
Tuan Rama sedang duduk dengan salah satu kolega nya, seperti tidak ada beban sama sekali Tuan Rama mengemban semua nya sendiri an.
Jika pun ada orang yang ia percaya percuma saja, Tuan Rama sudah lelah memberikan kepercayaan yang selalu di khianati oleh orang tersebut.
"Pah . " Panggil salah satu wanita di depan pintu, berhasil membuat Tuan Rama dan rekan nya terkejut dan melihat ke arah sumber suara.
"Inggrit. " Ujar Tuan Rama mengerutkan dahi nya.
Tuan Rama melihat Inggrit membawa map coklat, yang ia tahu apa isi dari map coklat itu.
"Permisi, sebentar. " Ujar Tuan Rama.
Tuan Rama menarik tangan Inggrit dan ia bawa ke ruangan pribadi nya.
"Mau apa kau datang ke sini ? " Tanya Tuan Rama menghempaskan tangan Inggrit.
"Pah, Mommy tidak mau yah Papah bersikap seperti ini, seenak nya saja main cerai kan Mommy. mana sebelah pihak lagi. " Teriak Inggrit pada Tuan Rama.
"Aku sudah muak dengan sikap mu itu, kali ini mau bagaimana pun kamu membujuk saya, berapa manis pun janji mu itu. Aku akan tetap menceraikan kamu. " Jelas Tuan Rama.
__ADS_1
"Enggak Pah, lihat bagaimana nasib Mahesa Pah setidak nya lihat lah dia. " Sambung Inggrit terus berusaha membujuk Tuan Rama.
"Stopp .... Security. . " Teriak Tuan Rama kuat.
Seketika dua orang berpakaian keamanan pun datang.
"CEPAT KELUARKAN WANITA INI DARI RUANGAN SAYA, DAN INGAT SAYA TIDAK MENGIJINKAN DIA MASUK KE DALAM RUANGAN INI LAGI ... PAHAM ? " Teriak Tuan Rama geram.
"Pah, Papah tuh sadar gak sih. Dengan begini Papah sudah mempermalukan diri Papah sendiri. Mommy ini istri mu Pah, apa kata Karyawan Papah jika mereka melihat Mommy di perlakukan seperti ini. " Teriak Inggrit pada Tuan Rama.
"Sebelum mereka melihat keadaan kamu sekarang, mereka sudah membicarakan mu. Jadi tidak usah khawatir dampak apa yang akan aku dapatkan. " Jawab Tuan Rama dengan isyarat nya pada petugas ke aman-aman untuk segera membawa Inggrit keluar dari ruangan nya.
Dan nasib Mahesa kini masih melampiaskan kekesalan nya seorang diri.
"Aaaarrrgghhhh .. aku tidak akan rela jika ada laki-laki lain di samping mu Anita. Papah keterlaluan tidak bisa membantu ku sama sekali. " Teriak Mahesa memukuli diri nya sendiri.
Di saat amarah nya memuncak, suara ponsel Mahesa berdenting tanda ada pesan masuk.
Mahesa membuka nya dan ia tidak menyangka jika isi pesan itu adalah dari Amel, dan isi pesan nya pun membuat amarah nya semakin memuncak.
__ADS_1
"Kita harus segera mengurus pernikahan kita. "
Isi pesan Amel itu sungguh membuat Mahesa marah.
Mahesa pergi menemui Ayah nya namun tidak berhasil, Tuan Rama sedang Metting, dan kini Mahesa menemui Ibu nya.
Bak ada di bawah langit yang sama, satu penderitaan yang sama. Inggrit sedang meluapkan amarah nya dengan merusak barang yang ada di sekitar nya.
"Mommy ... apa yang Mommy lakukan ? " Teriak Mahesa.
"Mommy kesal sama Papah mu itu Mahes, dia berani mengusir paksa Mommy di dalam perusahaan nya sendiri. " Teriak Inggrit dalam tangis nya.
"Apa ? papah sudah keterlaluan, aku harus bicara sama Papah. " Ucap Mahesa.
"Berhenti Nak, jangan temui Papah mu itu, dia sedang tidak bisa di bawa Baik-baik. Kejadian ini membuat dia membungkam diri nya sendiri dari kita. " Cegah Inggrit tidak mau Mahesa mendengar hal buruk dari Tuan Rama.
"Papah memang seperti ini Mom, tapi kenapa dia tidak ada celah baik sedikit pun untuk memaafkan kita Mom, apalagi diri ku anak kandung nya. " Ujar Mahesa.
"Tidak Nak ... tidak ... jangan temui Papah mu, tolong dengar apa yang Mommy bilang. " Pinta Inggrit pada Mahesa.
__ADS_1
"Semua nya sungguh aku tidak mengerti. " Teriak Mahesa dalam ruangan yang sama dengan Inggrit.