Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Tatapan Intens Tuan Mahesa


__ADS_3

BAB 71.


"Iya Mah (gilang tersenyum geli ) walau pun dia tau sebenar nya Gilang ini, Anak dari Orang berada seperti Mamah dan Papah. Tapi Anita tetap, Ingin Melihat Gilang seperti Tukang Ojek saja Mah. Karna Kalau Gilang menjadi Seperti Anak Papah dan Mamah, Anita bilang tidak akan mengenali Aku Mah !! " Ucap Gilang Sambil menahan tawa nya.


Dan Ibu Mayang pun tertawa mendengar Celotehan Anak nya itu.


Obrolan Gilang dan Ibu Mayang pun berakhir karna waktu sudah larut malam.


...****************...


Seperti biasa, Rutinitas dan kewajiban Anita Setiap Pagi, terus Anita lakukan sebelum berangkat Kantor.


Anita sudah Siap dan Menunggu jemputan Pribadi nya. Yaitu tukang Ojeg pujaan hati nya


Suara Gemuruh mobil pun terdengar si halaman depan Rumah Anita, Anita melihat. Rupa-rupa nya si Tukang Ojek pujaan hati nya sudah datang.


Namun kali ini yang ia Tunggangi Bukan Sepeda Motor, melain kan Mobil mewah kesayangan nya.


Dengan cepat nya Anita menuruni Anak Tangga, untuk segera menemui Gilang, Namun sebelum itu Anita sudah Pamit pada Ibu nya dan juga Nara.


Sesampai nya di depan Pintu, Anita segera keluar dan sudah terlihat jelas Sosok Laki-laki yang sangat ia Cintai saat ini.


Senyuman pun saling bertaut di wajah Masing-masing.




Anita menghampiri Gilang, Dengan senyuman Khas nya. Gilang memang melihat tidak ada yang Aneh pada sikap Anita.


Namun Gilang merasa tidak enak hati pada Anita, setelah kejadian kemarin.

__ADS_1


Mereka pun kini sudah berada di dalam Mobil.


"Sayang ?? Apa kau Baik-baik saja ?? " Tanya Gilang sambil mengusap rambut Anita lembut.


Anita hanya Tersenyum Sayu. " Gak Papa sayang !! Kamu jangan Khawatir ya ?? " jawab Anita mengusap lengan Gilang.


"Kita perlu membicarakan ini dengan Serius Sayang, Karna lambat laun Papah pasti akan berbicara juga sama kamu !! " Ujar Gilang cemas pada Anita.


"Nanti kita bicarakan, Simpan Kecemasan mu ini. Kita harus yakin Jodoh tidak akan kemana !! " Jelas Anita menenangkan Hati Gilang.


"Aku bersyukur memiliki Kamu sayang. Dan aku bersyukur kamu mau berjuang Bersama-sama Dengan ku !! " Ucap Gilang mengecup kening Anita.


Anita tersenyum bahagia, karna Gilang kini lebih baik dari hari sebelum nya, "Sayang, aku kan mau kerja. Kalau terus-terusan begini. Kapan sampai nya ?? " Dengus Anita pada Gilang.


"Hari ini kamu jangan Masuk kerja ya ?? Sudah lah sayang, keluar saja !! Aku bisa Penuhin, semua kebutuhan kamu. Kalau kamu mau kamu bisa kerja Di perusahaan mana yang kamu mau, Asal di bawah Naungan Saya Ann. " Bujuk Gilang memohon pada Anita. Dan Gilang mulai mengendarai Kendaraan nya.


"Sayang !! Bukan itu yang harus kita Pikir Kan, tapi Bagaiman dengan Ayah mu. Masalah Pekerjaan biar lah aku bekerja di Perusahaan Tuan Mahesa, yang terpenting sekarang adalah Ayah mu !! " Ucap Anita sambil menundukan kepala nya.


Gilang melihat kesedihan di raut wajah Anita. "Hal itu akan aku pikirkan Ann, karna Jujur Papah orang nya sangat Keras. Aku bisa saja menolak keras dan langsung menikahi mu sekarang juga tanpa restu dari Papah. Jika kamu bersedia !! " Ucap Gilang serius.


Menyebut nama nya saja, sangat menyakitkan bagi Anita. Apa lagi langsung melihat Orang nya.


"Mungkin kamu sudah mendengar alasan itu dari Mamah Ann, Percaya lah sekali pun aku pernah mencintai Glenka, itu tidak akan pernah mengurungkan Niat ku untuk tetap memperjuangkan mu Sayang. " Ucap Gilang menatap sendu pada Anita.


"Aku tidak perduli pada Glenka, yang aku Peduli kamu dan Papah !! dan syukur nya Mamah setida nya, sudah merestui Hubungan kita sayang !! " Sambung Gilang.


Anita mengubah Posisi Duduk nya menjadi benar-benar menghadap pada Gilang.


"Aku memang menginginkan Mu Lang, Sekali pun kamu bukan Anak dari Orang kaya seperti Mamah dan Papah mu sekarang. Sungguh aku lebih menyukai Gilang yang dulu. " Ucap Anita.


"Mungkin jika kamu bukan Orang kaya seperti sekarang, Cobaan ini tidak akan Ada Sayang. Dan aku pun tidak menyalah kan Orang tua mu. Karna memang Orang tua Hanya lah ingin yang terbaik untuk Anak nya. " Lirih Anita, menyesali kenyataan kalau Gilang bukan lah Driver Gojeg yang pertana ia lihat.

__ADS_1


Anita memang ada rasa bersyukur dan Bangga pada Kehidupan Gilang yang sekarang, namun yang Anita sesali adalah Ujian yang menghampiri antara ke dua nya.


" Sayang, kamu yang terbaik. Dari yang terbaik !! Mungkin nanti Papah pun Akan melihat itu semua dalam diri kamu !! Jika kamu Siap, aku akan membawa mu untuk menemui Papah. Tapi jika belum siap, aku akan menunggu mu sampai kamu siap. " Ucap Gilang.


Dan kini, kendaraan Gilang pun. sudah terparkir bebas di Halaman Parkir perusahaan Mahesa.


Tanpa sengaja Mobil Gilang dan Mobil Mahesa datang secara bersamaan, Dan Terparkir secara Berdampingan.


Saat Gilang membukakan Pintu Untuk Anita, dan di waktu yang sama. Tuan Mahesa pun keluar dari Mobil nya. Mobil yang tak kalah mewah dari Mobil Yang Gilang Pakai saat ini.


Anita keluar dan memeluk Gilang Tanpa sadar Tuan Mahesa sedang memeperhatikan nya.


Gilang yang mendapat pelukan dari Anita, Langsung memeluk erat kembali Pelukan nya terhadap Tubuh Anita.


Saat Gilang sadar Anita meneteskan, beberapa Tetesan Air mata Di pelupuk mata nya.


Dengan cepat Gilang menangkup kedua Pipi Anita, dan mengusap Air mata yang tergenang di wajah nya.


Gilang menggelengkan Kepala nya, " Sayang jangan terlalu di pikirkan, Serahkan ini semua sama aku ya ?? " Ucap Gilang berbisik pada Anita.


Mahesa yang melihat kemesraan mereka, sakin pada perasaan nya pada Anita saat ini. Gilang hanya mengepalkan tangan nya kesal.


"Kenapa aku terlambat Ann ?? Untuk menyadari nya ?? Dan kenapa kamu menangis !! " Ucap Mahesa dalam hati nya.


Gilang menatap Intens pada Mahesa, karna Gilang bisa melihat wajah kekesalan nya saat melihat Anita memeluk diri nya.


Mahesa pun membalas Tatapan keras Gilang pada diri nya.


Namun saat Mahesa merasa cukup, Mahesa mulai melangkah kan kaki mya untuk masuk ke salam Kantor nya, Namun sayang Mahesa harus melewati Anita dan Gilang terlebih dahulu.


Anita yang mulai sadar akan ada nya Tuan Mahesa. Langsung Melepaskan Pelukan nya pada Gilang, Dan menundukan kepala nya. Untuk menyambut Tuan Mahesa.

__ADS_1


Sambutan itu tidak di Gubris oleh Mahesa, Tapi Anita pikir itu adalah hal yang sangat Biasa, yang sering di lakukan oleh Tuan Mahesa.


"Kalau begitu, Aku permisi dulu Ya sayang ?? Nanti jika kamu cape. Gak usah Jemput ya, Istirahat aja !! " Ucap Anita sambil membenarkan rambut Gilang yang sedikit berantakan.


__ADS_2