
BAB 93.
Tuan Mahesa mencoba memutar otak nya agar Anita mau bicara perihal masalah nya. Mahesa akan mencoba mengajak Anita keluar kantor.
Mahesa menghubungi Anita melewati Tlp.
"Ann ... Tolong keruangan saya sebentar !! " Ucap Mahesa singkat.
Anita sudah mengira, Tuan Mahesa pasti marah dan akan memberikan peringatan pada Anita.
Anita mengetuk pintu ruangan Mahesa, Anita pun di persilahkan masuk oleh Mahesa.
"A-ada yang bisa saya bantu Tuan ?? " Tanya Anita sambil menundukan kepala nya.
"Tolong temani saya keluar, ada yang perlu saya lakukan dan saya butuh bantuan mu !! " Ucap Mahesa dengan penuh ke wibawaan.
"Ba-baik Tuan. " Anita pun kembali ke Ruangan nya untuk bersiap-siap.
Anita melihat Handphone nya, tidak ada panggilan masuk atau pun pesan singkat dari Gilang, Anita masih mengharapkan Gilang masih menjadi milik nya saat ini.
Anita meletakan Handphone nya di dalam Tas yang akan ia bawa, dan Anita kini sudah siap pergi bersama dengan Tuan nya.
Anita mengikuti Tuan Mahesa dari belakang, untuk masuk ke dalam Lift. baru saja masuk Ke dalam Lift, mungkin baru turun 2 lantai. Lift tersebut mengalami guncangan yang membuat Panik Mahesa dan Anita yang kini ada di dalam nya, penerangan di dalam nya tidak menyala, Mahesa mengerti bahwa ada kerusakan.
Namun Anita seketika Panik, Anita memojokan tubuh nya ke sudut Ruangan lift itu, karna Guncangan semakin terasa.
"Tu-tuan ada apa ini !! Tu-tuan. " Anita cemas muka nya memerah dan pegangan nya sangat kuat pada Pegangan besi yang ada di dalam Lift itu.
Mahesa melihat Anita ketakutan, Mahesa mencoba meraih tubuh Anita, walau pun sebenar nya Tubuh kekar Mahesa pun sedang menahan Guncangan yang ada di dalam Lift itu.
Mahesa berhasil meraih tubuh Anita, Mahesa memeluk erat tubuh Anita, kini posisi mereka berdua sesang terduduk di lantai Lift itu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Lift berhenti, namun Pintu lift tidak bisa di buka, beruntung lah kedua nya tidak ada yang terluka.
"Tenang Ann, ini hanya ada kerusakan. Kamu akan baik-baik saja !! Tenang Lah. " Ucap Mahesa sambil melihat Wajah Anita, yang kini sedang berada di dada bidang Mahesa.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Anita, Mahesa mengerti bahwa kini Anita sesang merasa takut, Mahesa cemas karna jika terlalu lama berada di dalam Lift itu, baik Anita atu pun Mahesa akan ke kurangan Oksigen.
Mahesa mencoba menghubungi Ayah nya, namun koneksi Hp nya menghilang, tidak ada sinyal sedikit pun.
Mungkin Orang-orang sedang berusaha mencari bantuan, dan memanggil tukang nya untuk segera mengeluarkan Mahesa dan Anita.
Yang harus Mahesa lakukan saat ini, hanya lah berusaha untuk membuat Anita tidak tegang atau pun Panik, Anita harus Rilex.
"Hy ... kenapa kita harus panik dan takut !! Kita kan di sini berdua, Ayo cepat duduk yang benar, kita Ngobrol sambil menunggu Orang-orang di Luar bisa membukakan Pintu nya untuk kita !! " Ucap Mahesa sambil membenar kan posisi duduk Anita.
Kini Anita dan Mahesa duduk saling berdampingan dengan jarak yang sangat Dekat.
"Aku takut Tuan, disini terlalu pengap. berpa lama Orang-orang itu membuka kan pintu nya !! " Anita sangat cemas.
"Apa Tuan mau mendengarkan nya, ini teramat pelik Tuan, sehingga aku pun bingung harus menceritakan awal nya dari mana !! Maaf saya telah merusak berkas penting itu Tuan. " Ucap Anita merasa bersalah.
"Cerita saja, kebetulan saat ini aku butuh Tofik pembicaraan, sambil menunggu Pintu ini berhasil si bukakan !! " Jawab Mahesa, berharap Anita bisa menceritakan semua nya
"Kenapa tidak Tuan saja yang bercerita ?? saya yakin cerita Tuan akan lebih menarik, di banding cerita saya !! " Ucap Anita melirik Wajah tampan Mahesa, yang terlihat sangat tenang.
"Apa Saya boleh Jujur ?? " Ucap Tuan Mahesa.
"Apa kejujuran Tuan, akan menyakitkan buat saya ?? sehingga Untuk jujur pun Tuan harus bertanya terlebih dahulu pada saya !! " Jawab Anita sambil menatap Tuan Mahesa.
Mahesa menahan tatapan Anita. " Sial kenapa tatapan Anita kali ini sangat menggoda diri ku, padahal dia hanya menatap ku, tidak lebih !! Ahhhh ... sial, kenapa Orang-orang itu lama sekali membukakan pintu nya, syittttt ...... !! " Gerutu Mahesa dalam hati nya.
"Tuan .. !! " Ucap Anita membangunkan Mahesa dari lamunan nya.
__ADS_1
Mahesa langsung mencoba Menetralisir energi panas di dalam tubuh nya dengan susah payah.
"Emm .... Ya, mungkin ini akan terdengar menyakitkan atau pun sebalik nya .... Emm, Tempo hari saya melihat diri mu di bandara, bersama seorang Wanita yang menangis di pelukan mu !! " Ucap Mahesa pelan dan tidak yakin.
Degggg !!! Hati Anita tersontak kaget, Anita mengingat kembali kejadian di bandara itu, Anita menunduk seketika, ada perasaan sakit karna di saat kejadian itu, Anita dengan susah harus merelakan Laki-laki yang sangat dia cintai menjadi milik Orang lain.
"Benar kan ?? kejujuran saya ini, akan membuat mu merasa sakit ?? Cerita kan apa sebenar nya yang terjadi, maaf saat itu saya ingin menghampiri mu, tapi saya melihat di sisi lain ada Laki-laki yang sangat memperhatikan mu !! " Ucap Mahesa kembali dengan wajah berubah menjadi kesal.
"Gilang ... dia Gilang !! " Jawab Anita di dalam hati nya.
Tangis Anita pun kembali pecah, Di tahan pun itu tidak bisa.
Mahesa kembali menenagkan Anita, dan menangkup kedua pipi Anita dengan kedua telapak tangan nya.
"Ann ... jangan menangis !! kamu akan merasa sesak nanti nya, tidak ada Oksigen tambahan disini Ann, kita harus tetap tenang !! " Ucap Mahesa sambil mengusap Rambut Anita yang basah oleh Air mata.
Entah kenapa Anita kini merasakan seperti mendapatkan seseorang yang sayang pada diri nya, sehingga Anita ingin sekali mengeluarkan rasa sakit yang ia rasakan di dalam hati nya.
"Ya ... memang benar Tuan, yang Tuan lihat itu memang saya, dan Laki-laki yang Tuan maksud adalah kekasih saya, Gilang nama nya. dan Wanita yang menangis di pelukan saya adalah Gwen, Wanita yang akan di nukahi oleh kekasih saya Tuan !! " jelas Anita, sambil menyeka Air mata yang terus keluar dari mata nya.
Maheaa melirik Anita, "Ya Ampun serumit ini kah masalah mu Ann, terlepas dari calon mertua yang egois, sekarang masalah mu adalah harus merelakan kepergian Orang yang selama ini kamu perjuangkan untuk wanita lain !! " Gumam Mahesa dalam hati nya, meratapi nasib Anita saat ini.
Seharus nya ini akan menjadi sebuah ke untungan untuk diri Mahesa, namun Mahesa tidak mau memikirkan tentang hal itu terlebih dahulu, Mahesa hanya ingin melihat Anita tenang saat ini.
Anita menceritakan semua nya pada Mahesa daei awal Anita bertemu dengan Gilang, dan sampai pada Akhir nya Anita harus berpisah dengan Gilang.
Mahesa hanya mendengar keluh kesah Anita, yang menceritakan semua nya, wajah Anita memang tersenyum namun senyuman itu berdampingan dengan Air mata yang keluar dari Mata nya.
Anita kini menyenderkan kepala nya di pundak Tuan mahesa dengan tangan saling memegang satu sama lain.
"Aku tidak menyangka, ternyata Wanita yang kini ada di samping ku, adalah Wanita yang hebat, wanita yang dewasa, wanita yang penuh dengan perhitungan !! " Puji Mahesa sambil mengeratkan Pegangan nya.
__ADS_1
"Andai saja kita sudah mempunyai ikatan yang lebih dengan dari ini Ann !! Pasti saat ini kita akan berbuat lebih dari sekedar berpegangan Tangan, dan kamu akan merasakan kasih sayang dan kenyamanan yang benar-benar tulus. " Gumam Mahesa dalam hati nya.