
Mahesa berlari dengan pakaian berantakan, Masuk ke dalam rumah dan langsung mencari Istri nya.
"Sayang ? Sayang ? " Teriak Mahesa di ruang tamu, berharap istri nya keluar dan Mahesa akan memeluk nya.
Mahesa tak kunjung melihat Anita, Mahesa berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya, lagi-lagi Mahesa berharap Anita ada di dalam kamar sedang tertidur.
Dan lagi-lagu harapan itu pupus, "Aaaaaaarrrggggggghhhhhhh .... kemana kamu An. Aku tahu kamu kecewa, tapi tolong kasih aku kesempatan An. " Teriak Mahesa di dalam kamar nya sambil memukuli wajah nya sendiri dan menonjol dinding kamar nya yang begitu keras.
Mahesa menangis di sudut kamar nya.
"Bibi. " Mahesa berdiri mencari asisten rumah tangga nya.
Bibi kini sedang ber istirahat di kamar nya.
"Bibi ... Biiiiiiiiii. " Teriak Mahesa pada asisten rumah tangga nya.
__ADS_1
Bibi yang kaget akan teriakan Tuan nya langsung bergegas keluar dari kamar nya.
"Iya Tuan. " Teriak Bibi berjalan sedikit berlari ke arah sumber suara yang memanggil nya.
"Iya Tu ..... " Ucap Bibi namun terhenti saat melihat Tuan nya, Bibi kaget karna baru kali ini melihat Tuan Mahesa berpenampilan acak-acakan.
Rambut yang berantakan dan basah karna terkena air hujan, baju kemeja yang ia pakai pun sangat berantakan.
"Ada apa Tua-tuan ? Tuan kenapa ? " Tanya Bibi khawatir.
"Tidak penting saya kenapa, yang lebih penting kemana Anita kemana Istri saya Bi ? " Tanya lirih Mahesa sangat penuh kesedihan dan emosional.
"Bi, cepat katakan. Mana Istri saya ? " Bentak Mahesa.
Bibi terkejut, " Iya Tuan, baik. Nyonya dari tadi Sore berangkat dan saya bertanya mau kemana Nyonya menjawab mau ke tempat Tuan, dan setelah itu Nyonya belum pulang. " Jelas Bibi.
__ADS_1
"Apa ? Arrrggggghhhhh ... kemana kamu An. " Ujar frustasi Mahesa memukul sendaran sofa yang ada di samping nya.
"Berarti Anita tidak pulang ke rumah saat di hotel tadi, kemana dia ? kemana dia pergi dalam keadaan hamil besar seperti itu. " Gumam Mahesa dalam hati nya merasa terpukul dan sakit dalam hati nya.
"Aaaaaarrrrggggghhhhhh .... bodohhhhhhhh ... " Teriak Mahesa bergema di ruangan itu di iringi dengan suara pecahan pot bunga besar " Brrrrrrrraaaaaaakkkkkk .... "
"Aaaaaaa Tuan, ada apa ? sabar Tuan ... sabar. " Ucap Bibi terkejut dan ada rasa takut.
"Apa mungkin Anita pergi ke rumah orang tua nya ? " Kesimpulan Mahesa langsung tertuju ke rumah orang tua nya.
Mahesa langsung melangkahkan kaki nya untuk keluar dari rumah nya, dan akan segera pergi ke rumah orang tua Anita.
Namun seketika langkah Mahesa terhenti, dan perumpamaan pun terbesit dalam pikiran nya.
"Bagaimana kalau Anita menceritakan semua nya pada kedua orang tua nya, dan jika itu terjadi bagaimana aku menjawab amarah mereka satu per satu, Aarrggghhhh ... An, jangan pergi ! "
__ADS_1
Sebelum nya memang Anita menyuruh supir nya untuk pulang ke rumah nya, untuk mengambil peralatan bayi yang sudah Anita siapkan di salah satu kamar di rumah nya, Dan Anita berpesan jika tidak boleh ada yang tahu jika Anita akan melahirkan, dan supir itu berhasil mematuhi perintah Anita, Supir itu masuk ke dalam rumah dan membawa Tas besar yang berisi peralatan bayi tanpa satu orang pun yang tahu termasuk Bibi yang bekerja sebagai Asisten rumah tangga itu.
Mahesa tidak memperdulikan pikiran apapun dalam benak nya, Mahesa berlari menuju kendaraan nya dan menginjak pedal gas kendaraan nya menuju rumah kedua orang tua Anita.