Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Sebuah Hadiah


__ADS_3

BAB 49.


Mentari Pun telah Muncul dan sampai di peraduan nya,


Gilang Terbangun Karna Cahaya Pagi mulai menelusup Ke dalam Kamar Gilang.


Gilang melihat Ke arah Jam Dinding nya.


"Harus nya aku saat ini sedang menunggu Anita Di depan Rumah nya !! Aku harus Hubungi Anita, Aku tidak perduli mau dia marah atau pun tidak yang penting Aku hanya mau mendengar Suara nya !! "


Gilang mulai Mengambil Benda Pipih yang di simpan di Nakas dekat dengan tempat tidur nya.


Gilang mulai men Dial No Anita.


...****************...


Sementara Anita, yang sedang Bersiap Untuk memulai Aktivitas nya, Langsung Sumringah setelah tau Hp nya Berdering tanda ada Panggilan Masuk.


"Gilang !! Pasti dia Sudah ada di depan rumah deh !! " Ucap Anita gembira dan tersenyum Layak nya Anak Remaja yang sedang kasmaran.


Anita langsung Mengangkat Sambungan Tlp itu.


"Hallo !! Lang ?? "~ Ucap Anita bahagia.


"Hy Ann !! Kamu lagi apa ?? " ~ Tanya Gilang, Gilang mulai tenang saat mendengar sambutan Suara hangat dari Anita, Anita tidak marah Rupa nya.


"Eem .. Aku lagi Siap-siap Mau berangkat Lang !! kamu kenapa, Ko lemes gitu ?? "~ Tanya Anita pada Gilang.


"Aku baru bangun Tidur Ann, O ya Ann !! Maaf ya aku gak bisa Antar kamu !! Aku kemarin Pulang ke bandung !! "~ Ucap Gilang dengan Tegas.


"Hah ?? Bandung ?? Ada Apa lang ?? Ko dadakan ?? " ~ Pertanyaan Itu mencerca Gilang.


"Gak ada Apa-apa ko sayang, Aku akan segera Pulang, Tungguin aku Pulang ya ?? " ~ celoteh Gilang pada Anita, berhasil membuat Anita melayang.


Anita tersenyum-senyum sendiri. " Kau Bisa membuat ku seperti ini Lang, aku akan lebih membuat mu seperti ini, Bahkan kau akan Segera Pulang setelah mendengar rayuan maut ku. Lihat saja !! " Dengus Anita dalam Hati nya.


"Emm .. ko kamu tega sih sayang ninggalin aku !! Baik lah sayang, Cepat Pulang ya !! Aku gak bisa jauh dari mu. Aku selalu menunggu mu di sini, Cepat Pulang. Mmuachhh !! " ~ Celoteh Anita tak Kuat menahan Tawa nya dan langsung memutuskan sambungan Tlp itu.


Tubuh Gilang Ambruk kembali di atas tempat tidur Setelah mendengar Rayuan Manis dari Anita.


"Apa aku Tidak salah mendengar nya Hah ?? Anita memanggil ku dengan Sebutan Sayang !! Hah ?? Aku harus cepat-cepat Pulang ke jakarta. " Gumam Gilang pada diri nya sendiri.


Gilang segera masuk ke kamar mandi, Untuk segera Mandi dan Pulang ke jakarta.

__ADS_1


Selesai Mandi, Gilang Segera keluar dari Kamar nya dan menuruni anak tangga satu persatu. Gilang sudah Siap dengan Setelan Khas nya, untuk segera kembali ke jakarta


Di meja makan Sudah berderet menu Makanan, Ala-ala Hotel Bintang 5. Dari Makanan Ringan sampai yang Berat.


Dimana Kedua Orang Tua Gilang sudah siap menyantap Makanan Pagi nya.


"Sini Nak sarapan Dulu !! " Ucap Ibu Mayang pada Gilang.


Gilang pun menuruti kemauan Ibu nya. " Mah, Pah siang ini Gilang mau segera kembali ke jakarta !! " Ucap Gilang pada kedua Orang tua nya.


"Kamu ini, Baru Pulang sudah mau ke jakarta lagi !! Tinggal lah beberapa Hari lagi Nak, " Bujuk Ibu Mayang pada Gilang.


"Tapi Mah !! " Gilang bermaksud membantah kemauan Ibu nya.


"Pulang lah Besok, Nanti malam Kita ada pertemuan kembali dengan Keluarga Glenka !! Jangan membantah, Papah tidak Suka. " Suara Berat dan Tegas itu Keluar dari Mulut Pak Guruh Ayah nya Gilang.


"Pah !! A.... " Gilang Ingin menolak Perintah dari Ayah nya, Namun Tangan Gilang keburu di genggam Oleh Ibu nya.


Gilang mengerti akan Kemauan Ibu nya, Untuk tidak membantah. Karna kalau sampai Gilang membantah Pasti Pak Guruh akan Marah besar, dan di takut kan Penyakit jantung yang Pak Guruh derita, bisa jadi akan Kumat.


Gilang menyerah dalam situasi saat itu, keinginan nya untuk segera Pulang Pupus sudah, Gilang harus menunggu Hari esok untuk segera bertemu dengan Anita.


Setelah Selesai sarapan Pagi, Tiba-tiba Glenka hadir dam memeluk Gilang dari belakang !!


"Apaan Sih Glen, Aku bukan Anak kecil. " Jawab Gilang Kesal memasang wajah Marah.


"Hay Om, Tante !! " Sapa Glenka pada kedua Orang tua Gilang.


"*Halo cantik, Sarapan Dulu Glen !! " Jawab Ibu Mayang pada Glenka.


"Aku sudah sarapan Tante !! " jawan Glenka pada Ibu Mayang sangan Sopan.


Pak Guruh, hanya Tersenyum saat menyambut Glenka hadir di Tengah-tengah keluarga nya*.


"Apa Tante sudah Siap ?? " Ucap Glenka pada Ibu Mayang.


"Sudah Dong !! Kita tinggal berangkat !! " Ucap Sumringah Ibu Mayang.


"Kamu Sudah Siap Nak ?? " Sambung Ibu Mayang bertanya Pada Gilang.


"Memang nya kita mau kemana Mah ?? " Tanya Gilang Heran.


"Sudah Ikut saja. Setidak nya ini demi Mamah " Ucap Ibu Mayang berbisik pada Gilang.

__ADS_1


Gilang Lagi-lagi kalah oleh situasi yang menjepit diri nya.


Gilang menuruti kemauan Ibu nya, yang Gilang pun tidak tau Mau kemana Ibu Mayang dan Glenka pergi.


Dengan Malas Gilang berdiri dan mengikuti Tarikan Tangan Dari Glenka pada Diri nya.


Di ikuti dengan Ibu Mayang di belakang nya.


Gilang memakai Mobil Kesayangan nya, walau pun di Garasi Rumah Orang Tua Gilang Ada beberapa Mobil Sport yang berjejer dengan sangat Rapih.


Gilang memutuskan Mengemudi kendaraan nya Sendiri karna Mamah menolak Untuk Memakai jasa Pak Joko.


Gilang mulai memasuki Mobil nya, di ikuti Glenka yang duduk di Sebelah Kiri Kursi kemudi Gilang dan Ibu Maya duduk Di belakang Kursi Glenka.


"Aku jadi gak sabar Deh Tan, Pengen cepet-cepet sampai di Toko itu. !! Ucao Glenka manja pada Ibu Mayang.


"Iya sayang, sebentar lagi kita akan sampai di Toko itu !! " jawab Ibu Mayang pada Glenka Lembut.


"Toko ?? " Gumam Gilang frustasi mengusap Muka nya dengan Kasar dan Geram.


Gilang Pun Menuruti Petunjuk Arah dari Glenka.


Ternyata Tujuan mereka adalah Mall, Pusat perbelanjaan Terbesar di Kota Bandung.


Gilang hanya memikirkan Anita, betapa Rindu nya Gilang pada Anita, Tiba-tiba Terbesit dalam Pikiran Gilang, saat Anita bersama Dengan Laki-laki yang menurut dia adalah Bos nya.


"Syitt .... " Umpat Gilang kesal kala memikirkan Anita dan Laki-laki itu.


Gilang hanya mengekor saja di belakang Glenka dan Ibu nya.


Berhenti lah di sebuah Toko Perhiasan dimana Toko itu adalah Toko yang menyediakan Mas Murni untuk kalangan Atas.


Gilang duduk di kursi dimana Di depan nya Berjejer sebuah Perhiasan Yang sangat Indah nan mewah.


Mata Gilang tertuju pada Sebuah Perhiasan yang berupa Cincin Berlian yang sangat Indah. Pikir Gilang " Kalau Jari tangan Anita yang memakai nya Pasti lebih indah, aku akan membelinya untuk Anita " Senyum Gilang bahagia.



Gilang membeli nya tanpa sepengetahuan Ibu Mayang dan Glenka.


Ibu mayang mendekati Gilang, dan memakaikan nya sebuah Cincin Polos, Dan Ibu Mayang kembali membuka nya.


Ibu Mayang merasa Cocok dengan Cincin itu, Ibu Mayang pun menjatuh kan Hati nya pada Cincin itu.

__ADS_1


Gilang hanya mengelengkan Kepala nya. Gilang Pikir itu hanya Lah Cincin Biasa saja, tanpa berpikir lebih jauh lagi.


__ADS_2