
Naluri seorang wanita itu kuat, apalagi Anita yang sudah mengalami kekecewaan sebelum nya.
Anita terduduk di sebuah sofa sebari menyenderkan badan nya, tangan lembut Anita mengusap lembut anak yang masih di dalam kandungan nya itu.
Kegelisahaan mulai hadir dalam benak nya, kali ini Anita membiarkan pikiran nya berjalan dengan sendiri nya tanpa di sangkal oleh Anita.
"Apa ini akan terjadi lagi ? Setelah mantan suami ku, setelah Gilang dan kini Mas Mahes ! apa benar ini akan terjadi lagi ? kalau iya, kenapa semua itu harus aku alami saat aku hendak mempunyai seorang buah hati ? " Dalam hati Anita bertanya entah siapa yang akan menjawab pertanyaan nya itu.
Anita mencoba berdamai dengan hati dan pikiran nya, karna ia tahu tidak boleh ada di posisi stress dalam keadaan hamil yang sudah tinggal menghitung hari untuk melahirkan.
Sementara di tempat lain Mahesa dan juga Amel masih asyik dengan misi nya masing-masing.
Amel terus menggoda Mahesa agar mau terjebak oleh permainan nya, Sungguh bersatu dengan Mahesa adalah keinginan besar untuk Amel.
Amel berbisik manja pada Mahesa yang duduk dekat dengan nya sambil membaca sebuah Map bertuliskan kesepakatan pekerjaan.
Desir Nafas Amel sungguh membuat bulu halus Mahesa berdiri.
"Kamu tidak henti-hentinya menggodaku Mel ! " Ucap Mahesa dengan senyuman di sudut bibir nya.
"Ya ... bahkan aku tidak akan pernah berhenti, dan bahkan kau sudah mencari candu bagi ku ! " Jawab Amel mengusap lembut paha Mahesa.
"Jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih terhadap mu. " Ujar Mahesa menyenderkan punggung nya di sandaran sofa yang sedang ia duduki bersama Amel.
"Emm .. memang itu yang aku tunggu. " Jawab Amel langsung pada inti nya.
"Kenapa kau bersikeras seperti itu ? " Tanya Mahesa.
"Entahlah tapi yang aku tahu hanyalah rasa yang sangat besar untuk memiliki mu. " Jawab Amel sedikit kesal karna Mahesa terlalu banyak bertanya.
Mahesa melihat kekesalan pada Amel.
Mahesa memegang kedua pundak Amel. " Jangan marah, apakah aku salah bertanya seperti itu ? " Ucap Mahesa.
"Aku tidak suka jika saat ini kau akan banyak bertanya. " Pungkas Amel
"Lalu apa yang kamu ingin kan ? " Pertanyaan itu terus Mahesa pertanyakan.
Amel menatap wajah Mahesa dan memperhatikan nya.
__ADS_1
"Kau ini Laki-laki pintar semua orang tahu itu, tapi entah kenapa baru kali ini aku tidak melihat kepintaran mu itu ! " Cerca Amel.
Mahesa sungguh tidak mengerti.
"Apa aku terlihat seperti orang bodoh ? " Tanya Mahesa.
"Ya tentu saja, bagaimana tidak ! dari tadi hanya itu yang kau pertanyakan. Bahkan berapa kali aku menjawabnya nya, jika kau tidak nyaman ya sudah pulang saja, Istri jelek mu itu sudah menunggu. " Dengus Amel benar-benar kesal dan berdiri menjauh dari samping Mahesa.
Mahesa dengan cepat menarik lengan Amel dan menghentikan langkah nya.
"Apa lagi ? " Sahut Amel kesal.
"Yakin kamu ingin aku pergi ? " Tanya Mahesa menggoda Amel.
Amel belum juga menjawab pertanyaan Mahesa.
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi saja ! " Sambung Mahesa.
Alih-alih Mahesa ingin pergi, Amel langsung memeluk Mahesa dari belakang.
Mahesa menyunggingkan senyuman.
"Kali ini aku harus berhasil menjerat mu. " Batin Amel sungguh licik.
Mahesa merasa diri nya sangat berarti bagi Amel, tanpa memikirkan sosok wanita yang sedang hamil besar, yang kini sedang menunggu dengan perasaan gelisah nya.
Amel memeluk erat tubuh Mahesa seolah-olah tidak ingin melepaskan nya
Akal busuk Amel pun kini seakan menuntut mangsa nya agar tidak lepas kembali.
Mahesa dan Amel pun terduduk kembali, Amel membuatkan minum untuk Mahesa. Dan ternyata akal bulus Amel untuk menyiapkan minuman itu bukanlah minuman biasa.
Amel mengambil sebuah botol kecil yang ia simpan di tempat tersembunyi, botol kecil itu berisi cairan yang akan Amel adukan ke dalam minuman yang ia buat untuk Mahesa.
"Mudah-mudahan ramuan untuk meningkatkan gairah ini manjur. " Ujar Amel tersenyum licik.
Amel kali ini tidak mencampurkan obat tidur atau pun obat lain nya.
Di simpanlah gelas berisi minuman itu di hadapan Mahesa.
__ADS_1
Sebuah gelas berisi teh manis hangat itu, bukan lah teh manis biasa. Amel membujuk halus Mahesa agar segera meminum, minuman yang sudah di buatkan oleh diri nya.
Dengan gampang nya Mahesa meminum teh manis hangat itu, dengan beberapa tegukan Mahesa menikmati teh manis hangat itu.
"Enak kan ? " Tanya Amel sambil mengelus lembut dada datar milik Mahesa.
"Ya tentu saja. " Jawab Mahesa meneguk kembali teh manis hangat itu.
Beberapa Detik Amel memperhatikan reaksi demi reaksi yang Mahesa tunjukan, dan kini Mahesa sudah semakin gelisah.
Amel memancing Mahesa dengan sentuhan-sentuhan yang membuat diri Mahesa merasa gelisah.
Amel dengan berani nya membuka Jas Mahesa lalu membuka kancing kemneja Mahesa.
Tentu saja Mahesa merasa tertantang apalagi saat diri nya meminum teh manis hangat itu, rasa nya ia ingin sekali menerkam Amel dan ia jajaki semua lekukan yang ada pada tubuh Amel.
Amel semakin yakin jika kali ini ia akan berhasil menjebak Mahesa.
Mahesa sungguh tidak tahan, kini Mahesa menarik tengkuk leher Amel dan melahap habis bibir Amel dengan panas nya.
Sejenak baik Amel maupun Mahesa masih menikmati permainan panas itu, tanpa Mahesa sadar Amel sudah memasang kamera untuk merekam aktivitas panas yang akan di lakukan oleh kedua nya.
Amel menuntun Mahesa agar berdiri, lalu ia menarik tubuh Mahesa ke dalam kamar milik nya, tanpa melepas pagutan bibir antar kedua nya.
Saat sampai di tepian tempat tidur, dengan gairah nya Mahesa mendorong tubuh Amel ke atas tempat tidur, atas kemauan kedua nya mereka pun melepas satu demi satu kain yang menutupi tubuh kedua nya.
Kini kedua nya sudah benar-benar polos tidak memakai kain sehelai pun, sungguh Mahesa sudah tidak memikirkan istri nya sedikit pun.
Amel yang sudah pada posisi nya, sudah siap menerima pijakan demi pijakan yang akan Mahesa lakukan area sensitif nya.
Tanpa lama, Mahesa siap memasukan senjata nya pada area sensitif Amel, dan akhir nya itu pun terjadi.
Baik Amel mau pun Mahesa merenggang ke enakan, dan kini Mahesa pun terjebak dalam permainan Amel.
Laki-laki tegas, kuat dan penyayang pun kini itu semua tidak terlihat lagiq saat AQ diri Mahesa.
Beberapa adegan mereka lakukan demi kepuasan hasrat mereka, hingga Mahesa pun tidak pulang pada malam itu.
Udara malam pun sudah berganti dengan sejuk nya angin di pagi hari, namun sesejuk apapun udara di pagi hari itu tak mampu menyejukkan atau menenangkan hati Anita yang gelisah di sepanjang malam hingga menjelang pagi hari.
__ADS_1