Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Merasa bersalah.


__ADS_3

BAB 116.


Mahesa hanya tersenyum dan semakin tidak sabar ingin segera pulang ke hotel untuk memberikan kejutan pada Anita.


Anita dan Mahesa pun menyantap hidangan yang dari tadi sudah ada di hadapan nya.


"Momen bahagia sedang menantimu sayang !! " Gumam Mahesa dalam hati nya.


Perut yang kosong pun sudah terisi oleh makanan yang super enak, di suasana yang sejuk pula, menambah cita rasa yang begitu nikmat.


Mahesa memapah Anita untuk segera pulang ke penginapan nya, Mahesa ingin segera memastikan persiapan kejutan untuk Anita nanti malam.


Anita tidak mengerti kenapa harus sampai menginap lagi, padahal waktu masih siang untuk kembali ke Ibu kota, namun Anita tidak banyak pertanyaan, karna bukan dia yang akan mengendarai kendaraan nya, melain kan Tuan Mahesa.


Setelah menempuh jarak tidak begitu jauh, Mahesa dan Anita pun sampai di Hotel mewah tempat Anita dan Mahesa menginap.


Anita dan Tuan Mahesa memasuki Lift untuk menuju kamar nya masing-masing, saat pintu lift sudah terbuka Anita dan Tuan Mahesa pun segera keluar, Anita berjalan di samping Tuan Mahesa menelusuri lorong menuju kamar mereka Masing-masing.


Saat Anita sampai, Anita melihat Tuan Mahesa pun terus saja berdiri di belakang nya, membuat Anita salah tingkah.


Anita membalikan badan nya lalu berkata dengan gugup nya. " Tu-tuan ... eh Ma-maksud saya Mas, mau istirahat di kamar ini ?? Maksud saya, biar saya istirahat di kamar itu. " Tanya Anita, sambil menunjuk ke arah kamar yang sudah di tempati oleh Tuan Mahesa sebelum nya.


Mahesa tersenyum, dengan gaya santai nya Mahesa berbisik. " Tidak nyonya, saya hanya ingin berkata, bahwa anda harus mempersiapkan diri untuk acara malam nanti. jadi istirahat saja dulu, sebelum saya membangunkan mu. "


Anita membulatkan mata nya sempurna, walaupun dia sudah tau Mahesa akan memberikan kejutan padanya, tetap saja jika Anita mendengar nya kembali Anita terkejut, dan tentu nya sangat gugup.


Jantung Anita berdegup kencang saat wajah Tuan Mahesa terus saja mendekati wajah nya, tangan Anita memegang knop pintu untuk siap mundur dan masuk kedalam kamar nya.


Dengan Aba-aba yang sudah di persiapkan Anita dengan cepat masuk kedalam Kamar nya, meninggalkan Tuan Mahesa yang masih mematung di depan pintu kamar nya.

__ADS_1


Anita berbicara di belakang pintu kamar nya. "Maaf Mas, selamat beristirahat. " Ucap Anita gugup dengan dada yang masih berdebar kencang.


Mahesa tersenyum. "Iya sayang !! " Jawab Mahesa tersenyum penuh arti.


Anita yang mendengar jawaban dari Mahesa, semakin di buat berdebar. seperti seorang wanita yang baru saja mengenal arti dari kata jatuh cinta, padahal Anita seorang janda, tentu nya Anita sudah sering mendengar kata-kata sayang dari seseorang yang pernah ada di hati nya.


Anita dan Tuan Mahesa pun beristirahat, baru sekejap saja Anita sudah gugup dan melihat jam dan suasana di sekeliling nya, ternyata baru beberapa detik saja dia tertidur, namun rasa nya tetap saja gugup saat mengingat ucapan dari Tuan Mahesa.


"Huh ... dasar wanita bodoh !! ayo dong Ann, jangan terlalu berharap seperti ini. " Gerutu Anita menggurui diri nya sendiri.


Anita mendekap wajah nya sendiri dengan sebuah bantal yang ada di dekat nya, Anita sungguh di buat tak karuan oleh Tuan Mahesa.


Sementara yang Tuan Mahesa lakukan hanyalah mengontrol persiapan sedetail mungkin untuk nanti malam. Sebuah cincin sudah Mahesa genggam dalam genggaman nya.


Sebuah cincin yang sangat sederhana namun berkesan sangat istimewah, Mahesa melihat sedalam mungkin setiap titik cincin itu, Mahesa berharap dengan di awali oleh sebuah Cincin semoga apa yang di ingin kan oleh Mahesa maupun Anita berjalan sesuai dengan yang di ingin kan.


Sebuah acara Candle Light dinner yang sangat romantis, dimana di tempat itu hanya ada Anita dan Mahesa di temani cahaya lilin dan lantunan musik yang sangat romantis.


Mahesa sudah dapat mengira jika permaisuri nya masih tertidur saat itu, tapi bagi Mahesa itu tidak masalah. Pikiran licik untuk menggoda Anita pun terlintas di benak nya.


Setelah beberapa jam akhir nya Anita bisa tertidur hingga pada akhir nya Anita terbangun, Anita melihat waktu sudah menunjukan pukul 7 malam.


Anita terbangun dengan cepat dan memasuki kamar mandi untuk segera mempersiapkan diri nya.


Mahesa sudah siap dengan costum nya, beberapa menit kemudian Mahesa keluar dari kamar nya, dan ingin membangunkan Anita.


Mahesa dapat membuka pintu kamar Anita, perlahan Tuan Mahesa masuk, dan Mahesa semakin yakin jika Anita masih tertidur saat itu.


Mahesa membuka pintu kamar Anita dengan secara perlahan, namun terkejut nya Mahesa saat mencoba masuk kedalam kamar Anita, Anita hanya memakai sehelai kain handuk yang melilit di tubuh nya.

__ADS_1


Anita syok dan menjerit tidak perduli seberapa keras jeritan nya itu, "Aaaargggghhhhhh !!!! " Anita merunduk di sudut kamar nya, Anita belum menyadari bahwa yang mencoba masuk ke dalam kamar mandi adalah Mahesa, Anita mengira itu adalah orang lain, karna Anita langsung membalikan badan nya.


Sungguh Anita sangat syok, Anita terus saja menjerit dan ketakutan. Mahesa tidak fokus pada tubuh Anita yang hanya memakai sehelai kain handuk saja.


Mahesa malah menjadi khawatir akan ketakutan yang menyelimuti Anita saat itu, Anita sungguh syok sampai-sampai tubuh nya gemetaran.


Mahesa melihat ke arah mana pun, mencari selimut untuk menutupi tubuh Anita, saat Mahesa berhasil meraih selimut Mahesa menghampiri Anita yang sedang histeris ketakutan.


Mahesa melekatkan selimut dengan sempura pada tubuh mungil Anita, Anita semakin histeris, Mahesa memeluk Anita dan membalikan badan nya. " Tenang Sayang !! ini Mas. " Ucap Mahesa berbisik dalam pelukan nya.


Tubuh Anita bergetar hebat, Mahesa memeluk erat tubuh Anita. sungguh Mahesa merasa bersalah saat itu.


Anita melihat dan ingin memastikan jika benar itu adalah Mahesa, dan saat Anita melihat ke arah sumber suara, Anita merasa tenang. pipi Anita di banjiri dengan aliran Air mata.


Mahesa menghapus air mata yang mengalir di pipi Anita. " Maaf kan Mas Ann, Mas gak bermaksud. Mas tadi nya hanya ingin mengagetkan mu, dan Mas mengira kamu masih tertidur sungguh Mas sangat merasa bersalah, Mas minta Maaf !! "


Anita menganggukan kepala nya perlahan, dengan isakan tangis yang masih terdengar di telinga Mahesa.


Mahesa membawa Anita untuk duduk di tepian tempat tidur, dan terus saja menenangkan Anita. Sungguh semua itu di luar dugaan Mahesa.


"Ya sudah, Mas keluar dulu. biar kamu bisa memakai pakaian mu. semua sudah di siapkan di dalam lemari, Mas tunggu kamu di luar ya. Maaf kan Mas Ann !! " Ucap Mahesa dengan tatapan bersalah nya.


Mahesa berdiri namun Anita meraih lengan Mahesa, " Mas jangan jauh-jauh ya !! aku takut. " ucap Anita menatap sendu pada wajah Mahesa.


"Iya sayang !! Mas di ruang tamu ya. " Jawab Mahesa sambil membungkukkan badan nya dan mencium kening Anita.


Anita merasa lebih tenang, dan menganggukan kepala nya perlahan. Anita bersyukur karna Mahesa tidak sampai kalap hati nya, jika saja Laki-laki lain yang masuk ke dalam kamar nya, sudah pasti Laki-laki itu akan melahap habis tubuh Anita.


Mahesa duduk di ruang tamu Anita, Mahesa tertunduk dan sangat merasa bersalah, Sampai-sampai Mahesa tidak sadar bahwa kepalan tangan nya sangat keras, sehingga kuku nya melukai tangan nya sendiri sampai berdarah.

__ADS_1


Untuk melihat Anita histeris dan ketakutan saja, Mahesa sangat merasa bersalah, dan sangat menyalahkan diri nya sendiri, tak jarang Mahesa mengatai diri nya sendiri sebagai Laki-laki yang sangat bodoh.


__ADS_2