
BAB 75.
Mahesa Pun memerintahkan pada Sopir nya untuk melajukan Mobil nya dengan Kecepatan Biasa saja, untuk menuju ke Rumah sakit dan setelah itu Pulang ke Rumah Anita.
Mahesa tidak mau Sopir nya melajukan kendaraan itu, dengan Kecepatan Tinggi. Karna Mahesa tidak mau Kebersamaan nya dengan Anita akan cepat berlalu.
Sementara Di Tempat Lain Gilang mulai Mengorek, Arti dari Penculikan Anita. Apahkah benar Karna Ayah nya Atau pun Bukan.
Gilang Mengendap-endap saat sampai di Rumah nya, Karna Gilang melihat Ayah nya sedang santai di Halaman Belakang.
Gilang tidak Melihat Gerak-gerik mencurigakan Dari Ayah nya, Setelah Beberapa Menit Gilang memperhatikan Ayah nya.
Dan Lagi-lagi Gilang tidak Melihat Ke janggalan Dalan diri Ayah nya.
Gilang memutuskan Untuk Membalikan Badan nya, Untuk mencari Anita.
Tapi saat Gilang mundur dua Langkah, Gilang mendengar Ayah nya Sedang Marah-marah, Dan Ayah nya membicarakan, tentang Wanita yang berhasil Lolos dari sekapan itu.
Gilang medekat kan Diri nya kembali, Dan Ternyata Semakin Jelas terdengar.
Gilang tidak Percaya, Bahwa ketakutan Nya Benar-benar ter jadi, Bahwa Ayah nya lah yang merencanakan Semua ini.
Gilang dengan Emosi menghampiri Ayah nya, Namun Tuan Guruh bersikap Santai saja Pada Gilang.
"Pah ?? Papah kenapa Sih Pah ?? Kenapa Papah Tega-tega nya melukai Anita ?? Dia tidak ada sangkut Paut nya dengan Penolakan Aku tehadap Glen Pah. " Ucap Gilang emosi pada Ayah nya.
"Berani Ya Kamu !! Apa kamu Bilang ?? wanita itu tidak ada Sangkut Paut nya ?? Ingat Papah akan terus menyakiti Wanita itu, Sampai Wanita itu Mau Menjauh dari Kamu !! " Bentak Tuan Guruh pada Gilang.
"Pah ini bukan Anita yang tidak mau meninggalkan aku, Tapi aku yang tidak mau Di Tinggalkan Oleh Anita, Jika Papah Mau !! sakiti saja aku Pah, Atau Bahkan Buat aku sampe tidak bernafas lagi Pah, Agar Papah Bisa Puas, Dengan Begitu Papah tidak akan Pernah Melihat Aku Bersama Dengan Siapa pun. Ingat pah !! Tindakan Papah ini bukan hanya membuat Luka dan kecewa di Hati ku Pah, Tapi Tindakan Papah juga membuat Hati seorang Anak kecil kecewa karna Sudah terlalu lama menunggu kedatangan Ibu nya !! " Teriak Gilang pada Ayah nya kecewa.
__ADS_1
"Dasar Anak tidak Tau di Untu .... " Bentak Tuan Guruh, namun Bentakan nya Terhenti karna Dada nya nyeri, dan Tuan Guruh Ambruk seketika di hadapan Gilang.
Gilang yang tersulut emosi pun, Seketika Berubah Menjadi Khawatir.
Dengan Cepat Ibu Ayu Menghampiri Kedua nya, Dan segera memanggil mobil Ambulance.
"Nak ... Kalau Bicara sama Papah, Jangan Membuat dia Emosi. Ini yang Mamah takut kan !! Apa kamu akan memaaf kan diri kamu, Jika Terjadi Apa-apa sama Papah ?? " Ucap Ibu nya Gilang Serius dan ketakutan.
Gilang hanya Mencoba Membangun kan Ayah nya dengan Lembut, Namun dari Diri Tuan Guruh. Tidak ada Tanda-tanda Pergerakan sama sekali.
"Sayang, Jika Memang kau sudah selamat !! Aku senang, Maaf aku tidak ada di sisi mu Sayang !! Tapi percaya lah, Aku sangat Mencintai mu Ann. " Lirih Gilang dalam Hati nya.
Dan Anita kini sedang Di Periksa oleh Tim Medis, Mengecek Luka Dan Kondisi di dalam Kepala Anita. Mahesa Ikut mendampingi Saat Anita di Periksa.
Dan Dokter Menyarankan bahwa Pasien tidak boleh banyak Pikiran, dan Jangan Terlalu capek.
Anita kini mulai sadar sepenuh nya, Anita menatap Tuan Mahesa dengan Tatapan Tidak Percaya, Bahwa Orang yang selama ini Anita Anggap Sebagai Orang yang Dingin dan Tempramental, Ternyata Memiliki Rasa Perhatian yang Luar Biasa Juga.
Anita mengingat kejadian Di Mobil Tadi, Anita menjadi Malu di Buat nya, "Apa Tuan Mahesa akan menganggap Ku sebagai Wanita, Gampangan ?? Maaf kan Aku Gilang !! Aku sudah mengecewakan mu Lang !! " Gumam Anita dalam Hati nya, Masih mengelus Kening nya yang Terasa Linu.
Mahesa mendekati Anita, saat setelah Selesai mengobrol dengan Dokter, perihal kesehatan Anita.
Mahesa tersenyum Tulus saat tau Anita sedang menatap nya.
"Istirahat saja Dulu di Sini Ann ?? Kalau Mau !! Nginap Aja Semalam, Sampai Pusing nya Benar-benar Hilang !! " Ucap Mahesa memberikan Saran.
"Ti-tidak Tuan, Terima kasih. Maaf sudah merepot kan. Dan Terima kasih banyak karna Berkat Tuan, Saya Bisa ada di Sini. Dan Lolos dari Penculikan itu !! " Ucap Anita menjadi Sendu, jikalau Ingat Penculikan itu karna Hubungan nya Bersama Gilang.
Mahesa Seketika Sadar, bahwa Anita menganggap nya hanya sebagai Atasan nya saja. Dan Anita tidak merasakan Ke tulusan Hati nya sedikit pun, Pada Diri Mahesa.
__ADS_1
Mahesa Mencoba Menekan Ego nya sendiri, Mahesa kini sadar, Apa yang dia Ingin kan. Belum tentu ia dapat kan.
Mahesa duduk di dekat Anita. " Ann, Jangan Anggap saya hanya sebagai Seorang Atasan mu saja, Anggap lah Aku lebih dari itu !! " Ucap Mahesa Lembut.
Anita melirik heran pada Mahesa. " Ma-maksud Tuan ?? " Tanya Anita, Sungguh tidak mengerti. Anita memang memikirkan Hal lain yang Berujung dengan Perasaan, Namun Anita sungguh meragukan Pikiran nya itu, Tentang tanggapan Nya pada Ucapan Tuan Mahesa.
Mahesa Memang sudah banyak menaruh Harapan pada Anita, namun apa daya Anita tidak Merasakan Harapan Mahesa sama Sekali.
Mahesa menundukan Kepala nya, dan Kembali mengangkat nya. " Ya, Maksud saya !! Jangan anggap saya sebagai Atasan kamu, Tapi anggap lah saya sebagai Teman atau sahabat kamu !! " Ujar Mahesa, sambil merekah kan senyuman di Bibir nya.
"Ya Tuhan, kenapa Aku melihat Ada sebuah Perasaan Kecewa ya Di wajah Tuan Mahesa !! " Gumam Anita dalam Hati nya.
"Ba-baik Tuan !! " Jawab Anita simple di hiasi dengan Senyuman di wajah nya.
"Baik lah, Jadi mulai sekarang kita Teman ya ?? " Ucap Tuan Mahesa Sambil menjulurkan Tangan nya ke hadapan Anita.
Anita melirik Tuan Mahesa, Dan Mulai menjulurkan Tangan nya Ragu. " Ini sikap dan Sifat Tuan Mahesa yang Asli, Sungguh Baik Hati. Mendiang Nyonya Mey memang Beruntung Bisa di Cintai Oleh Orang, Seperti Tuan Mahesa. " Gumam Anita, memuji Mahesa dalam Hati nya.
Anita menjemput Uluran Tangan Mahesa dengan Lambat namun Pasti. Saat Tangan Kedua nya Bersentuhan. Sebuah Senyuman Pun kembali Merekah di Bibir Kedua nya.
"Emm .. Jadi baik lah !! Apa Penyebab kamu Di culik Nona ?? Apa kau mempunyai Musuh ?? " Tanya Mahesa, bertinggah seperti Kawan yang baru saja Berjumpa.
Anita masih merasa sangat Aneh, dengan Sikap nya Tuan Mahesa saat ini, Karna sikap Tuan Mahesa, Jauh dari kata Cuek dan Tegas saat ini.
"Saya belum tau Pasti Tuan, Saya juga Tidak tau Pasti dalang Dari Penculikan ini, siapa Tuan !! Semoga hal ini Tidak akan terjadi lagi, yang saya pikir kan hanya lah Anak saya Tuan !! " Ucap Lirih Anita.
Mahesa tersenyum, dan memegang Tangan Anita, " Tenang lah Ann, semua akan Baik-baik saja, Mulai sekarang jangan Sungkan Untuk menerima Bantuan dari Seorang Teman ya ?? " Ucap Mahesa.
Anita hanya tersenyum bahagia, mendengar nya. " Terima kasih Tuan !! " Ucap Anita tersenyum, namun masih tersirat rasa canggung di dalam Diri nya
__ADS_1