Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Kerinduan.


__ADS_3

BAB 135.


Obrolan di sore itu berlanjut dengan acara makan malam, Ibu Anita dengan sigap menyambut niat baik dari pihak Mahesa dengan jamuan makan malam.


Walaupun seadanya tidak mengurangi selera makan Tuan Rama ataupun Tuan Mahesa, makanan khas Sunda begitu kental terasa pada menu makan malam itu.


Tuan Rama berterima kasih atas jamuan makan malam nya, dan Tuan Rama berkata jika ia sangat kenyang dan sangat nikmat sekali.


Tuan Rama mengajak Ayah Anita untuk mengorol, di ruang tamu sambil menunggu makanan nya turun sempura di perut nya, sementara Tuan Mahesa memilih untuk duduk di taman sambil memainkan Ponsel nya.


Dan Anita setelah makan malam, memilih untuk menidurkan Nara terlebih dahulu kini Nara sudah tidak tergantung pada ASI Anita, tak perlu waktu lama untuk membuat Nara tertidur.


Anita merasa Nara sudah tertidur pulas, Anita dengan gerak perlahan turun dari tempat tidur, lalu berjalan perlahan untuk keluar dari kamar, Anita berjalan menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk kekasih nya.


Saat Anita sudah merasa rasa Teh nya pas sesuai selera calon suami, Anita pun berjalan ke taman rumah nya lewat pintu belakang.


Anita melihat Tuan Mahesa dengan tampan nya duduk di kursi taman dengan santai nya, dengan ciri khas Tuan Mahesa yang selalu menggulungkan baju di bagian lengan nya, menjadi nilai flus bagi ketampanan Tuan Mahesa.


Anita berjalan, udara terasa dingin buat kondisi Anita yang belum begitu Fit, mungkin untuk beberapa hari kedepan Anita akan merasakan pusing atau mual, dan itu pasti nya akan membuat kondisi Anita menjadi sakit seluruh tubuh.


Anita duduk di samping Tuan Mahesa dan meletakan teh hangat itu di meja yang ada di hadapan Tuan Mahesa.


Mahesa melihat calon Istri nya duduk di samping nya, pas seperti apa yang ia harapkan, di suasana malam seperti itu ingin sekali jika Anita menemani nya.

__ADS_1


Perisai keberuntungan nya kini berpihak pada Mahesa, karna tanpa waktu lama keinginan Mahesa pun terwujud, Calon istri yang baik kini sedang menemani nya dan membawakan teh hangat untuk nya.


"Hy .... Sayang ? " Sapa Tuan Mahesa membenarkan posisi duduk nya menjadi menghadap pada Anita.


Anita hanya tersenyum bahagia mendengar nya.


Mahesa memperhatikan sekitar nya. " Mana Nara ? "


"Sudah tidur Mas, kebetulan siang tadi Nara tidak tidur siang, jadi sekarang tidur nya lebih awal. " Jawab Anita lembuz, sambil membenarkan kerah baju Tuan Mahesa yang sedikit tidak rapih.


Tuan Mahesa menatap wajah Anita, dengan senyuman tipis di bibir nya, Anita yang melihat sikap hangat Tuan Mahesa menjadi salah tingkah dan jantung nya bedegup dengan kencang.


Tuan Mahesa mengangkat kedua tangan Anita dan ia letakan di pangkuan nya, Mahesa mengeratkan genggamannya. " Sayang, mungkin sekarang Orang tua kita sedang membicarakan soal tgl pernikahan kita, kamu harus sehat ya !! semua nya harus sehat, jangan banyak pikiran, jangan pikirkan omongan apa yang sudah Mommy lontarkan pada mu. "


Anita memegang tangan Kiri Mahesa yang masih memegang pipi nya, "Mas, sungguh ini bukan rencana ku untuk bisa memiliki mu, seperti apa yang di katakan oleh Ibu Inggrit waktu itu, aku sampai-sampai menghukum diri ku sendiri untuk tidak meminta pertanggungjawaban dari mu Mas, tapi ... takdir berkata lain, mungkin takdir tidak rela jika janin yang ada di kandungan ku ini tidak mengetahui sosok ayah nya seperti apa. " Anita menitikan Air mata nya kembali, saat mengingat penderitaan nya belakangan ini.


Tuan Mahesa membenarkan posisi duduk nya kembali, sehingga kini Meraka sangat dekat sampai tidak ada celah sedikit pun antara mereka, Tuan Mahesa melingkarkan tangan kanan nya di tubuh Anita, dan Anita menyenderkan kepala nya di pundak Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa dengan lembut mengecup pucuk rambuta Anita, sementara tangan kanan nya ia gunakan untuk mengelus perut Anita yang belum terlihat besar itu.


Anita menatap wajah Mahesa dengan mengangkat wajah nya yang masih betah menjadikan pundak Mahesa sebagai sandaran nya.


"Sayang !! jika itu terjadi, kamu bukan saja menghukum diri mu sendiri, kamu juga menghukum Mas seumur hidup Mas, beruntunglah Mas dengan cepat datang kerumah mu. Walaupun Mas hatus babak belur tapi Mas rela Ann, asalkan hukuman itu tidak jadi Mas dapat kan. " Jawab Tuan Mahesa lembut dan terus saja mengeratkan pelukan nya.

__ADS_1


Taun Mahesa yang melihat wajah Anita tidak jauh dari wajah nya, Tuan Mahesa dengan perlahan membenar kan posisi nya sehingga nyaman untuk diri nya dan juga Anita.


Tuan Mahesa menangkup kedua pipis Anita kembali, dan perlahan mendekatkan wajah nya pada wajah Anita, Anita yang sadar jika Tuan Mahesa akan mencium nya, Anita memejamkan mata nya, dan siap memberikan ciuman kerinduan dari calon suami nya.


Perlahan namun pasti kini bib*r Tuan Mahesa sudah menyentuh bib*r mungil Anita, tanpa paksaan Anita membuka mulut nya agar yang di inginkan suami nya itu terpenuhi.


Anita mengeratkan genggamannya pada paha calon suami nya itu, saat rongga mulut nya sudah di kuasai dengan rakus oleh calon suami nya itu.


Anita merasakan aliran hangat mulai muncul dari dalam tubuh nya, begitu pun dengan Tuan Mahesa, Tuan Mahesa melepaskan Lum*tan nya sejenak, dan berbisik " Mas sangat rindu pada mu sayang ..... " Dengan deruan nafas tak beraturan Tuan Mahesa kembali melahap bibir mungil Anita denganlembut namun sangat kuat jika di rasakan oleh Anita.


Setelah beberapa saat Anita yang merasakan sesak, sangat butik oksigen untuk tubuh nya, Anita perlahan melepaskan pagutan bib*r nya dari bib*r Taun Mahesa, lalu Anita dengan keras memeluk tubuh Tuan Mahesa seperti takut akan kehilangan Mahesa.


Anita memeluk tubuh Taun Mahesa bukan seakan-akan ia sudah tidak mau meneruskan permainan bib*r itu, namun Anita merasa takut jika aliran hangat di dalam tubuh nya tidak dapat ia kendalikan, apa lagi saat tangan Tuan Mahesa sudah mulai merayap ke wilayah-wilayah sensitif Anita.


"Mas, jangan lakukan itu !! kita akan melakukan nya nanti, saat kita sudah menjadj Suami-Istri. " Bisik Anita perlahan dalam pelukan nya, namun seruan nafas nya belum normal seperi biasa nya.


Anita dapat merasakan getaran tubuh Mahesa saat itu, dan detakan jantung Tuan Mahesa pun lebih kencang dari biasa nya.


Tuan Mahesa mendongakkan kepala nya sejenak dan memejam kan mata nya seraya ingin menetralisir hawa panas yang ada di dalam tubuh nya, Tuan Mahesa membalas pelukan Anita, lalu kecupan lembut pun Anita dapatkan di seluruh wajah nya.


"Mas , sangat mencintai mu Ann !! Mas sangat suka semua yang ada pada diri mu, dari dulu hingga nanti, sehingga Mas tidak bisa menahan nya jika berada dekat dengan diri mu. " Ucap lembut Mahesa sangat denkat di telinga Anita, desiran hangat kembali Anita rasakan, saat deruan nafas Tuan Mahesa dapat Anita rasakan jelas di wajah nya.


Sejenak pelukan itu pun terus mereka rasakan, dengan pikiran nya masing-masing sehingga waktu memisahkan mereka sejenak.

__ADS_1


Tuan Rama dan Tuan Mahesa pamit untuk pulang dan membicarakan tgl pernikahan yang sudah di sepakati pada keluarga mereka masing-masing.


__ADS_2