
Kedua orang tua Anita dapat merasakan apa yang Anita rasakan saat ini, namun mereka membiarkan Anita sendiri terlebih dahulu.
Batin kedua orang tua Anita menangis melihat dan mengingat nasib nya.
"Dari mana kamu Nak, sini makan dulu sudah Mommy siapkan. " Ujar Ibu Inggrit melihat Mahesa tiba di rumah nya.
"Mommy saja, aku tidak lapar. " Jawab Mahesa langsung menaiki anak tangga menuju kamar nya.
"Kenapa lagi anak itu. " Ucap kecil Ibu Inggrit.
Ibu Inggrit duduk kursi makan, berjejer beberapa kursi di meja itu. Namun berapa banyak kursi itu tidak akan ada guna nya.
Tidak akan ada keramaian tercipta, tidak akan ada kenikmatan terasa saat dimana seharus nya di meja makan itu semua anggota keluarga menikmati setiap masakan yang di hidangkan.
Semua nampak sepi.
"Tante bagaimana ini, Mahes tidak mau menikahi ku. " Tulisan pesan di ponsel Ibu Inggrit yang di kirim kan oleh Amel.
__ADS_1
"Istt .. anak ini, tidak mau mengerti dengan keadaan. Masih saja meminta Mahes menikahi nya, apa dia lupa akar permasalahan nya ini siapa. " Dengus Ibu Inggrit sambil mengingat wajah Amel.
Di tempat lain Amel pun merasa kesal karena pesan nya tidak di balas oleh Ibu Inggrit.
"Awas aja kalian, mendiam kan ku seperti ini. " Dengus Amel membanting handphone nya ke atas kasur.
Amel memang tidak tahu apa-apa, dia tidak tahu jika dalam keluarga Mahesa kini sedang hancur karna ulah dan ambisi nya.
Ibu Inggrit segera menyusul Mahesa karna khawatir akan kondisi nya.
"Nak, ada apa ? Dari mana ? " Tanya Ibu Inggrit duduk di lantai sama dengan Mahesa.
"Aku baru saja menemui Anita Mom. " Jawab Mahesa dengan lemas menyenderkan kepala nya di tembok itu.
"Anita lagi Anita lagi, kenapa sih Mahes sudah lah Lupakan Anita. Sadar kamu itu tidak berharga bagi nya, buktinya dia langsung menggugat cerai kamu. Tanpa ada kesempatan yang dia berikan. " Hardik Ibu Inggrit bosan mendengar nama Anita.
"Ini gara gara Papah, dia terlalu mendukung Anita dengan keputusannya. Tanpa dia mau membatu ku sedikitpun meskipun aku adalah anak kandung nya. " Timpal Mahesa.
__ADS_1
"I-iya memang, Kita harus kuat Mahes. Kini Mommy pun sedang di gugat cerai oleh Papah, tanpa ampun dan tanpa maaf. " Ujar Ibu Inggrit.
"Apa ? Papah gugat cerai Mommy ? karna masalah ku ini ! benar-benar Papah keterlaluan, tidak seharus nya Papah menghukum Mommy atas kesalahan ku ini. " Dengus Mahesa tidak terima dengan apa yang Ibu nya ucapkan.
Mahesa tidak sadar jika awal masalah ini di sebab kan oleh Ibu Inggrit, bahkan Anita sudah menyadari nya saat Ibu Inggrit membawa Amel bertamu ke rumah Anita dan Mahesa waktu itu.
Dan di situ pun Mahesa berjanji, Jika diri nya tidak akan tergoda sekali pun Amel menggoda nya, dan bodoh nya Anita percaya.
Hingga pada akhir nya Mahesa tergoda.
Dan di tempat lain, Gilang heran dengan diri nya sendiri. Gilang tidak tenang saat mengingat Anita, Tapi Gilang merasa jika Anita tidak akan mengijinkan nya untuk masuk lebih dalam lagi pada masalah yang sedang Anita hadapi.
"Aku bingung dengan perasaan ku ini, Apa perasaan ini mengatakan jika aku masih berharap Anita akan menjadi milik ku lagi ? entah salah atau tidak perasaan ku ini. " Gilang merenungi perasaan nya sendiri.
Dan sementara Anita tidak memikirkan jika Gilang lah yang akan menggantikan posisi Mahesa, kejadian ini begitu berat bagi Anita. Hingga tidak ada sedikitpun pikiran Anita untuk ke arah itu.
Anita butuh waktu untuk semua nya.
__ADS_1