Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
keras nya hati.


__ADS_3

BaB 124.


Sedangkan Anita kini sedang merenung di dalam ruangan nya, begitupun dengan Tuan Mahesa, setelah saling berusaha menenangkan satu sama lain, Anita dan juga Tuan Mahesa memilih untuk berada di ruangan nya masing-masing, sebelum Ibu nya datang kembali keruangan Mahesa.


"Aku tidak masalah jika harus keluar dari perusahaan ini, tapi apa ini belum terlambat ? tapi bagaimana jika yang aku takutkan akan terjadi ? apa Tuan Mahesa akan mengakui Kesalahan nya ?? " Gumam Anita resah memikirkan nya.


"Papah kecewa sama kamu Mahes !! " Ucap Tuan Rama sangat memasang wajah yang sangat kesal.


Mahesa beranjak dari posisi duduk nya. " Pah, tolong Mahes, Mahesa sebenar nya tidak ingin membantah atau pun marah pada Mommy, tapi Papah kenapa malah seperti berpihak pada Mommy ?? sementara Papah tau antara Mahes dan Anita itu sangat saling mencintai, jangan bilang Papah akan menyuruhku memecat Anita atau pun meninggalkan Anita sama seperti Mommy. " Ucap tegas Mahesa semakin membuat Tuan Rama geram.


"PLAAAAAKKKKKKKKK ....... !!!!!!! " Suara tamparan terdengar sampai ke telinga Anita, suara tamparan mendarat tanpa halangan di pipi Tuan Mahesa.


Anita terperanjat dan ingin segera masuk ke dalam ruangan Tuan Mahesa, namun langkah nya terhenti saat mendengar bentakan dari Tuan Rama untuk Mahesa.


Anita mengurungkan niat nya kembali, saat ada seruan panggilan yang terdengar di telinga nya.


"Bu Anita ? " Ucap salah satu karyawan. yang memanggil nama Anita.


Anita menoleh ke arah sumber suara itu, dan langsung berdiri tegap di depan ruangan Tuan Mahesa.


"Iya, ada yang bisa saya bantu ? " Jawab Anita.


"Anda di tunggu oleh Nyonya besar si dalam mobil nya, dan beliau mengatakan ada sesuatu yang harus di selesai kan. " Ucap Orang suruhan Ibu nya Mahes pada Anita.


"Di selesaikan ? " Gumam Anita dalam hati nya.


" O-oiya terimakasih, saya akan segera menemui nyonya besar. " Jawab Anita mengambil tas nya lalu pergi untuk menemui Ibu nya Tuan Mahesa dengan perasaan yang sudah yakin, bahwa diri nya akan di buat terpojok oleh perkataan Ibu nya Mahes.

__ADS_1


Anita melangkah kan kaki nya dengan hampa, Anita dengan hati yang gemetar harus tetap kuat jika keputusan pahit harus dia pilih, Anita semakin mendekati sebuah mobil mewah yang di dalam nya ada seorang wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik namun kecantikan nya kini sedang di balut dengan ke egoisan nya.


Sebelum Anita mengetuk pintu mobil itu, dengan otomatis pintu mobil itu sudah terbuka, Anita menatap dengan penuh seksama pada sosok yang ada di dalam mobil itu.


"Masuk Non !! " Ucap Sopir Ibu nya Mahesa.


"Terima kasih Pak. " Jawab Anita sambil mengangguk dengan sopan nya.


Anita duduk berdampingan dengn Ibu nya Mahesa, walaupun posisi duduk nya memang cukup renggang. Dengan posisi kedua tangan di lipat di depan, Ibu nya Mahesa tersenyum angkuh tanpa melihat Anita yang berada di samping nya.


"Kamu pasti sudah tahu bukan ? Apa mau saya ? " Ucap Ibu nya Mahesa lantang.


"Jika kamu belum mengerti, saya akan menjelaskan nya dengan tindakan, saya tau siapa kamu, siapa anak kamu dan siapa orang tua kamu. Dan saya yakin kamu sangat sayang pada mereka, dan saya yakin rasa takut akan kehilangan mereka lebih besar di banding takut kehilangan anak dan suami saya. " Sambung Ibu Mahes mengancam Anita.


Anita hanya menundukan kepala nya, lalu Anita mencoba menjawab dengan hati yang tetap tenang. Anita tidak bisa membiarkan siapa pun mengusik ketenangan keluarga nya. " Maaf Bu, saya memang bukan siapa-siapa di bandingkan keluarga Ibu, saya juga sangat mengerti apa yang Ibu maksud dan apa yang Ibu mau. Ibu mau saya meninggalkan anak Ibu kan ? saya akan melakukan nya jika Anak Ibu sendiri yang meminta nya, dan satu lagi Bu. Saya harap Ibu tidak melibatkan keluarga saya dalam masalah ini, karna saya yakin Ibu adalah orang yang pintar saat akan bertindak. "Jawab Anita dengan tenang nya.


Anita mulai merasa ada rasa emosi di dalam diri nya, Anita sudah bersiap untuk pergi dari dalam mobil mewah itu. "Saya memang seorang janda bu, dan saya adalah seorang Ibu juga. Setidak nya rasa sayang saya terhadap anak saya tidak akan membuat nya kecewa karna kelakuan Ibu nya sendiri, Maaf Bu saya permisi. " Jawab Anita langsung keluar dari dalam mobil mewah itu.


"Dan satu lagi , saya tidak akan membiarkan Anda memikirkan cara agar saya keluar dari perusahaan milik Suami Anda ini, karna pada saat ini pun saya sudah melangkahkan kaki saya untuk keluar dari perusahaan milik suami Ibu itu. " Sambung Anita sebelum pergi meninggalkan Ibu nya Mahesa dengan rasa kekecewaan.


Sementara di ruangan Tuan Mahesa, Tuan Rama masih meluapkan kekecewaan nya.


"Papah kecewa sama kamu Mahes, Papah tau kamu sangat mencintai Anita dan Papah tidak melarang nya, Tapi yang Papah sesalkan kamu sudah berani bermain kotor dengan Anita di perusahaan Papah ini. " Ucap Tuan Rama tanpa jeda.


Mahesa kaget atas apa yang di utarakan oleh ayah nya, " Bermain kotor ? " Dalam hati Mahesa.


"Ma-maksud Papah ?? " Tanya Mahesa Pura-pura tidak mengerti.

__ADS_1


"Kamu itu Pura-pura bego apa tolol hah ? Papah tau kamu ingin memiliki Anita sepenuh nya, tapi bukan begini cara nya, itu sama saya kamu melakukan pencitraan, bagai mana jika ada yang tau dan menyebarkan permainan Panas mu itu. " Jelas Tuan Rama dengan wajah yang sangat merah padam.


Mahesa menundukan kepala nya. " Maaf Pah, Mahesa yang salah, Mahesa yang tidak bisa menahan nya, Mahes mohon Pah jangan salah kan Anita atas apa yang sudah Papah lihat. " Ucap Mahesa memohon pada Ayah nya.


"Untung Papah saja yang tau, jika sampai Mommy kamu yang tau, jangan harap Mommy akan menyukai Anita seperti apa yang kamu harapkan, asal kamu tau Mommy sudah menilai bahwa Anita bukan lah wanita baik-baik. " Cehcar Tuan Rama tak henti pada Mahesa.


"Ini salah aku Pah. " Keluh putus asa Mahesa dengan mengacak-ngacak rambut nya frustrasi.


"Biar Papah yang urus Mommy, sisa nya Papah tisak mau tau. " Ucap Tuan Rama sambil pergi meninggalkan Mahesa yang masih terdiam di tempat nya.


Mahesa menatap nanar kepergian Ayah nya.


" Terimakasih Pah !! " Ucap Mahesa dapat di dengar oleh Tuan Rama, namun Tuan Rama enggan menghentikan langkah nya. "


Tuan Rama keluar dari ruangan anak nya, namun Tuan Rama tidak melihat keruangan Anita, sehingga Tuan Rama tidak mengetahui bahwa Anita sebenar nya sudah pergi dari kantor nya.


"Sial, kenapa harus begini ? " Ucap Tuan Rama, yakin bahwa yang sedang ia hadapi adalah masalah yang cukup serius.


Tuan Rama tidak langsung kembali ke ruangan nya, tapi Tuan Rama langsung keluar dari perusahaannya untuk mencari dan membujuk Istri nya, yang saat itu sedang tersulut emosi nya.


Itu artinya Tuan Rama tidak mengetahui tentang pengunduran diri yang di ajukan oleh Anita.


Mahesa terduduk lesu di kursi kerja nya, Mahesa sadar bahwa cara yang dia pilih itu salah, rasa yang sangat besar untuk memiliki Anita seutuh nya, ia lakukan dengan cara dan langkah yang salah.


"Aku tidak perduli, apapun yang terjadi aku harus tetap bertanggungjawab atas apa yang sudah aku lakukan terhadap Anita. " Mahesa bergegas berdiri dari duduk nya untuk menemui Anita, tanpa melihat keadaan di sekelilingnya.


Mahesa tanpa sengaja tersandung hingga pada akhir nya Mahesa tersungkur mengenai sudut meja kaca yang ada di ruangan nya, Mahesa ambruk dengan kening mengeluarkan darah segar cukup banyak.

__ADS_1


Dan pada akhir nya Mahesa tidak sadarkan diri tanpa ada satu orang pun yang tahu.


__ADS_2