Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Doa terbaik


__ADS_3

BAB 39.


Hujan Pun sudah lelah menemani 2 Insan yang sudah menumpahkah Isi dari Perasaan nya.


"Syukur lah ... Hujan Sudah Reda Lang !! " Ucap Anita melepaskan genggaman Tangan Gilang.


Biasa nya Saat Hujan Turun, Gilang selalu Berharap Untuk cepat Reda, Namun kali ini Gilang sangat menyayangkan Jika Hujan Nya Reda begitu cepat.


"Lang .... !! " Panggil Anita pada Gilang, Gilang dari Tadi hanya terdiam.


"Eh I-iya Ann, Kenapa ?? " Jawab Gilang Gugup.


"Hujan sudah Reda !! Pulang sekarang Yu ??" Ajakan Pulang Anita membuat Gilang Malas untuk beranjak dari Tempat Duduk nya kali ini.


"Ya sudah Ayo Ann, " Ucap Gilang sambil memakaikan Helm di Kepala nya. "Cuaca Nya dingin Ann, Kamu jaket aku aja Ya ?? " Naluri Lelaki Penyayang Rey mulai keluar, Gulang membuka Jaket warna Hijau nya yang tergambar Lambang Gojeg.


Namun Anita menahan nya. " Gak Papa Lang, Ga usah !! "


"Udah Pake aja Ann, Lagian Aku Sudah Biasa berkendara Tanpa Pake Jaket !! " Gilang memaksa pada Anita.


"Gak Lang, cepat pake Lagi !! Nanti kalau kamu Sakit yang nemenin aku saat sedih Siapa ?? Yang jadi Tukang Ojeg aku Siapa ?? " Ucap Anita sambil tersenyum memakaikan Kembali Jaket itu pada Gilang.


Gilang hanya tersenyum dan memandang Wajah Anita Tampa Bosan.


"Aku Rela Ann, di anggap Menjadi Tukang Ojeg asal kan Aku bisa terus Sama-sama dengan Kamu Terus Ann !! " Bisik Gilang pada Anita.


Anita semakin Bingung dengan Perasaan nya kini, Anita tidak akan mungkin Menerima Gilang dengan Cepat. Mengungat Tanah Makan Rey saja belum kering.


Gilang yang mendengar Nama Nara, Langsung tersenyum Sendiri. Aku akan jadi Ayah Sambung untuk Nara, aku akan Menganggap Nara sebagai Anak ku sendiri.


"Sudah ... Sudah ... Ayo lang !! Kasian Nara Nungguin aku. " Ucap Anita.

__ADS_1


Gilang mulai melanjutkan Kembali perjalanan nya,


Saat di Perjalanan Anita hanya Diam, Tanpa berpegangan Sama sekali pada Gilang. Gilang yang Sangat Bucin pada Anita, Menarik Tangan Anita untuk berpegangan di Pinggang nya Gilang.


"Anggap saja Ini pelukan dari Adik Untuk kk nya. " Gumam Anita saat Wajah nya berada dekat dengan telinga Gilang.


Anita semakin mengeratkan Pelukan nya pada Gilang, Gilang sangat menikmati pelukan Hangat dari Tubuh Anita.


Kendaraan yang mereka Tumpangi Pun, telah sampai di tujuan. Namun Anita lebih memilih untuk berhenti sebelum di depan Rumah nya, Takut Ayah nya melihat Kalau Anita bersama Laki-laki lain.


Anita Langsung turun dari Motor Gilang, Anita sangat kesusahan Untuk membuka pengait Helm nya, Gilang Yang melihat Anita dari Spion Hanya tersenyum melihat Anita berusaha membuka kan nya.


"Hy Nona, kenapa Gak minta Tolong aja Sih, Hah ?? " Ucap Gilang sambil mencubit Hidung Mancung nya Anita dengan gemas.


Gilang pun menarik Tubuh Anita biar se jajar dengan Nya, Kini gilang masih menduduki Kendaraan nya, Hingga Wajah Gilang Dan Anita sejajar.


Saat Gilang ingin membukakan Pengait Helm itu, Gilang menghentikan sejenak Usaha tangan nya untuk membantu Anita, Gilang Menatap Mata Anita dengan Intens, Begitu Pun Anita Dengan Deruan Nafas yang semakin Kencang Hingga Gilang pun dapat merasakan nya.


"Tit .... tit ... tit !! " Bunyi Klakson Membayarkan Hasrat Anita dan Gilang.


"Ya ampun Anita Bodoh, hampir saja !! Tidak .. utu tidak Boleh, Kamu bukan Cewe gampangan !! Ingat itu !! " Gerutu Anita memarahi diri nya sendiri.


"Eem ... Ma-maf lang, Terima Kasih !! " Anita pun segera melangkah kan kaki nya meninggalkan Gilang karna Rasa Gugup yang sedang Ia rasakan.


Namun dengan Cepat Gilang menggapai Tangan Anita, hingga Anita berhenti dari Langkah nya. " Ann aku sayang kamu !! " Ucap Gilang menahan Langkah Anita.


Anita hanya tersenyum, ke arah Gilang dan melanjutkan Langkah nya.


"Dag ... dig ... dug 100x " Itu lah Bunyi Hati dan Jantung Anita Saat ini, dengan Bersamaan.


Anita sampai di Rumah nya, Tanpa mengajak Gilang untuk masuk terlebih dahulu ke dalam Rumah nya. Anita di Sambut Oleh Ibu nya Dan Juga Nara.

__ADS_1


"Anita Mandi dulu Ya Bu ?? Mamah Mandi Duku Ya Nak !! " Ucap Anita sambil berlari kecil menuju kamar nya.


Setelah Selesai Mandi, Anita langsung menemui Nara, Rasa nya Nara semakin menggemaskan Dengan Berat badan Yang terus meningkat. Tapi Anita juga Tidak Lepas dari Bayang-bayang Gilang.


"Ya Tuhan, kenapa Harus Gilang yang ada di Pikiran ku, kenapa Gak Rey. maafin Aku Mas !! Aku akan selalu Doa in kamu Mas, aku janji !! " Gumam Anita sambil menatap Muka Nara.


"Nak, Mamah Mau Tanya !! " Ucao Ibu Yuli pada Anita.


"Iya Mah, kenapa ?? " Jawab Anita satai.


"Apa kamu gak Periksa saja Nak sama Nara ?? Mamah Takut Penyakit itu akan menular ke Kamu atau pun Nara !! " Ucao Ibu Yuli Khawatir.


Anita sejenak mencerna Perkataan Ibu nya. "Iya juga Ya Bu !! Anita jadi Takut Bu !! " Jawab Anita khawatir.


"Nanti kalau Anita Libur, Anita sama Nara Akan Ke R,S memeriksa kesehatan !! Mamah Tau sendiri, jadwal Kerja Anita sekarang ini !! Lebih ketat dari sebelum nya, Apa Lagi kalau Ingat yang Punya nya, Ist .... menyebalkan Mah !! " Sambung Anita pada Ibu nya.


"Jangan Begitu Nak, Benci sama Cinta Beda tipis Los !! " Goda Ibu Yuli pada Anita sambil tertawa.


"Ah Gak Ko Mah, Mana Mungkin dia tertarik sama Anita, Dia aja Galak gitu kalau ketemu sama Aku !! " Gumam Anita kesal, di kala mengingat Kelakuan Mahesa pada diri nya.


Anita terus bermain dengan Nara, Nara kini audah Bisa tersenyum saat di ajak main, walau pun masih jarang. Umur Anita kini 4 bulan lebih.


"Nak, doa'in ayah terus ya ?? Ayah sayang banger sama Nara, Tapi Alloh sudah mengajak Ayah Untuk Pulang terlebih dahulu !! Jadi Nara Harus doa'in Ayah Ya Nak ?? " Ucap Anita pada Nara.


"Ya Tuhan, maaf kan Aku jika Aku sudah salah memberi perasaan ini pada Gilang, Tanpa aku belum Tau Siapa Gilang sebenar nya. Tapi aku akan Simpan Perasaan ini Dengan Rapat, Hingga Aku Lihat Benar-benar sayang pada Nara. " Doa Anita dalam Hati nya.


"Mas, yang tenang ya Disana ?? Jangan Khawatir Nara baik-baik saja bersama Ku. Mudah-mudahan jalan mu di sana di permudah Oleh Tuhan, dan di tempat kan di temoat yang terbaik !! Aamiin " Anita terus berdoa dalam Hati nya.


"Aku jadi takut akan Penyakit itu !! Semoga semua nya Baik-baik saja. " Gumam Anita kembali


Anita besok harus bangun Pagi, karna Anita Harus memompa kembali Asi nya sebelum berangkat ke Kantor nya yang lumayan jauh itu.

__ADS_1


__ADS_2