
BAB 105.
"Jangan terlalu di pikirkan, Maaf kan aku jika aku tidak ada banyak waktu untuk menemani mu, di Saat-saat seperti ini. " Ucap Gilang, mengelus lengan Glenka.
Glenka pun sedikit tenang, hingga Gilang pun pamit untuk pulang, dengan alasan masih ada yang perlu di urus. Gilang pun pergi dari rumah Glenka.
Dan Mahesa kini sudah selesai membereskan pekerjaan nya, namun Anita masih sibuk menata semua laporan. Mahesa menghampiri Anita, untuk segera mengajak nya pulang.
Sungguh suasana kantor yang sangat harmonis, sehingga untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang menumpuk pun, terasa ringan bagi Anita atau bahkan Tuan Mahesa.
Anita sungguh tak percaya bahwa kini dirinya dan juga Tuan Mahesa, Atasan yang awal nya sangat menyebalkan kini menjadi kekasih nya, dan mau menerima kekurangan nya.
"Sudah ?? Ayo kita pulang !! " Ucap Tuan Mahesa, sambil menjulurkan tangan nya.
Anita tidak menjawab pertanyaan Tuan Maheaa, Anita ragu saat ingin menjemput uluran tangan Mahesa, namun Tuan Mahesa dengan cepat menarik lengan Anita, yang sangat terlihat ragu.
"Tu-tuan ... Ehh .... Mas !! aku malu, di lihat sama karyawan lain. " Ucap Anita gugup.
"Sayang, lambat laun mereka akan tau !! dan mereka akan sadar bahwa kamu lah calon Bos wanita di perusahaan ini. " Jawab Mahesa membujuk Anita agar tetap tenang.
"Aku tidak mengharapkan semua itu Mas !! sungguh aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang Bos, yang aku pikirkan tentang reputasi Mas sama Tuan Rama, di mata para Orang yang tidak suka dengan kedekatan kita Mas. " Jawab Rani sangat serius.
"Kenapa Kamu harus Repot-repot memikirkan mereka sih Sayang ?? Apa yang mereka pikirkan, biarkan lah itu jadi urusan mereka. Paham ?? " Jelas Tuan Mahesa, sambil membenarkan Anak rambut Anita, yang keluar dari jalur nya.
"Ya sudah !! Aku ikut kata Masa aja deh, yang penting jangan sampai Mas merasa malu ya ?? Aku tidak Apa-apa jika harus jaga jarak di hadapan mereka, aku bisa mengerti posisi Mas di perusahaan ini apa !! " Ucap Anita lembut.
__ADS_1
"Tapi sayang, aku tidak akan pernah membuat jarak di antara kita, itu tidak akan pernah !! Bahkan aku akan membuat jarak kita lebih dekat dari pada sebelum nya !! " Ucap Mahesa, menarik lengan Anita, untuk memasuki Lift.
Anita kembali tegang, dan mengeratkan genggaman nya pada tangan Tuan Mahesa. Mahesa mengerti Anita masih takut.
"Emmm ... Apa kau masih takut ?? " Bisik Tuan Mahesa.
Mahesa tidak mendapatkan jawaban dari Anita, Tangan Mahesa memegang tengkuk leher Anita, dan menatap nya sangat dalam.
Anita membalas tatapan yang menuntut itu, Mahesa sangat ingin membuat Anita Lirex saat berada di dalam Lift, dan melupakan kejadian tempo hari saat Lift mengalami kerusakan.
Tuan Mahesa semakin menarik leher Anita pelan, dan Mahesa pun semakin mendekatkan wajah nya pada Wajah Anita.
Anita menarik nafas nya panjang, tanpa Lama bibir Tuan Mahesa pun telah bersentuhan dengan bibir mungil Anita, Anita memejamkan mata nya, Anita menahan Agar Tuan Mahesa tidak sampai memainkan permainan. itu lebih dalam lagi, namun pertahanan Anita runtuh, saat Li**h Tuan Mahesa dengan Kuat menerobos masuk, ke dalam rongga mulut Anita.
Tuan Mahesa masih menempelkan kening nya di kening Anita, mata Anita masih terpejam. tentu nya Anita sangat merasa malu.
Mahesa meniup lembut mata Anita, dan Anita membuka mata nya secara perlahan, Anita membenamkan wajah nya di dada bidang milih Tuan Mahesa, sungguh malu dan Anita tidak mau Tuan Mahesa melihat wajah nya yang memerah saat, mendapat kan ciuman perdana dari Bibir Tuan Mahesa.
Mahesa sedikit tertawa. " Kau ini, kenapa harus malu sih !! aku akan melakukan hal ini jika aku menginginkan nya, tapi jangan khawatir aku masih tau batasan, jika aku hendak melewati batasan itu, pukul saja aku !! karna sungguh dirimu sangat membuat ku mabuk Ann !! " Ujar Mahesa lembut.
"Mas, jangan jadikan aku sebagai wanita gampangan di mata mu !! Sungguh aku malu Mas, aku hanya seorang janda, dan seharus nya kamu mendapat kan seorang gadis bukan janda seperti aku. " Ucap Anita merasa tidak pantas untuk seorang Mahesa.
Mahesa tertawa, " Sayang, kenapa kau memikirkan itu !! Aku yang memilih mu, jika aku mau seorang gadis, aku bisa mendapatkan nya, bahkan lebih dari satu !! aku bukan Laki-laki seperti itu Ann, aku bukan Laki-laki yang hanya mengejar nafsu birahi saja !! aku memang membutuhkan nya, tapi aku yakin. kamu bisa memberikan itu !! Bahkan lebih dari seorang gadis. " Goda Mahesa pada Anita.
Jawab Anita tidak mau membicarakan hal itu lebih dalam lagi.
__ADS_1
"Iya ... Iya ... kita akan membicarakan nya lain waktu !! " Jawab Mahesa kembali menggoda Anita.
Pintu Lift pun terbuka, tangan Anita masih di pegang erat oleh Mahesa, Anita belum siap jika hubungan nya dengan Tuan Mahesa ada banyak orang yang tau, apa lagi oleh para karyawan Tuan Mahesa.
Anita melepaskan dengan paksa genggaman Tuan Mahesa, lalu Anita tidak berani melihat wajah Tuan Mahesa, Mahesa melihat ke arah Anita. Mahesa mencoba mengerti bahwa Anita belum siap, dengan desas-desus yang akan dia terima.
Tuan Mahesa mempersilahkan Anita untuk keluar duluan dari lift itu, dan di susul oleh Tuan Mahesa. Anita dengan tenang melangkah di depan Tuan Mahesa.
Namun langkah Anita tertahan, oleh sesuatu yang membuat nya sangat sesak melihat nya.
Mahesa menabrak badan Anita karna Anita berhenti mendadak dan Mahesa tidak mengetahui nya.
Mahesa heran, karna wajah Anita berubah seperti ketakutan akan hal yang sangat tidak ingin dia lihat sama sekali, Mahesa melihat ke arah Anita melihat, Mahesa melihat sosok yang tidak asing di mata nya. dia adalah Gilang.
Gilang tidak sanggup menahan rasa rindu pada Anita, Gilang ingin bertemu dengan Anita untuk benar-benar yang terakhir kali nya, dan Gilang tidak memberitahukan kepergian nya ke jakarta, pada siapa pun. Gilang menatap Anita dari kejauhan.
Anita meneteskan Air mata, namun Anita sadar pada Orang yang ada di belakang nya itu siapa, Anita memegang erat telapak tangan Tuan Mahesa, Anita merasakan kesakitan di hati nya, Saat lengan Mahesa tidak merespon genggaman tangan Anita.
Anita memandang wajah Tuan Mahesa, dan di balas senyuman dingin dari bibir Tuan Mahesa, Mahesa memutuskan untuk pergi dari samping Anita, karna Mahesa tidak ingin membuat Anita menjadi bingung di posisi nya yang sekarang.
Anita menahan kepergian Tuan Mahesa,
" Sayang !! Apa kau akan meninggalkan ku " Ucap pelan Anita.
Mahesa tersenyum haru, mendengar ucapan Anita. "Tentu saja aku tidak akan meninggalkan mu, itu pun jika kau meminta nya. " Jawab Mahesa kembali mendekat pada Anita.
__ADS_1