
BAB 83.
Namun sebelum Gilang mempertemukan Glen dan Anita, Gilang harus memastikan Dulu alasan Glen seperti apa. Gilang tidak mau Kalau Anita kecewa dan sakit hati dengan ucapan Glen nanti nya.
Gilang kini melajukan kembali mobil yang ia tumpangi menuju kediaman nya untuk memastikan perihal kemunduran Glen dalam perjodohan ini.
Sementara Anita kini sedang beristirahat bersama Buah hati nya, yang semakin menggemaskan itu, Namun Hati dan pikiran Anita hanya tertuju pada Glen dan Gilang.
"Sebenar nya seperti apa Glen itu ?? Apa dia Orang baik atau bahkan Sebalik nya ?? " Gumam Anita dalam hati nya.
Di tempat Lain Mahesa sedang terdiam dalam kesendirian nya. Dan dari arah belakang Mahesa mendapat tepukan hangat di Pundak nya. Ternyata itu tepukan dari Ayah nya Tuan Rama.
"Ini lah yang Papah Takut kan Nak, Papah memang memilih Anita untuk mendampingi mu dalam hal Pekerjaan, Tapi Papah tidak sampai terpikir Kalau kamu akan jatuh hati pada sosok Anita !! " Ucap Tuan Rama.
Mahesa melirik kearah Ayah nya. " Pah, Papah jangan khawatir !! Walaupun Anita tidak dapat Mahes miliki, Mahes Masih punya Papah dan Mamah. Itu artinya Mahes tidak akan menghukum Diri Mahes sendiri Pah, Seperti Mahes tidak bisa memiliki Mey saat itu. " Ujar Mahesa meyakinkan Ayah nya.
"Syukur lah Nak, Papah senang Anak Papah semakin Dewasa sekarang pemikiran nya !! Ingat Nak, kamu adalah calon Pemimpin Dari semua Perusahaan yang Papah rintis dari Awal sampai sesukses ini !! Papah yakin kamu Paham Nak. " Ucap Tuan Rama.
Mahesa tersenyum dan Memeluk Ayah nya. " Terima kasih Pah, Papah dan Mamah udah sabar nungguin Mahes untuk menjadi Pribadi yang lebih baik lagi, Dan terima Kasih Papah sudah menjadi Ayah terbaik dalam hidup Mahes !! Mahes tidak akan mengecewakan Papah, Mahes janji Pah !! " Ucap Mahes dalam pelukan nya.
"Papah bangga nak, Sama kamu !! " Sambung Tuan Rama pada Anak kesayangan nya Mahesa.
Mereka pun melepaskan Pelukan Nya masing-masing. Tuan Rama memperhatikan Anak nya secara Seksama.
"Tuhan, Jika memang Anita Jodoh anak ku. Maka cepat, dekat kan lah mereka !! jangan Biar kan Anak ku terombang-ambing dengan Perasaan yang tak kunjung ada jawaban seperti ini. " Doa Tuan Rama dalam hati nya.
"Papah sudah mengetahui Motif di balik penculikan Anita Tempo hari, Dan Papah sudah mengantongi Nama Orang tersebut. Dia adalah kalangan Orang atas Nak !! Dan Papah bingung ada urusan apa dia sama Anita !! " Ucap Tuan Rama.
Mahesa tidak terkejut sama sekali dengan penjelasan yang Ayah nya sampaikan.
__ADS_1
"Mahes, sudah tau Pah !! dia adalah Ayah dari Laki-laki yang sekarang dekat dengan Anita. " Jawab Mahesa Tenang.
"Apa ?? Gila tu Orang !! Ambisius sekali. Kasian juga ya Nak, Anita kalau sampai Jadi mempunyai Mertua seperti Ayah dari Laki-laki itu !! " Ucap Tuan Rama sambil membayang kan Anita.
"Itu tidak akan terjadi Pah !! Aku tidak akan membiarkan Anita Masuk Ke kandang Singa Itu !! " Ucap Tegas Mahesa.
Tuan Rama tertawa. " Wow ... Papah dukung kamu Nak !! " Ucap Tuan Rama, membuat Mahesa semakin Yakin bahwa Dia Harus memperjuangkan Anita.
Dan Gilang kini Sedang duduk di Kursi Taman, Sambil melihat Ragu ke arah Sebuah Benda Pipih yang berada di Depan nya.
Dan akhir nya Gilang pun yakin harus menghubungi Glen saat itu Juga, Namun Nihil semua Gagal, Glen tidak bisa di Hubungi.
Dan Akhir nya Gilang mencoba Menghubungi Anita perihal Niat nya untuk bertemu dengan Glen.
Anita kadang merasa Cemburu saat Gilang mengatakan Bahwa diri nya akan menemui Glen. Tapi Anita pikir Anita tidak mau jika Harus terlalu mengekang Gilang, Apalagi itu perihal Ketenangan Dalam Hubungan nya bersama Gilang.
Saat Gilang sudah mengantongi ingin dari anita, Gilang berencana Besok setelah mengantar Anita kerja, Gilang akan Langsung menemui Glen di Bandung.
Jika Mau Anita akan Ikut bersama Gilang, Namun Saat Gilang mengatakan Niat nya untuk mengajak Anita ikut saat menemui Glen.
Anita menolak nya, karna Ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan atau dia Tunda.
Dan Gilang pun, mengerti akan Hal itu. Andai Anita mau menuruti kemauan Gilang, untuk Kerja di Perusahaan Milik Gilang. Pasti Gilang akan bebas mengajak Anita kapan pun, dan dimana pun.
Namun Anita menolak Permintaan Gilang, untuk kaluar dari Perusahaan Rama Grup. Karna Anita sudah banyak Bertanggung jawab di dalam nya.
Sehingga mau tidak mau, Gilang harus mengalah perihal pekerjaan pada Anita
Malam pun Berlanjut, Malam yang sangat panjang Untuk Gilang, Karna Gilang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Hari Esok, dimana Gilang sudah tidak sabar ingin memastikan Kalau Glen memang Baik-baik saja.
__ADS_1
Dan Pagi pun Tiba, Anita dengan Rutinitas Seperti Biasa nya, Gilang pun sama Dengan Rutinitas yang akan Dia kerjakan Hari itu.
Gilang sudah siap Untuk menemui Anita pagi itu. Gilang memilih untuk lebih Pagi menjemput Anita, Karna Gilang ingin berlama-lama berasa Anita.
Gilang sudah menaiki Kendaraan nya untuk menemui Anita, Gilang sangat semangat hari itu. Karna Dia akan bertemu kembali dengan pujaan hati nya Anita, dan akan menemui Glen untuk memastikan Hal yang di ingin kan oleh Anita.
Sesampai nya di Halaman Rumah Anita, Gilang lebih memilih untuk Turun dari mobil nya, dan menunggu Anita di Luar mobil nya.
Saat Anita Tau Gilang sudah datang, Anita memastikan nya lagi melihat dari Jendela kamar nya yang tertuju langsung ke halaman Ruamah nya itu.
Benar saja Dugaan Anita, Gilang Sudah sampai, Dan Anita heran kenapa Sepagi ini Gilang menjemput nya.
Anita dengan Cepat menuruni Anak Tangga nya, Untung saja Anita sudah Siap. Jadi Gilang tidak perlu menunggu Terlalu Lama Agar Anita Siap Untuk berangkat kerja.
Anita melirik ke Arah Gilang, saat dirinya Sudah sampai di Halaman Rumah nya, Dengan senyuman Manis nya, Anita menyapa Gilang.
Dan Gilang pun sangat senang, ternyata Pujaan Hati nya sudah terlihat di hadapan nya.
Gilang menyambut hangat saat Anita mulai mendekat ke arah nya, Gilang sangat Terpana akan kesendhanaan Anita dalam Berpenampilan.
Sangat terlihat Natural.
Namun saat Anita sadar bahwa hari ini Gilang akan menemui Glen, Anita tiba-tiba merasa kesal, dan Wajah nya berubah drastis. Tidak ada senyuman lagi yang terlihat dari wajah Anita.
Gilang melihat perubahan wajah itu, Namun Gilang hanya tersenyum, sambil menarik lengan Anita untuk segera masuk kedalam mobil nya.
__ADS_1