan ini !! Tapi itu tidak mungkin Ann, Sebuah perasaan tidak bisa di paksakan begitu saja !! " Ucap Mahesa dalam hati nya.
"Aku akan menunggu mu Ann !! " Sambung Mahesa.
...****************...
Di tempat lain, Gilang sedang mengeluarkan Kekesalan nya di tempat yang seharus nya tidak Gilang kunjungi.
Gilang Dengan Sesuka hati nya, meminum Minuman yang ia Pesan, Dengan harapan Dapat Melupakan sejenak Masalah yang sedang ia hadapi.
Di dalam Hati dan Pikiran Gilang hanya lah Anita dan Anita, Bayangan Anita selalu ada di hadapan nya, Namu Gilang tak Mampu Meraih dan memeluk nya.
Deraian Air mata keluar dari Mata Gilang, saking Tertekan akan ke adaan.
__ADS_1
Gilang Tak henti meminum minuman Ber alkohol itu, sama hal nya saat dulu Gilang baru di Tinggalkan Oleh Glen, ini Lah yang Gilang Lakukan, sebelum mengurung diri di kamar nya.