Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Wanita apahkah aku ??


__ADS_3

BAB 120.


"Mas sangat menyayangi mu !! " Ucap Mahesa menemani kecupan lembut yang ia daratan di kening Anita.


"Aku pun sama Mas !! " Jawab Anita dengan senyuman penuh dengan rasa cinta pada Mahesa.


Hari itu Anita dan Mahesa menghabiskan waktu nya dengan segunung pekerjaan yang sangat melelahkan, Anita sangat memperhatikan pila makan Mahesa walau dirinya pun sama telah di sibukkan dengan pekerjaan, sampai-sampai pola makan sendiri nya tidak ia perhatikan.


Jam Pulang kantor pun telah usai, Anita menghela nafas panjang dan mengusap wajah nya lembut, Anita menggeliat berharap lelah nya dapat berkurang.


Anita melihat Tuan Mahesa belum juga keluar ruangan nya, Anita masih membereskan sisa-sisa dari pekerjaan nya, untuk di selesaikan di hari esok. Anita melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


Anita menengok ke arah ruangan Mahesa, masih tidak keluar juga. Anita sempat khawatir, Anita berjalan menuju ruangan Tuan Mahesa dan membuka pintu nya perlahan.


Anita melihat sang pujaan hati sedang membaringkan tubuh nya di atas sofa, Anita menggelengkan kepala nya perlahan. Anita ingin pamit untuk segera pulang.


Anita mendekat dan membungkuk di samping Mahesa, " Mas ?? " Ucap Anita sambil mengusap kening Mahesa.


Mahesa terkejut, dan membuka mata nya seketika. " Sayang !! " Jawab Mahesa sambil mengusap wajah nya, terlihat sangat lelah pada raut wajah nya.


"Capek Sayang ?? Istirahat nya di rumah aja ya, disini dingin Mas. aku mau pamit pulang. " ucap Anita lembut pada Mahesa.


"Dimana pun akan terasa hangat Sayang, jika kamu yang menemani. " jawab Mahesa lalu terbangun kini Mahesa sudah duduk di atas sofa itu.


Entah kenapa Mahesa kini menjadi ketagihan pada diri Anita, sekali saja melihat nya itu sudah menjadi candu bagi nya, Mahesa seperti binatang yang melihat daging segar di hadapan nya, seperti ingin segera menyantap daging segar itu.


Mahesa dengan susah payah menelan Saliva nya, Anita yang saat itu sedang mengenakan setelan Rok selutut membuat dirinya sangat begitu menggoda di mata Mahesa, Mahesa yang merasa akan segera memiliki Anita tidak ada sedikitpun rasa takut dalam diri nya.


Anita berdiri dan ingin segera pamit, namun tangan kanan Anita di tarik oleh Tuan Mahesa sehingga Anita terduduk di pangkuan Mahesa.

__ADS_1


Anita yang kini sedang terduduk di atas pangkuan Mahesa merasa gugup takut ada yang melihat nya.


"Mas, jangan !! ini kantor, bagaimana jika ada yang melihat nya ?? " Rintih Anita berusaha lepas dari dekapan Mahesa.


Anita yang melihat wajah Mahesa semakin mengerti apa yang dia inginkan kala itu, Mahesa terus saja mengecup Anita dari rambut sampai di bagian perut nya, walaupun Anita berpakaian masih lengkap, Mahesa tetap saja merasa bergairah melihat nya.


"Sayang, sesudah malam itu Mas selalu ingin melakukan nya lagi. " Bisik Mahesa di daun telingan Anita, Anita merasa terpancing saat itu.


Anita melemah seketika, dan Anita berbisik lembut pada Mahesa, " Sayang, nikahi dulu aku ?? apa kita akan melakukan nya di luar ikatan pernikahan terus seperti ini ?? kalau aku sampai hamil bagai mana ?? "


Di ruang lain Tuan Rama sedang tidak ada di ruangan nya, sebelum 5 jam kepulangan para karyawan kantor, Tuan Rama sudah pergi keluar kota bersama Orang kepercayaan nya, untuk mengurus bisnis baru nya .


Sehingga kamera Cctv yang menghubungkan antara ruangan Ruan Rama dan Tuan Mahesa tidak ada yang memantau sama sekali.


"Kalau kau hamil, maka dengan sangat mudah nya aku bisa cepat menikahi mu, tanpa ada hambatan dan Drama saat melalui nya. " Jawab Mahesa semakin tidak dapat terkontrol.


Anita ingin sekali menghindar, namun diri nya berkata tidak, atas apa yang di lakukan Mahesa sudah membuat Anita tidak berdaya.


"Mas, sadar lah ini perbuatan yang salah !! " Ucap Anita terus menyadarkan diri nya sendiri, Anita terus berusaha keluar dari permainan panas yang Mahesa inginkan.


Anita menghindar namun Mahesa lebih kuat dari Anita, Anita tidak mungkin berteriak minta tolong kalau dia hendak di setubuhi oleh Orang lain.


Mahesa menarik tubuh Anita untuk tidak jauh dari dekapan nya. " Sayang. .. jangan takut, tidak akan ada yang melihat, hanya ada kita di sini. "


"Ta-tapi Mas !! " Mulut Anita di bekap oleh mulut Mahesa.


Dengan rakus nya Mahesa melahap dan mengabsen apa saja yang ada di dalam rongga mulut Anita, hingga Anita tidak mampu bernafas, sungguh besar hasrat Mahesa saat itu .


Anita hanya bisa pasrah, saat melayani ***** birahi dari Mahesa, Anita di baringkan di atas sofa yang cukup lebar, Mahesa menindih kan tubuh nya lagi di atas tubuh Anita.

__ADS_1


Mahesa membuka setelan jas nya, dan membuka celana yang sedang ia kenakan, Hawa panas menyelimuti ruangan itu, Mahesa sedikit keras saat melakukan nya, Anita mengerang kesakitan lagi saat Mahesa menghujami area sensitif Anita tanpa henti.


Sebelum sampai pada puncak nya, Mahesa ingin mencoba posisi yang lain, hingga kini Mahesa terduduk di atas sofa, dan Anita duduk di atas pangkuan Mahesa.


Kali ini Anita benar-benar di buat kewalahan oleh servis yang di lakukan oleh Mahesa, Anita membekap mulut nya dengan tangan nya sendiri, karna tidak mau suara ******* nya terdengar oleh orang lain, Mahesa ikut mengatur ritme permainan Anita yang membuat Mahesa semakin ingin memuntahkan semua hasrat nya pada Anita.


"Aaaargghhhh ...... Sayang !!! Mas .... Aaargghhhhh ... " teriak kecil Anita langsung memeluk leher Mahesa dengan kuat, tanda Anita sudah mencapai pada puncak nya.


Kini tinggal Mahesa yang belum menyampai pada puncak nya, Mahesa membaringkan Anita kembali di atas sofa, agar posisi itu bisa membuat Anita nyaman saat Mahesa menghujam area sensitif Anita kembali.


Keringat sudah membasahi tubuh Mahesa .


"Aaahhhhh ..... Sayang !! " Bisik Mahesa, tak lama dari itu Mahesa menjatuhkan tubuh nya di atas tubuh Anita, tanpa ada permainan lagi.


Anita sangat lelah, Anita mengecup pangkal rambut Mahesa yang masih berada di depan wajah nya.


Namun rasa sedih kini menggelayun di hati Anita, Anita merasa sudah bersikap seperti wanita murahan yang berstatus janda.


Anita mencoba sekuat hati mengeser kan badan nya dari badan Mahesa, Mahesa sangat lelah, sehingga untuk memakai pakaian nya saja Mahesa enggan dan memilih untuk tertidur.


Anita merapihkan pakaian nya terlebih dahulu, dan membersihkan sisa-sisa dari permainan panas antara Anita dan juga Mahesa.


Tak lupa Anita memakaikan kembali celana Mahesa, agar siapa pun tak curiga.


Anita menatap wajah Mahesa yang sedang tertidur pulas.


"Mas .. aku pulang dulu ya !! " Bisik Anita pada daun telinga Mahesa.


Mahesa menahan lengan Anita namun Mahesa kembali tertidur. Anita pun tak menunggu jawaban Mahesa, lalu keluar dengan pelan dari ruangan Mahesa untuk segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2